Setelah COVID 19: Indonesia Perlu Buat Skenario Doomsday

Thursday, 7 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pandemi Covid 19 hanyalah salah satu gejala atau tanda-tanda bahwa krisis global multidimensi atau Doomsday akan segera tiba. Berdasarkan hasil penelitian diperkirakan akan terjadi di akhir dekade ini. Oleh karena itu tahun 2020-2030 menjadi amat penting bagi Indonesia untuk melakukan revolusi pola pembangunan, agar mampu bertahan menghadapinya, demikian ungkap Mahawan Karuniasa, Direktur Environment Institute dalam acara Indonesia Environment Talks 2020.

Webinar pembangunan dan lingkungan tersebut diselengarakan oleh Environment Institute bekerjasama dengan Radesa Institute, dan dibuka oleh Muhaimin Iskandar, Wakil DPR RI. Dalam sambutannya Muhaimin menyatakan perlu evaluasi total pembangunan pasca Covid 19, pembangunan haruslah berbeda dari sebelumnya, pola pembangunan berkelanjutan perlu menjadi ujung tombak perubahan, termasuk gagasan Omnibuslaw juga harus mampu menjawab tantangan ini. Webinar juga dihadiri, San Afri Awang dari UGM, ekonom Faisal Basri, Dewi Kartika dari Konsorsium Pembaruan Agraria, dan Ibnu Multazam, anggota DPR RI Komisi 4.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa zoonosis atau penyakit hasil transmisi dari binatang ke manusia mengalami peningkatan, salah satu faktor utamanya adalah berkurangnya keanekaragaman hayati, karena terjadinya deforestasi. Diduga, Covid 19 berkaitan dengan kelelawar sebagai inang utama dan trenggiling sebagai inang perantara. Selain deforestasi, perubahan iklim juga berperan dalam meningkatkan jumlah penyakit zoonosis.

Mengamati semuanya, kondisi lingkungan telah mengalami banyak perubahan. Kita saat ini hidup dengan potensi wabah zoonosis yang lebih banyak, CO2 yang lebih tinggi di atmosfer, suhu permukaan bumi yang lebih tinggi, dan spesies yang lebih sedikit atau biodiversity yang lebih rendah. Seperti diketahui, pada 1 Mei 2020 konsentrasi CO2 di atmosfer menembus rekor mencapai 418 ppm, dan suhu permukaan bumi pada tahun 2019 telah meningkat 1,10 Celcius dibandingkan tahun 1800 an

Disisi lain pembangunan di Indonesia masih tidak ramah lingkungan, semakin tinggi PDRB suatu provinsi, kualitas lingkungan hidup semakin menurun. Omnibuslaw juga mengindikasikan belum mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun masih banyak pekerjaan rumah urusan pembangunan nasional, namun tidak ada waktu lagi, sudah saatnya Indonesia memiliki skenario Doomsday atau krisis multidimensi yang mengancam eksistensi kehidupan manusia di planet Bumi, demikian tutup Mahawan. (*)

See also  Kunker ke Kepri, Mendagri Tinjau Karang Singa dan Karang Selatan Sebagai Simbol Kedaulatan Negara

Berita Terkait

Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh, Jaga Layanan Kesehatan Pascabencana
Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar
Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang
Menteri PU Tinjau Proyek Penanganan Akses Lembah Anai dan Malalak
Darurat Pencemaran Gili Iyang: Lindungi Paru-Paru Dunia dari Tumpahan Minyak
Menteri Dody Tinjau Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Padang, Dorong Percepatan Pembebasan Lahan
Kementerian PU Kerahkan Jembatan Bailey, Percepat Pemulihan Akses Pascabanjir Bandang di Pemalang–Purbalingga
Pemerintah Dukung Hutama Karya Tuntaskan Tol Betung–Tempino–Jambi

Berita Terkait

Saturday, 31 January 2026 - 00:09 WIB

Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh, Jaga Layanan Kesehatan Pascabencana

Friday, 30 January 2026 - 20:13 WIB

Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar

Friday, 30 January 2026 - 20:01 WIB

Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang

Friday, 30 January 2026 - 18:57 WIB

Menteri PU Tinjau Proyek Penanganan Akses Lembah Anai dan Malalak

Friday, 30 January 2026 - 09:43 WIB

Darurat Pencemaran Gili Iyang: Lindungi Paru-Paru Dunia dari Tumpahan Minyak

Berita Terbaru