daelpos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menorehkan capaian positif. Tak hanya berhasil melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2025, kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu juga kembali mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sepanjang 2025, realisasi PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp138,40 triliun atau 108,56 persen dari target sebesar Rp127,48 triliun. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa optimalisasi penerimaan negara berjalan beriringan dengan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Opini WTP diberikan BPK atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2025. Laporan hasil pemeriksaan itu diserahkan dalam agenda yang digelar pada Rabu (5/8).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi kementeriannya dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi Kementerian ESDM dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara,” ujar Bahlil.
Kinerja positif itu juga berlanjut pada tahun ini. Hingga Juli 2026, realisasi PNBP Kementerian ESDM telah mencapai Rp96,26 triliun atau 70,69 persen dari target tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp136,18 triliun.
Menurut Bahlil, peningkatan penerimaan negara harus tetap diimbangi dengan prinsip tata kelola yang baik. Karena itu, optimalisasi PNBP akan terus dilakukan dengan mengedepankan akuntabilitas, transparansi, keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam, serta kepatuhan para pelaku usaha.
“Peningkatan penerimaan harus tetap dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan kepatuhan para pelaku usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan apresiasi atas capaian Kementerian ESDM. Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurutnya, keberhasilan kementerian tersebut sangat ditopang oleh kinerja sektor inti atau core business di bidang energi dan sumber daya mineral.
“Tidak banyak kementerian yang keberhasilannya didominasi terkait dengan core business-nya. Jadi, saya mengucapkan selamat kepada pimpinan Kementerian ESDM dan jajaran yang telah melaksanakan kegiatannya dengan baik,” kata Nyoman.
Sebagai informasi, opini WTP merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan pemerintah. Penilaian itu diberikan apabila laporan keuangan dinilai telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, memenuhi Standar Akuntansi Pemerintahan, memiliki pengungkapan yang memadai, mematuhi peraturan perundang-undangan, serta didukung sistem pengendalian internal yang efektif.








