daelpos.com – PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian (Go Live) Learning Center Boiler Ultra Super Critical (USC) PLTU Jawa 7 sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), PT PLN (Persero) Pusdiklat, dan PT Sinergi Solusi Utama (SSU) di PLTU Jawa 7, Banten, Rabu (10/6).
Peresmian Learning Center Boiler USC Jawa 7 menjadi tonggak penting dalam pengembangan kompetensi sektor pembangkitan nasional. Fasilitas simulator berkapasitas 1.000 MW tersebut kini resmi menjadi pusat pembelajaran PLN yang akan mendukung peningkatan kompetensi operator pembangkit, transfer pengetahuan, hingga pengembangan talenta ketenagalistrikan berstandar global.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh President Director PT SGPJB An Liang bersama General Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat Y. Endah Cahyaningrum dan Direktur Utama PT Sinergi Solusi Utama Ardian Cholid. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Legal dan Human Capital Management PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto serta Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti.
Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan program pembelajaran, penyusunan kurikulum, penyediaan tenaga ahli, pemanfaatan simulator, hingga pengembangan bisnis pelatihan berbasis simulator. Sinergi antara SGPJB, PLN Pusdiklat, dan PT Sinergi Solusi Utama menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengembangan kompetensi yang terintegrasi antara pengalaman operasional pembangkit dan pembelajaran berbasis teknologi simulasi.
Learning Center Boiler USC Jawa 7 merupakan hasil pengembangan fasilitas simulator yang mereplikasi kondisi operasi pembangkit berteknologi Ultra Super Critical secara nyata. Didukung silabus dan modul yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Pusdiklat PLN dan tim ahli Jawa 7, fasilitas ini memungkinkan peserta mempelajari berbagai skenario operasi pembangkit, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, hingga mengasah kesiapan menghadapi kondisi darurat tanpa mengganggu operasi pembangkit sesungguhnya.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, mengatakan bahwa pengembangan kompetensi merupakan investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan transformasi energi yang tengah dijalankan PLN Group.
“Transformasi sektor ketenagalistrikan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Kehadiran Learning Center Boiler USC Jawa 7 menjadi investasi strategis dalam membangun talenta pembangkitan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. PLN Nusantara Power meyakini bahwa penguatan kompetensi berbasis pengalaman operasional nyata dan teknologi simulasi mutakhir akan menjadi kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” ujar Ari.
Lebih lanjut Ari menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini menjadi bukti kontribusi nyata PLN NP melalui perusahaan afiliasinya dalam menciptakan pusat pembelajaran kelas dunia.
“Sebagai bagian dari PLN Nusantara Power Group, kami memandang Learning Center Boiler USC Jawa 7 sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan human capital sektor pembangkitan. Melalui perusahaan afiliasi kami, SGPJB, PLN NP tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan energi yang andal, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menghadirkan pusat transfer knowledge dan pengembangan kompetensi berstandar global yang akan memperkuat kesiapan insan ketenagalistrikan Indonesia menghadapi tantangan transisi energi dan target Net Zero Emission,” tambahnya.
President Director PT SGPJB dan GHPJB, An Liang, menyampaikan bahwa peresmian Learning Center Boiler USC Jawa 7 merupakan kelanjutan dari kerja sama pengembangan kompetensi yang telah dirintis sebelumnya.
“Tahun lalu kami menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan simulator, dan hari ini kerja sama tersebut memasuki tahap implementasi resmi. Kami percaya bahwa sumber daya manusia merupakan kunci utama kemajuan industri ketenagalistrikan. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas operasional sekaligus memperkuat program pengembangan tenaga profesional melalui pusat pelatihan simulator ini,” ujar An Liang.
An Liang menambahkan bahwa keberhasilan SGPJB tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan PLN selama ini.
“Kami berharap hubungan kerja sama dengan PLN dapat terus berkembang dan semakin erat. Bersama-sama, kami ingin mencetak tenaga profesional yang berkualitas dan mendukung kemajuan sektor ketenagalistrikan Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Legal dan Human Capital Management PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, mengapresiasi inisiatif SGPJB yang menghadirkan fasilitas simulator USC dan membuka akses pemanfaatannya bagi PLN Group.
“Inisiatif seperti ini sangat unik dan luar biasa. Sebagai Independent Power Producer, SGPJB tidak memiliki kewajiban untuk membangun fasilitas simulator ini, namun manajemen Shenhua secara sukarela menghadirkannya dan bahkan mengajak PLN untuk berkolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Fasilitas ini akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan kompetensi insan PLN dan sektor ketenagalistrikan Indonesia secara lebih luas,” ungkap Yusuf.
PLN NP Group sendiri telah memanfaatkan fasilitas simulator USC Jawa 7 untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja pembangkitan. Salah satunya adalah membekali personel yang akan terlibat dalam layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit di Bangladesh. Saat ini peserta dari PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, dan entitas PLN lainnya juga tengah memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kompetensi.
PLTU Jawa 7 bekapasitas 2 x 1.050 MW menjadi salah satu pembangkit batu bara terbesar sekaligus paling efisien di Indonesia. Menggunakan teknologi USC, pembangkit ini mampu meningkatkan efisiensi pembakaran batu bara sehingga menekan konsumsi bahan bakar dan emisi. Selain itu, PLTU Jawa 7 juga dilengkapi teknologi Sea Water Flue Gas Desulfurization (SWFGD) yang memanfaatkan air laut untuk menangkap sulfur dioksida sebelum dilepaskan ke atmosfer sehingga lebih ramah lingkungan.
PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) sendiri merupakan perusahaan patungan antara China Shenhua Energy Company Limited dengan PLN Nusantara Renewables, anak usaha PLN Nusantara Power. Kehadiran Learning Center Boiler USC Jawa 7 semakin memperkuat kontribusi PLN NP Group dalam mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia pembangkitan nasional sekaligus mendukung tercapainya ketahanan energi dan target transisi energi Indonesia.
Melalui Go Live Learning Center Boiler USC Jawa 7, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga melahirkan talenta-talenta unggul yang akan menjadi penggerak masa depan sektor ketenagalistrikan Indonesia dan kawasan.(*)








