daelpos.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran yang jauh lebih strategis dibanding sekadar menjadi bank milik pemerintah daerah. Selain menjalankan fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat, BPD juga menjadi salah satu penopang keuangan daerah lewat setoran dividen, pembayaran pajak, hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kehadiran BPD dinilai menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di berbagai daerah. Melalui pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BPD ikut mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan kinerja sepanjang 2025, Bank BJB masih menjadi BPD dengan modal inti terbesar di Indonesia. Besarnya modal tersebut menjadi fondasi bagi perseroan untuk memperkuat ekspansi bisnis dan meningkatkan daya saing di industri perbankan.
Sementara itu, Bank Jatim mencatatkan laba bersih tertinggi di antara lima BPD terbesar. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Di sisi lain, BPD Jawa Tengah tampil sebagai penyumbang dividen terbesar kepada pemerintah daerah. Nilai dividen yang disetorkan mencapai lebih dari Rp1,1 triliun, menjadikannya salah satu sumber penerimaan daerah yang signifikan untuk mendukung pembiayaan pembangunan.
Data tersebut menunjukkan bahwa setiap BPD memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda. Ada yang unggul dari sisi permodalan, ada yang menonjol dalam menghasilkan laba, dan ada pula yang memberikan kontribusi paling besar melalui dividen kepada pemegang saham, yaitu pemerintah daerah.
Selain memberikan manfaat finansial bagi daerah, BPD juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Berbagai program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Ke depan, tantangan bagi BPD adalah memperkuat transformasi digital, meningkatkan daya saing, serta memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif agar perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah semakin optimal.
Lantas, apakah menurut Anda peran Bank Pembangunan Daerah saat ini sudah cukup besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, atau masih perlu diperkuat lagi?








