Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia

Thursday, 25 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kaya potensi ekonomi. Namun kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal jika bangsa sendiri tidak hadir untuk mengenali, mengembangkan, dan mengelolanya.

Peringatan itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menutup pidatonya di hadapan para Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (19/6).

“Indonesia memang kaya. Tetapi bagaimana kita tahu Indonesia kaya apabila kita tidak hadir di kawasan-kawasan tersebut?” ujar Iftitah.

Selama berkeliling ke berbagai kawasan transmigrasi dan daerah terpencil, ia mengaku kerap menemukan peneliti, akademisi, dan pelaku usaha asing yang justru lebih dahulu mengenali potensi daerah-daerah Indonesia.

Ia mencontohkan keberadaan peneliti dari berbagai negara di sejumlah kawasan Indonesia, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, hingga Kenya. Di Raja Ampat, menurutnya, terdapat resort yang dikelola warga negara asing, sementara di daerah lain terdapat homestay yang telah dimiliki dan dikembangkan warga negara asing sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau kita tidak hadir di seluruh kawasan Indonesia, maka akan ada orang lain yang hadir di kawasan tersebut, melihatnya, mengelolanya, dan memanfaatkan potensinya,” tegasnya.

Karena itu, Iftitah mengajak perguruan tinggi untuk lebih aktif hadir di berbagai kawasan Indonesia, terutama wilayah-wilayah yang sedang tumbuh dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mengubah potensi menjadi kesejahteraan.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu menciptakan pengetahuan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghadirkan pengetahuan hingga ke titik paling jauh dari peta Indonesia,” pungkasnya.

See also  MenkopUKM: Koperasi Pesantren Potensial Membangun Jaringan Ritel Modern

Berita Terkait

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT
Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat
Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia
Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih
Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan
Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai
Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina
Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 17:03 WIB

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Thursday, 13 August 2026 - 15:56 WIB

Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat

Wednesday, 12 August 2026 - 19:30 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia

Wednesday, 12 August 2026 - 15:53 WIB

Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih

Tuesday, 11 August 2026 - 18:21 WIB

Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan

Berita Terbaru

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB