daelpos.com – Warga kawasan transmigrasi dan sekitar wilayah Klamono Segun, Kabupaten Sorong, Papua Selatan, kini tidak perlu pusing lagi dengan kelangkaan minyak tanah. Bahkan mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya mendampingi warga dalam mengenal dan menggunakan kompor biomassa yang dapat menggunakan bahan bakar seperti kayu, arang, serbuk gergaji, dan batok kelapa. Mengingat bahan-bahan tersebut relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar warga.
“Selanjutnya, kami tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga membagikan unit kompor biomassa secara terbatas dengan prioritas bagi warga lokal dan transmigran yang bersedia dilatih atau sudah memiliki wirausaha,” ujar salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya, Yogi beberapa waktu lalu.
Selain tidak bergantung pada minyak tanah, kompor biomassa juga lebih hemat energi, ramah lingkungan, serta menghasilkan panas yang lebih stabil. Tak hanya itu, Tim Ekspedisi Patriot juga mendampingi warga mengolah talas dan pisang menjadi keripik yang memiliki nilai jual, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
“Sangat luar biasa, kami yang ada di Sorong kebanyakan kalau untuk bahan bakar kadang ada kendala. Ada juga gas, tapi gas terbatas. Ada orang-orang di atas yang bisa jangkau, tapi masyarakat ke bawah terkadang sulit. Jadi, pengadaan kompor ini bagi saya sangat baik dan sangat bagus. Saya percaya akan sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” ujar pelaku UMKM, Ulike.
Berlangsung di empat titik, program ini telah menjangkau puluhan warga, termasuk masyarakat lokal di Distrik Klasafet. Hasil olahan warga dan inovasi kompor biomassa tersebut juga telah diperkenalkan dalam dua pameran UMKM daerah di Kabupaten Sorong.
Untuk menjaga keberlanjutan inisiatif tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya bersama warga setempat turut menyiapkan rintisan kios hilirisasi. Kios ini akan menjadi pusat distribusi kompor biomassa dan akses air bersih, sekaligus menampung produk olahan warga untuk dipasarkan, mulai dari tingkat lokal hingga ke wilayah perkotaan.
Upaya mendorong kemandirian energi sekaligus penguatan kewirausahaan masyarakat ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya swasembada energi nasional yang turut menjangkau masyarakat perdesaan. Semangat tersebut juga senada dengan arahan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY).
“Sumber daya alam harus kita olah menjadi nilai tambah dan pekerjaan. Tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan,” ujar Menko AHY di Jakarta (06/09/2026).
Langkah ini sekaligus menguatkan komitmen Kementerian Transmigrasi dalam menyusun kebijakan pembangunan berdasar pada pemetaan fakta melalui program Tim Ekspedisi Patriot, sebagaimana ditekankan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
“Para Patriot adalah mata dan telinga kita di lapangan. Hasil kerja mereka akan menjadi salah satu fondasi penting bagi kebijakan dan pembangunan kawasan transmigrasi ke depan,” ujar Menteri Iftitah di Jakarta (24/08/2026).








