daelpos.com – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah menyiapkan Kawasan Transmigrasi Rempang, Kepulauan Riau, menjadi gerbang baru masuknya investasi melalui penyelenggaraan Festival Transmigrasi pada awal Oktober 2026. Salah satu agenda andalannya adalah Festival Kopi Kawasan Transmigrasi yang akan menampilkan kopi terbaik serta beragam produk unggulan hasil transmigrasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, festival tersebut bukan sekadar ajang promosi produk, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem investasi di kawasan transmigrasi.
“Nanti kita kemas menjadi Festival Transmigrasi. Di dalamnya ada Festival Kopi dan berbagai kegiatan lainnya,” ujar Iftitah saat memberikan arahan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta, Kamis (9/7).
Menurut Iftitah, paradigma pembangunan transmigrasi kini telah mengalami perubahan. Pemerintah tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, mendorong lahirnya industri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Orang mengikuti program transmigrasi harapannya hidup lebih baik. Di sana nanti ada industri yang menghasilkan pendapatan, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat dan menghasilkan nilai tambah bagi negara,” katanya.
Sebagai tuan rumah Festival Transmigrasi, kawasan Rempang kini dipersiapkan secara menyeluruh. Penataan dilakukan melalui penghijauan kawasan, pembenahan fasilitas balai, penyediaan ruang publik, hingga pemberdayaan masyarakat agar siap menyambut investor, pelaku usaha, mitra strategis, serta tamu dari dalam maupun luar negeri.
Festival tersebut dirancang sebagai etalase investasi yang mempertemukan potensi kawasan transmigrasi dengan dunia usaha. Melalui ajang ini, para investor akan diperkenalkan pada berbagai peluang investasi berbasis komoditas unggulan, industri pengolahan, hingga pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya menyuguhkan Festival Kopi, beragam produk unggulan hasil transmigrasi dari seluruh Indonesia juga akan dipamerkan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi pusat produksi yang memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi.
Melalui Festival Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi ingin menegaskan transformasi kawasan transmigrasi sebagai destinasi investasi baru yang tidak hanya menawarkan peluang bisnis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat dan negara. */








