Menpora: Bincang Santai Hanifan dan Pipiet, Bahas Prestasi, Hingga Asmara

Saturday, 25 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit di bulan Ramadan bersama pasangan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang berprestasi melalui ngobrol online di kediaman Jatiwaringin, Jakarta Timur, Sabtu (25/4). Dua sejoli ini berhasil meraih medali emas Asian Games 2018./ Ist

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit di bulan Ramadan bersama pasangan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang berprestasi melalui ngobrol online di kediaman Jatiwaringin, Jakarta Timur, Sabtu (25/4). Dua sejoli ini berhasil meraih medali emas Asian Games 2018./ Ist

DAELPOS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit di bulan Ramadan bersama pasangan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang berprestasi melalui ngobrol online di kediaman Jatiwaringin, Jakarta Timur, Sabtu (25/4). Dua sejoli ini berhasil meraih medali emas Asian Games 2018.

Pertama, Menpora ngobrol santai dengan Hanifan. Bak host, Menpora melontarkan berbagai pertanyaan. Suasana tampak begitu penuh keakraban. Menurut Menpora, Hanifan merupakan salah satu pesilat andalan Indonesia dan menjadi harapan tim merah putih. “Hanifan salah satu andalan kita. Nah, bagaimana Hanifan bisa masuk dan tertarik di olahraga pencak silat?. Cabang olahraga bela diri kan banyak,” tanya Menpora.

Mendengar itu, Hanifan menjelaskan, dirinya tertarik untuk menekuni pencak silat karena orang tua dan ingin mengikuti jejaknya. Atas hal itu, dia berlatih dan memutuskan untuk berkarir di olahraga pencak silat. “Awalnya mengikuti jejak orang tua. Berlatih, bersemangat, dan harus memiliki tekad. Kemudian ikut kejuaraan dan dipantau untuk mengikuti PON. Kemudian ikut latihan dan harus juga seleksi. Proses seleksi sangat ketat, bersaing dengan senior, dan teman sendiri,” ujarnya.

Dengan tekad yang kuat, Hanifan akhirnya lolos dan terus memulai karirnya sebagai seorang pesilat. Berbagai kejuaraan diikutinya, mulai Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games. “Main di PON, itu sangat luar biasa. Hanif merasa menjadi kuda hitam saat itu. Sebagai orang baru yang turun di level nasional, dan kaget. Tak sampai disitu, lalu puncaknya ikut di Asian Games. Sebelumnya, harus di seleksi lagi. Di Asian Games, kita berjuang sampai titik darah penghabisan,” terang Hanifan.

Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenai perkembangan pencak silat di Indonesia. Apalagi, UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik. Dia ingin, pencak silat bisa terus dibesarkan. “Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain,” jelasnya.

See also  Puncak HUT Satpol PP dan Sat-Linmas, Mendagri Turun Langsung Pimpin Upacara

Dikesempatan yang sama, Menpora mengapresiasi prestasi yang telah diraih Hanifan saat Asian Games 2018. Selain itu, Menpora juga memuji langkah Hanifan yang langsung berlari seterusnya memeluk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto secara bersamaan usai memastikan medali emas.

“Tidak mengerti bisa sampai memeluk (secara bersamaan). Sebelumnya, ada motivasi, awalnya saya kalah pada ronde saat itu. Kemudian Pak Jokowi datang, dan ada rasa beban bahkan beberapa detik fokus saya hilang. Bagaimana kalau saya kalah, apalagi ini kita tuan rumah. Saya enggak mau itu terjadi (kalah). Bagaimana saya harus menang. Saya beranikan untuk kejar poin, dan akhirnya bisa. Saya bangga dan bisa menang. Nggak nyangka bisa juara. Saya memutuskan untuk silaturahmi keatas, ada Pak Jokowi, Pak Prabowo dan lainnya. Disitu adem, dan silaturahmi,” jelas Hanifan.

Setelahnya, Menpora juga bertanya soal asmara yang dibangun Hanifan dan Pipiet, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah. Hanifan pun tertawa. Hanifan bilang, awalnya mereka hanya berteman. Berbagi cerita, hingga berbagi teknik. “Namun, waktu ke waktu ada rasa bagaimana bisa menjalankannya dengan serius. Sampai akhirnya menikah,” katanya.

Hal yang sama juga diutarakan Pipiet dikesempatan selanjutnya. Hanifan, disebut Pipet sangat aktif dan suka mengoreksi saat latihan. “Hanifan kan tengil banget ya orangnya. Dia orangnya aktif. Sering misalnya latihan dia mengoreksi. Lalu ada rasa, dan akhirnya menikah. Saat Asian Games 2018, disitu kami sudah dekat. Lalu menikah setelah Asian Games 2018,” ujarnya.

Diakhir acara ngobrol online, Menpora berterima kasih kepada keduanya yang sudah berbagi cerita, yang mungkin bisa menjadi inspirasi banyak orang. Kedua pesilat Indonesia ini juga berpesan kepada masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah ditengah wabah Covid-19. Dia berharap masyarakat di tanah air agar terus berkreatifitas. Tetap menjaga jarak, menjaga kesehatan, dan selalu memakai masker serta rajin mencuci tangan.

Berita Terkait

Longsor Tutup Akses Jalan Lembah Anai, Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan dalam Hitungan Jam
Kementerian PU Gerak Cepat, 14 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Seram Bagian Timur
Fasilitas Lengkap dan Modern, Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Lhokseumawe Siap Fungsional
Lantik Lulusan IPDN, Prabowo Berpesan untuk Layani Rakyat dan Sederhanakan Birokrasi
Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas
Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 18:42 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Lembah Anai, Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan dalam Hitungan Jam

Thursday, 30 July 2026 - 17:47 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat, 14 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Seram Bagian Timur

Thursday, 30 July 2026 - 17:23 WIB

Fasilitas Lengkap dan Modern, Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Lhokseumawe Siap Fungsional

Thursday, 30 July 2026 - 11:58 WIB

Lantik Lulusan IPDN, Prabowo Berpesan untuk Layani Rakyat dan Sederhanakan Birokrasi

Tuesday, 28 July 2026 - 19:59 WIB

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Berita Terbaru