Problem Demokrat dan Kesempatan Untuk Bangkit

Sunday, 15 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aditiya Utama
Bidang Kajian dan Opini Publik BMI ‘ Bintang Muda Indonesia

DAELPOS.com – Pemilihan Umum tahun 2004 merupakan momentum dimana Indonesia memasuki babak baru, transisi demokrasi berjalan dengan lebih sistematis melalui pemilihan presiden yang diselenggarakan secara langsung. Bersamaan dengan itu, Partai Demokrat hadir mengiringi dan menjadi lentera baru ditengah pencarian bangsa pada figur yang dinilai tepat untuk memimpin bangsa dipenghujung 2004. Partai Demokrat hadir dengan membawa narasi segar Nasionalis-Religius yang masih relevan hingga hingga hari ini beserta figur yang ditampilkan waktu itu Sosilo Bambang Yudhoyono.

Tak pelak, hal ini mengundang simpati rakyat, tahun 2004 Partai Demokrat bertengger di urutan ke 5 dan di 2009 melesat ke posisi 1. Ini merupakan prestasi besar, Partai Demokrat mampu bertahan dua periode dan mampu terus menerus meningkatkan performanya.
Isu Pemberantasan Korupsi tanpa pandang bulu menjadi langkah berani bagi Pemerintahan yang dipimpin Partai Demokrat. Sehingga mampu mengembalikan kepercayaan rakyat atas komitmen pemerintah pada pemberantasan korupsi.

Sebagai partai besar yang terbukti pernah memimpin pemerintahan, sudah saatnya partai Demokrat menjadi partai yang mampu memberikan teladan bagi bangsa. Dengan posisi partai saat ini, setiap lagkah yang diambil partai haruslah dalam rangka merepresentasi kepentingan rakyat. Hal ini menjadi kesempatan bagi partai Demokrat untuk bisa bangkit dan memenangkan kembali hati rakyat.

Memperkuat Konsistensi Oposisi

Beberapa langkah yang bisa dilakukan partai Demokrat kedepan pertama adalah terkait konsistensi sebagai oposisi. Oposisi menjadi Pilihan ditengah keberpihakan Demokrat pada usulan Pansus Jiwasraya. Ini menjadi momentum awal Demokrat untuk mempertegas keberpihakannya ditengah banyaknya produk kebijakan yang dinilai banyak merugikan rakyat. Sensitifitas Demokrat atas perkembangan isu serta respon rakyat atas berjalannya pemerintahan bisa menjadi modal besar dikemudian hari. Jika Demokrat mampu melakukan hal tersebut secara konsisten, maka akan menemukan momentumnya kembali ditengah lemahnya posisi rakyat dihadapan penguasa hari ini dan produk kebijakannya.

See also  Tindak Lanjuti Sengketa Tambang dan Perkebunan, BAP DPD RI Panggil Dua Kementerian

Kedua, selain mempertegas keberpihakan partai agar kembali mendapatkan kepercayaan rakyat. Partai Demokrat juga mempunyai tokoh yang berpotensi menjadi idola rakyat Indonesia kedepan. Munculnya nama besar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus juga dapat dimanfaatkan untuk membesarkan kembali nama partai. Namun hal ini bukan dalam rangka semangat patronase, tetapi didasari atas kesadaran bahwa sebagian besar rakyat Indonesia hari ini mempunyai harapan untuk memiliki pemimpin muda seperti AHY.

Ketiga, Demokrat harus mampu menjawab kebutuhan organisasi berupa sumberdaya kader, dimana melalui agenda kaderisasi partai mampu menyiapkan kader yang siap membesarkan serta memenangkan partai disetiap momentum kontestasi politik. Hal ini menuntut kader yang militant, dan militansi kader tentu tidak dapat dibangun secara instan. Untuk menjawab hal tersebut, agenda kaderisasi partai politik mutlak harus dikerjakan secara masif. Baik kaderisasi yang dikerjakan partai secara langsung maupun sayap partai haruslah menjadi kesadaran kader Demokrat hari ini, agar partai berjalan tidak hanya dengan perspektif elite, namun juga dengan membawa kesadaran pentingnya penguatan dan konsolidasi demokrasi.

Empat, memperkuat basis pemilih agamis dengan cara mengaktifkan kegiatan spiritual seperti kegiatan zikir dan shalawat bersama, gerakan sholat shubuh berjemaah di mesjid dan menyambut puasa dengan kegiatan kegiatan yang menarik bagi rakyat. Termasuk gerakan yang diminati pemilih millennial. Selain dua pendekatan itu, perlunya terobosan partai dalam rangka mendekatkan diri pada kelompok buruh dan petani dari hati-kehati.

Lima, membentuk lembaga bantuan hukum, sebagai bentuk komitmen partai untuk tetap hadir ditengah berbagai permasalahan hukum yang krusial yang sedang dihadapi rakyat. Pentingnya partai politik hadir di titik-titik konflik baik di sektor agraria, perburuhan, dan daerah pesisir, untuk memberikan bantuan hukum serta meyakinkan bahwa dijalur politik juga melakukan pembelaan.

See also  Ketua BKSAP DPR RI: Penangkapan Presiden Venezuela Mengancam Tatanan Hukum Internasional

Dengan lima resep itu mudah mudahan Partai Demokrat bisa lebih dekat pada rakyat terutama santri dan kelompok muda.

Berita Terkait

Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Jangkau Wilayah Rawan Kekeringan
Kementerian PU Dukung Status Siaga Darurat, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi
TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra
Dari Senggi hingga Manokwari Selatan: Langkah Generasi Muda Membangun Transmigrasi
Menteri PANRB: Wredatama Teladan Pengabdian
Kementerian PU Terapkan Asbuton A30, Perkuat Kemandirian Material Konstruksi Nasional
Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Jalan Tol Sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 22:51 WIB

Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Jangkau Wilayah Rawan Kekeringan

Monday, 27 July 2026 - 17:53 WIB

Kementerian PU Dukung Status Siaga Darurat, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi

Monday, 27 July 2026 - 17:31 WIB

TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi

Sunday, 26 July 2026 - 19:18 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra

Saturday, 25 July 2026 - 16:39 WIB

Dari Senggi hingga Manokwari Selatan: Langkah Generasi Muda Membangun Transmigrasi

Berita Terbaru