daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di Jakarta hingga Selasa (8/9). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perpanjangan PJJ berlaku bagi satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keamanan dan kenyamanan siswa selama kondisi lingkungan masih dalam pemantauan.
Selama PJJ diberlakukan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan sistem pembelajaran dari rumah. Sekolah diminta memastikan proses pembelajaran tetap terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara di wilayah Jakarta. Informasi terkait potensi sebaran abu vulkanik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Pramono mengatakan kebijakan tersebut bersifat antisipatif. Pemerintah daerah akan melihat perkembangan situasi sebelum memutuskan apakah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
“Kita lihat perkembangannya. Yang paling penting keselamatan anak-anak dan warga sekolah,” ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya terhadap Jakarta.
Dengan perpanjangan PJJ tersebut, orang tua dan peserta didik diimbau mengikuti informasi resmi dari sekolah maupun Pemprov DKI Jakarta terkait perubahan kebijakan pembelajaran.








