Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Saturday, 11 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lima bendungan yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). Optimalisasi tersebut dilakukan dengan memastikan pembangunan jaringan irigasi agar air dari bendungan dapat mengalir hingga ke lahan pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan tersebut dibangun pada periode 2015–2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras,” kata Presiden Prabowo.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan tidak berhenti pada selesainya konstruksi. Kementerian PU berkomitmen memastikan setiap bendungan berfungsi optimal melalui pembangunan jaringan irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan.

“Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer,” kata Menteri Dody.

Hingga saat ini, jaringan irigasi yang telah beroperasi pada lima bendungan tersebut telah melayani total 15.241 hektare lahan pertanian, terdiri atas 494 hektare pada Bendungan Meninting, 806 hektare pada Bendungan Jlantah, 9.598 hektare pada Bendungan Sidan, dan 4.343 hektare pada Bendungan Keureuto.

See also  Terima 400 Kajian Kawasan Transmigrasi, Wamen Viva Yoga: Kita Realisasikan Dalam Pembangunan

Secara bertahap, kelima bendungan tersebut akan didukung oleh pembangunan jaringan irigasi tambahan yang akan melayani 24.299 hektare lahan pertanian, meliputi 1.065 hektare di Bendungan Meninting, 688 hektare di Bendungan Jlantah, 10.352 hektare di Bendungan Keureuto, dan 12.194 hektare di Bendungan Rukoh. Dengan penyelesaian jaringan irigasi tersebut, seluruh potensi layanan irigasi seluas 39.540 hektare diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden. Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, kesinambungan pembangunan terus kami jaga agar bendungan tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur, tetapi berfungsi optimal untuk mendukung swasembada pangan sekaligus menyediakan air bersih bagi masyarakat,” jelas Menteri Dody.

Bendungan Meninting Dukung Para Petani di Kab. Lombok Barat

Untuk Bendungan Meninting yang menjadi lokasi peresmian di Kabupaten Lombok Barat, NTB, telah bermanfaat dalam mengurangi konflik horizontal terkait air.

“Khusus untuk bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menjelaskan terkait manfaat Bendungan Meninting yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik, dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Dan sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang kita bisa airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km. Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” tandas Menteri Dody. (PU608)

Berita Terkait

Dibangun di Kawasan Sejuk, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung Dukung Kenyamanan Belajar Siswa
Prabowo Resmikan B50, RI Hemat Devisa Rp170 Triliun
Brangkas Kafe, Kortastipidkor Polri Sita Uang Hampir Rp60 Miliar
Prioritaskan Keselamatan Warga, Menteri PU Instruksikan BPJN Aceh Perkuat Jembatan Enang-enang
Cadangan Devisa RI Juni 2026 Tetap Tebal, Tembus 145,6 Miliar Dolar AS
HKI Percepat Pembangunan Proyek Tol Lingkar Pekanbaru dengan Teknologi Konstruksi
Tampilkan Rubrik Tentang Desa, Mendes Puji Radar Mojokerto
Kementerian PU dan Stranas PK Perluas SIPASTI ke Pemerintah Daerah, Perkuat Tata Kelola Infrastruktur

Berita Terkait

Saturday, 11 July 2026 - 05:43 WIB

Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Thursday, 9 July 2026 - 18:38 WIB

Prabowo Resmikan B50, RI Hemat Devisa Rp170 Triliun

Thursday, 9 July 2026 - 08:41 WIB

Brangkas Kafe, Kortastipidkor Polri Sita Uang Hampir Rp60 Miliar

Thursday, 9 July 2026 - 08:19 WIB

Prioritaskan Keselamatan Warga, Menteri PU Instruksikan BPJN Aceh Perkuat Jembatan Enang-enang

Wednesday, 8 July 2026 - 18:28 WIB

Cadangan Devisa RI Juni 2026 Tetap Tebal, Tembus 145,6 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru