Dinkes DKI Perketat Pengawasan SPPG, 167 Sudah Kantongi SLHS

Wednesday, 13 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan di seluruh SPPG tetap terjaga.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, penerbitan SLHS menjadi salah satu instrumen pengawasan terhadap operasional SPPG di Jakarta.

“Iya, kita melakukan pengawasan dan pembinaan. Melalui proses penerbitan SLHS sebagai salah satu tools untuk melakukan pengawasan,” ujar Ani, Selasa (12/5).

Menurutnya, sebelum sertifikat diterbitkan, Dinkes terlebih dahulu melakukan visitasi dan inspeksi lapangan sesuai kewenangan yang dimiliki. Pengawasan dilakukan bersama dengan Badan Gizi Nasional sesuai pembagian tugas masing-masing.

Tak hanya pemeriksaan lokasi, para penjamah makanan di SPPG juga mendapat pelatihan gratis dari Dinkes sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan makanan agar sesuai standar higiene dan sanitasi.

“Nanti kalau sudah sampai sesuai, scoring-nya sesuai semuanya, lalu kemudian penjamah makanannya semua kita latih secara gratis,” katanya.

Ani menjelaskan, sampel makanan yang disajikan di SPPG juga akan diuji terlebih dahulu untuk memastikan bebas dari bakteri berbahaya sebelum sertifikat diterbitkan.

“Kalau semuanya oke, clear, SLHS baru diterbitkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan ketentuan dari Badan Gizi Nasional, setiap SPPG diberikan waktu maksimal tiga bulan sejak mulai beroperasi untuk mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

“Setahu saya ada batas waktu tiga bulan yang diberikan oleh ketentuan BGN bahwa SPPG diberikan waktu mengurus SLHS-nya mulai dari pertama kali buka sampai harus punya SLHS,” jelasnya.

Saat ini tercatat ada 609 SPPG yang beroperasi di Jakarta. Namun, baru 167 lokasi yang telah mengantongi SLHS.

See also  Prabowo-Rosan Tancap Gas Komitmen Investasi Sejumlah Perusahaan di London

“Tapi memang belum semuanya ada. Jumlah SPPG di 609 dan yang telah memiliki SLHS 167. Tapi memang belum semuanya punya. Ketentuannya memang tiga bulan sesudah operasional,” tandas Ani.

Berita Terkait

Pasca-Banjir Bandang, Irman Gusman Gaungkan Masa Depan Baru Solok
Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Perahu Karet Tangani Banjir di Pasar Youtefa Jayapura
Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo
RUU Daerah Kepulauan Jadi Jalan Rekonsiliasi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Tangani 1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT, Penanganan Layanan Dasar Terus Berjalan
Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi
28 Tahun Bank Mandiri, Berbagi Apresiasi Bersama Pekerja Rentan melalui Livin’ Mandiri Berbagi
Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Denpasar Go Global

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 14:07 WIB

Pasca-Banjir Bandang, Irman Gusman Gaungkan Masa Depan Baru Solok

Saturday, 10 October 2026 - 06:32 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Perahu Karet Tangani Banjir di Pasar Youtefa Jayapura

Friday, 9 October 2026 - 08:13 WIB

Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo

Thursday, 8 October 2026 - 08:20 WIB

RUU Daerah Kepulauan Jadi Jalan Rekonsiliasi Pusat dan Daerah

Thursday, 8 October 2026 - 08:17 WIB

Kementerian PU Tangani 1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT, Penanganan Layanan Dasar Terus Berjalan

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki

Saturday, 10 Oct 2026 - 20:08 WIB