Kartu Pra Kerja Dikritik Keras, Jokowi: Itu Semi-Bansos!

Thursday, 23 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai kritik keras terhadap program Kartu Pra Kerja. Salah satu contohnya mempersoalkan biaya pelatihan Rp 1 juta yang disediakan oleh pemerintah.

Seharusnya dana itu bisa diberikan tunai kepada para peserta sebagai bantuan sosial (bansos)

Jokowi pun menegaskan karena adanya pandemi COVID-19 maka program Kartu Pra Kerja menjadi semi bansos, bukan murni pelatihan tapi juga bukan murni bansos.

“Ya saya sampaikan tadi semi bansos, bukan bansos tapi sudah semi bansos sama seperti dana desa sebagian memang masuk ke bansos,” kata dia dalam wawancara eksklusif dengan MataNajwa yang tayang di Trans7, Rabu (22/4/2020).

Soal pelatihan, Jokowi menjelaskan Kartu Pra Kerja merupakan program terbuka. Biayanya pun bervariasi. Peserta bebas untuk mengambil materi pelatihan yang ditawarkan.

“Bahwa ada biaya Rp 1 juta untuk pelatihan, itu bukan itu karena ini adalah sebuah program yang terbuka. Artinya semua perusahaan bisa menawarkan pelatihan lewat online di situ. Biaya pun juga terbuka di situ, bisa dilihat, tidak Rp 1 juta. Ada yang Rp 168 ribu, ada. Tapi yang Rp 200 ribu juga ada. Tinggal memilih. Ada juga yang Rp 800 ribu. Tergantung pelatihan yang diinginkan,” jelasnya.

“Dan misalnya ada perusahaan A ikut (menyediakan) pelatihan, ini belum tentu juga dipakai oleh peserta Pra Kerja. Jadi saya kira sekali lagi Kartu Pra Kerja ini sudah bukan murni training atau murni pelatihan tapi sudah masuk ke semi bansos dalam rangka juga COVID-19 ini,” terangnya.

Jokowi juga menyebut jika mayoritas peserta program Kartu Pra Kerja adalah korban PHK. Mereka yang jadi peserta akan dapat bantuan Rp 600 ribu per bulan, selama empat bulan.

See also  Mendes PDTT Hadiri Raker Perdana Dengan Komisi V DPR RI

“Arahnya sudah semi bansos sehingga Rp 600 ribu selama 4 bulan itu memang sudah semi bansos terutama untuk korban PHK. Ini hampir saya kira 80-90% yang ikut Kartu Pra Kerja ini korban PHK,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU, KSP dan Kemensos Perkuat Sinergi Percepatan Penyelesaian Sekolah Rakyat
Anak Transmigran Jadi Tim Patriot, Grasianto Kembali Mengabdi untuk Kawasan Transmigrasi
Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM
Prabowo Resmikan Panen Raya Jagung Kuartal II 2026
Mendes Yandri Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka
Melampaui Rencana, Hutama Karya Percepat Pemulihan Gedung DPRD Sulsel dan Makassar
Apel Siaga Kades, Mendes Minta Wujudkan Asta Cita ke-6 Presiden
Kemendes dan ID SEED Rencanakan Kolaborasi Ekspor Hasil Hilirisasi Desa Melalui Diaspora

Berita Terkait

Wednesday, 20 May 2026 - 19:43 WIB

Kementerian PU, KSP dan Kemensos Perkuat Sinergi Percepatan Penyelesaian Sekolah Rakyat

Wednesday, 20 May 2026 - 17:57 WIB

Anak Transmigran Jadi Tim Patriot, Grasianto Kembali Mengabdi untuk Kawasan Transmigrasi

Tuesday, 19 May 2026 - 19:52 WIB

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Sunday, 17 May 2026 - 17:12 WIB

Prabowo Resmikan Panen Raya Jagung Kuartal II 2026

Sunday, 17 May 2026 - 16:48 WIB

Mendes Yandri Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

Berita Terbaru

News

Pramono Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI

Wednesday, 20 May 2026 - 19:51 WIB

TelkomGroup kembali menorehkan prestasi di LinkedIn Talent Awards 2025 dengan meraih dua penghargaan sekaligus. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berhasil mempertahankan gelar Best Employer Brand on LinkedIn untuk kedua kalinya, sementara Telkomsel meraih penghargaan Learning Champion. Pencapaian ini menegaskan komitmen TelkomGroup dalam membangun employer branding yang kuat serta menghadirkan budaya belajar dan pengembangan talenta digital yang berkelanjutan, Kamis (7/5).

News

TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025

Wednesday, 20 May 2026 - 19:47 WIB