daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen untuk mendukung penanganan infrastruktur konektivitas terdampak bencana di Provinsi Aceh, termasuk ruas jalan provinsi Blangkejeren – Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues. Keterlibatan Kementerian PU pada jalan daerah merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, terutama dalam kondisi darurat pascabencana, tanpa mengabaikan tanggung jawab utama dalam menjaga konektivitas jalan nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody.
Dalam mendukung penanganan ruas jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining tersebut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memulai mobilisasi alat berat secara bertahap guna membantu penanganan darurat sesuai kebutuhan lapangan dan progres pekerjaan.
Penanganan difokuskan pada ruas Blangkejeren–Kutacane, tepatnya di Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dengan titik awal penanganan berada di Ae Bobo, Blangkejeren dan Tetumpun. Sebanyak empat unit alat berat disiagakan dan dimobilisasi dari dua arah, yakni dua unit dari arah Pining dan dua unit dari arah Lokop.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan dukungan Kementerian PU terhadap jalan provinsi dilakukan dengan bertahap dan terukur dengan melihat progres dan kebutuhan penanganan jalan nasional.
“Kementerian PU memberikan bantuan penanganan jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” ujar Heri.
Sejalan dengan itu, Kementerian PU juga terus mempercepat pemulihan dan peningkatan konektivitas jaringan jalan nasional di wilayah Gayo Lues dan sekitarnya, yang hingga saat ini menunjukkan progres signifikan. Sejumlah ruas strategis telah kembali terhubung dan fungsional, antara lain Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 21 Desember 2025.
Ruas Blangkejeren – Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, kembali fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 9 Januari 2026 pascalongsor. Kemudian Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane, terhubung dengan penanganan longsor dan pemasangan Jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I, serta progres pembangunan jembatan permanen yang terus berjalan.
Selain itu, sejumlah ruas nasional lain di Aceh, termasuk koneksi Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Tenggara, hingga Takengon, juga telah difungsionalkan melalui penanganan darurat, pemasangan Jembatan Bailey, serta pembangunan jembatan permanen dengan progres yang terus meningkat.
Kementerian PU menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Dukungan alat berat dan teknis pada jalan provinsi di Gayo Lues diharapkan dapat membantu membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi setempat. (*)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

