Sri, Kamu Kesetanan?

Friday, 21 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.”_ (QS. Al Baqarah: 275)

SRI Koe serius ? Mau malak rakyat lagi ? Karena utang riba yang kamu tumpuk ? Ingat Sri ! Bagaimanapun Koe itu Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Islam.

Sri, Tiga jenis tarif cukai baru yang mbok ajukan itu luar  biasa membebani rakyat. Koe tega ambil cukai dari kantong plastik, cukai minuman bergula, dan cukai emisi kendaraan ? Opo tidak ada solusi lain ?

Sri, tak usah lah berdalih mengurangi konsumsi masyarakat dan penyelamatan lingkungan. Jujur saja kamu pingin menambah pundi-pundi penerimaan negara hingga Rp 23,5 triliun.

Sri, kamu bisa dimaki emak-emak. Mereka ga dapat tambahan uang belanja dari bapak-bapak, tapi beban  konsumsi  rumah  tangga  jadi naik.

Sri, kamu tahu arti cukai kantong plastik sekitar Rp 1,6 triliun ? Yang kamu sederhanakan dengan perhitungan usulan tarif cukai kantong plastik sebesar Rp 30 ribu per kilogram atau Rp 200 per lembar menjadi Rp 450 per lembar ? Itu bagi wong cilik, bagi anak buah Megawati, bagi pemilih PDIP, sangat membebani.

Kamu enak, tinggal  bilang konsumsi plastik atau kresek Indonesia mencapai 107 juta kilo. Dengan usulan tarif cukai Rp 30 ribu per kg, maka konsumsi kantong plastik ditargetkan turun jadi 53 ribu kg. Itu omongan diatas kertas, faktanya ga gitu Sri.

Terus minuman ringan dengan usulan tarif cukai dikisaran Rp 1.500 – Rp 2.500 per liter untuk minuman teh kemasan hingga minuman bersoda. Itu kamu mau memaksa orang kehausan, atau otomatis bayar jatah preman demi menghilangkan haus ?

Kamu juga enak tinggal itung, minuman jenis minuman ringan yang diproduksi sekitar 747 juta liter hingga 2.191 juta liter. Dengan jumlah produksi ini, maka kamu enak saja mengepul potensi penerimaan negaranya mencapai Rp 6,25 triliun.

See also  Bertolak ke Riau, Wapres Hadiri Hari Desa Asri Nusantara

Terakhir, cukai emisi COs (karbon) pada kendaraan bermotor. Dengan usulan ini, potensi penerimaan negaranya mencapai Rp 15,7 triliun. Asumsi potensi penerimaan cukai ini sekurang-kurangnya sama dengan nilai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Pajak tersebut saat ini telah diterapkan untuk kendaraan dengan CC yang lebih besar.

Walah Sri, pemotor itu wong cilik. Kok ya tega-teganya urusan buang asap kenalpot saja dipalaki. BBM nya dipalak, asap kenalpotnya dipalaki, lengkap sudah.

Sebenarnya Sri, kalau kamu memang ketua ikatan sarjana ekonomi Islam, pakar ekonomi Islam, seharusnya tahu pajak itu haram. Apalagi, uang pajak itu untuk bayar cicilan dan bunga utang riba negara yang gede banget.

Kamu harusnya sikat tuh tambang-tambang asing, semua itu menurut ekonomi Islam sah dan legal menjadi sumber pemasukan negara. Jangan main sikat kepada orang kecil, bisa kualat kamu Sri.[]

Nasrudin Joha
Sastrawan politik.

Berita Terkait

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator
Kementerian PU Tuntaskan Pengerukan Muara Batang Kuranji, Perkuat Pengendalian Banjir di Kota Padang
Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut
Rakornas PKP, Mendes Yandri Paparkan Desa Tematik dan SEHATI
Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon
BPD Tak Sekadar Bank Daerah, Mesin Dividen dan Penggerak Ekonomi Lokal
Larang Konsep One Man Show, Mendes Ingin Realisasi Program SEHATI Berbasis Kolaborasi
Arsitektur Menarik Sekolah Rakyat Cirebon, Punya Gapura Berpadu Budaya Lokal

Berita Terkait

Friday, 3 July 2026 - 19:05 WIB

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator

Friday, 3 July 2026 - 18:55 WIB

Kementerian PU Tuntaskan Pengerukan Muara Batang Kuranji, Perkuat Pengendalian Banjir di Kota Padang

Thursday, 2 July 2026 - 17:10 WIB

Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut

Thursday, 2 July 2026 - 17:01 WIB

Rakornas PKP, Mendes Yandri Paparkan Desa Tematik dan SEHATI

Wednesday, 1 July 2026 - 01:20 WIB

Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon

Berita Terbaru