daelpos.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan dukungan atas dimulainya operasional Basis Industri Terintegrasi Kelapa dan Produk Turunannya PT Freenow Food Industry di Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (7/9). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas hilirisasi ke sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
PT Freenow Food Industry akan mengembangkan industri pengolahan kelapa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan rencana investasi mencapai sekitar Rp776 miliar atau setara USD47 juta dalam tiga tahap. Pada tahap awal, perusahaan akan memproduksi santan, air kelapa konsentrat, minyak kelapa, dan arang tempurung, serta pada tahap berikutnya akan mengembangkan produk bernilai tambah lebih tinggi seperti susu kelapa dan minuman siap saji untuk pasar ekspor. Industri ini juga akan memanfaatkan hampir seluruh bagian kelapa, mulai dari daging, air, tempurung, hingga sabut.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terealisasinya investasi Zhejiang FreeNow Food Cooperation di Indonesia. Investasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa nasional. Kita berharap kehadiran Freenow tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan petani kelapa, serta memperkuat ekosistem industri pengolahan kelapa di Indonesia,” ujar Menteri Rosan.
Pada fase pertama, PT Freenow Food Industry akan menyerap sekitar 184 ribu ton kelapa per tahun dan menyerap hampir 2.900 tenaga kerja. Ketika beroperasi penuh, kebutuhan bahan baku ditargetkan mencapai setara 500 juta butir kelapa per tahun, dengan keterlibatan petani dan masyarakat hingga 10.000 orang. Pemerintah mendorong agar petani menjadi bagian dari ekosistem industri melalui kepastian pembelian dengan harga yang adil, dukungan peremajaan kebun rakyat, serta keterlibatan UMKM dan pemasok lokal dalam rantai pasok.
“Kami membuka ruang yang luas bagi Zhenshi Holding Group untuk meningkatkan dan menambah investasi di Indonesia, tidak hanya di sektor yang telah berjalan tetapi juga di berbagai sektor strategis lainnya yang memiliki potensi besar. Pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan demi menciptakan iklim investasi yang semakin baik sehingga para investor dapat tumbuh bersama Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” lanjut Menteri Rosan.
Turut hadir secara langsung dalam peresmian tersebut Presiden Direktur Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. Zhang Kai, bersama jajaran pimpinan PT Freenow Food Industry dan Zhenshi Holding Group. Dengan diresmikannya operasional PT Freenow Food Industry di IHIP Morowali, diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai nilai industri kelapa nasional sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi petani, UMKM, dan pemasok lokal. Pemerintah terus berupaya memberikan kepastian dan kemudahan berusaha serta mengawal realisasi investasi agar hilirisasi memberikan manfaat optimal bagi perekonomian dan masyarakat.(*)








