Harga Pupuk Turun, Transmigrasi Siap Dukung Swasembada Pangan

Sunday, 28 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kabar baik terus menghampiri sektor pertanian nasional. Harga pupuk turun hingga 20 persen, kesejahteraan petani meningkat, dan produksi pangan mencetak rekor baru. Momentum positif ini dimanfaatkan Kementerian Transmigrasi untuk memperkuat peran kawasan transmigrasi sebagai penyangga swasembada pangan nasional.

Dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6), terungkap sejumlah capaian menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, sementara produksi pangan nasional disebut telah menembus 38 juta ton.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan kawasan transmigrasi harus diarahkan sebagai pusat-pusat produksi pangan baru.

“Ketika produksi pangan nasional meningkat, kawasan transmigrasi harus siap menjadi ruang produksi yang memperkuat swasembada pangan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi,” ujar Iftitah.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberpihakan pemerintah kepada petani dan nelayan. Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan, melainkan harus memperkuat produksi dalam negeri dengan meningkatkan kesejahteraan para pelaku utamanya.

“Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung dengan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama petani, nelayan, penyuluh, pemerintah, aparat, hingga seluruh elemen bangsa.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Transmigrasi berkomitmen menjadikan kawasan transmigrasi sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian. Banyak kawasan transmigrasi dinilai memiliki potensi lahan yang luas, tenaga kerja produktif, komoditas unggulan, hingga peluang hilirisasi yang bisa dikembangkan lebih optimal.

See also  Kembangkan Destinasi Wisata Alam Petungkriyono Melalui Koperasi dan Medsos

Iftitah menegaskan, konsep transmigrasi saat ini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia berkualitas.

“Melalui transmigrasi, kita ingin mendatangkan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia terbaik untuk membantu masyarakat Papua mengelola potensi yang mereka miliki. Bukan sekadar memindahkan orang, tetapi menghadirkan kapasitas dan kesempatan yang dapat mempercepat kemajuan kawasan,” kata Iftitah saat kunjungan kerja di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Kurik, Papua Selatan.

PENAS XVII juga memperlihatkan berbagai inovasi pertanian modern. Salah satunya teknik pola tanam dengan jarak lebih rapat yang mampu meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 5-5,5 ton per hektare menjadi 10-12 ton per hektare. Teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di kawasan transmigrasi agar produktivitas petani semakin meningkat.

Ke depan, Kementerian Transmigrasi ingin mengubah wajah kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi modern yang produktif, berbasis teknologi, data, kelembagaan yang kuat, serta terhubung dengan pasar.

Pesan yang dibawa dari Gorontalo pun semakin jelas. Ketahanan pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga membangun kawasan-kawasan baru yang mampu menopang kemandirian bangsa. Kementerian Transmigrasi menyatakan siap mengambil peran dalam mewujudkan visi tersebut melalui pembangunan kawasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut
Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 00:12 WIB

Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai

Sunday, 27 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Berita Terbaru

Mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto / foto ist

Hukum

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Monday, 28 Sep 2026 - 22:17 WIB

Pramono Anung: Pemprov DKI  / foto ist

Megapolitan

Soal Desil KJP-KJMU, Pramono: Itu Kewenangan Pusat

Monday, 28 Sep 2026 - 16:10 WIB