Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Tuesday, 11 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Pentingnya integritas generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa menjadi pesan yang disuarakan dalam Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat.

Salah satu peserta, Elok Jati Linuwih, siswi kelas XI dari Mandua Wonosobo yang berasal dari Kalibawang, Wonosobo, menyampaikan gagasan tentang pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

Dalam pidatonya yang mengangkat tema “Integritas adalah Kunci Kejayaan Bangsa”, Elok mengajak masyarakat untuk melihat kembali apa yang sesungguhnya menentukan masa depan sebuah bangsa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Menurut Elok, kekayaan sumber daya alam, kemajuan teknologi, kecerdasan, dan prestasi akademik memang penting. Namun, semuanya tidak akan cukup apabila tidak dikelola oleh manusia yang memiliki integritas.

“Banyak negara kaya sumber daya tapi miskin. Banyak negara canggih AI tapi rakyatnya tidak percaya satu sama lain. Maka saya percaya faktor penentu nomor satu adalah integritas manusia yang mengelolanya,” ujar Elok.

Elok menilai Indonesia saat ini tidak kekurangan orang pintar. Setiap tahun lahir jutaan lulusan, sementara perkembangan teknologi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi.

Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Ia menyoroti persoalan penyalahgunaan data pribadi, hoaks yang dapat menyebar dengan cepat, budaya instan, hingga individualisme yang semakin berkembang di tengah masyarakat.

“Tanpa kompas moral, kepintaran bisa jadi bumerang,” katanya.

Karena itu, Elok menilai pendidikan harus memiliki perhatian yang lebih besar terhadap pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus melahirkan manusia yang memiliki lima karakter utama: jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, dan berani.

Ia meyakini pendidikan karakter akan menjadi bagian penting dalam membangun bangsa. Manusia yang berintegritas, menurut Elok, akan memperkuat keadilan, meningkatkan kepercayaan publik, membangun demokrasi yang sehat, dan pada akhirnya mendorong terciptanya ekonomi yang maju dan berkeadilan.

See also  Hadiri Pelepasan Jamaah Haji Bandung Barat, Ace Hasan Pastikan Pelayanan Haji Lebih Baik

Dalam pidatonya, Elok juga mengajak generasi muda untuk memahami bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar.

“Perubahan besar tidak dimulai dari istana. Dia dimulai dari perbuatan kecil yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat menjadi bagian dari pembangunan integritas, seperti tidak mencontek, saling menghargai, menepati janji, disiplin, dan berani menyampaikan pendapat ketika melihat sesuatu yang tidak benar.

Bagi Elok, integritas bukanlah sesuatu yang dapat dibangun secara instan. Integritas justru lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus.

“Integritas tidak dibangun dalam satu hari. Integritas adalah kebiasaan baik yang kita ulang seribu kali,” tegasnya.

Elok juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerus bangsa. Mereka memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan arah Indonesia di masa depan.

“Kalian bukan generasi penerus. Kalian adalah generasi penentu,” katanya.

Di akhir pidatonya, Elok menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan untuk mencapai kemajuan.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Indonesia hanya sedang menunggu lebih banyak orang yang berintegritas. Mari kita jemput masa depan dengan integritas,” pungkasnya.

Pesan Elok dari Wonosobo menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang atau seberapa banyak sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh karakter manusia yang berada di baliknya. Dari daerah, suara generasi muda turut menjadi bagian dari percakapan besar tentang masa depan Indonesia—tentang bagaimana kecerdasan, keberanian, dan integritas dapat berjalan bersama untuk membangun bangsa yang maju dan berkeadilan.

Melalui Lomba Rakyat, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, keberanian, dan pandangannya tentang Indonesia masa depan. Partai Demokrat percaya bahwa masa depan bangsa harus dibangun bersama generasi muda—bukan hanya untuk mereka, tetapi bersama mereka.

Berita Terkait

Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI
PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara
GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan
Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari
Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan
Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Monday, 3 August 2026 - 16:20 WIB

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Sunday, 2 August 2026 - 18:19 WIB

GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Monday, 20 July 2026 - 22:10 WIB

PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara

Tuesday, 2 June 2026 - 14:40 WIB

GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:42 WIB

Nasional

Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:27 WIB