Pengelolaan TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum dalam Membantu Perekonomian Masyarakat Saat Pandemi COVID-19

Sunday, 10 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Ditengah Pandemi COVID-19, Balai Besar Taman Nasional (TN) Betung Kerihun dan Danau Sentarum tetap menjalankan berbagai kegiatan terkait dengan pengelolaan kawasan TN. Kebijakan pemerintah dalam mencegah merebaknya COVID-19 seperti diberlakukannya Work From Home dan himbauan Social Distancing mendorong Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum menerapkan berbagai inovasi dalam upaya pelaksanaan tugas mengelola kawasan.

Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Arief Mahmud dalam keterangan tertulisnya (9/5/2020) menerangkan bahwa, pengelolaan kawasan TN tetap berjalan, walaupun destinasi wisata di dalam kawasan telah ditutup karena Pandemi COVID-19. Pengelolaan TN merupakan tanggung jawab Balai Besar atas tugas dan fungsi pengelola TN Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

Arief menjelaskan lebih lanjut, berbagai kegiatan pengelolaan yang dilakukan saat pandemi ini diantaranya adalah kegiatan patroli kawasan. Tujuan utamanya untuk tetap menjaga keamanan kawasan TN dari berbagai ancaman perusakan, terutama patroli pencegahan kebakaran hutan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran di TN.

“Patroli kali ini agak berbeda dari biasanya, dimana para petugas saat patroli menggunakan masker, serta malakukan penyemprotan disinfektan pada pemukiman masyarakat yang berada di dalam kawasan Taman Nasional,” ungkap Arief.

Arief juga menyampaikan, Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum juga membantu perekonomian masyarakat yang ada di dalam dan sekitar kawasan TN, terutama disaat sulit seperti ini. Balai Besar telah memberikan bantuan serta dorongan dalam hal produksi dan pemasaran kepada Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS).

APDS merupakan salah satu kelompok masyarakat binaan yang memungut Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu hutan di dalam kawasan TN Danau Sentarum. Saat Pandemi COVID-19 saat merebak, madu hutan menjadi salah satu produk yang sangat dicari dan diminati oleh masyarakat umum karena memiliki khasiat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

See also  HPN 2024 Ketum PWI Ajak Pelihara dan Lestarikan Mangrove Kekayaan Indonesia

Terkait dengan pemasaran Arief Mahmud menyampaikan bahwa madu kemasan produk APDS selain dapat dipesan langsung, saat ini bisa juga dipesan secara online melalui platform perdagangan elektronik shopee.

Arief menjelaskan lebih lanjut, selain madu hutan saat ini juga dilakukan pengembangan pola pemberdayaan masyarakat sekitar penyangga kawasan TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum berupa demonstration plot (demplot) budidaya madu kelulut. Adanya demplot bertujuan untuk memberikan percontohan bagaimana memanfaatkan salah satu potensi HHBK berupa madu kelulut yang memiliki nilai ekonomis yang ada di dalam kawasan untuk dapat dibudidayakan oleh masyarakat sekitar.

“Tingginya permintaan madu hutan dan kelulut selaras dengan peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di dalam dan sekitar kawasan dan tidak melenceng dari prinsip-prinsip konservasi yang ada di TN,” ungkap Arief.

Presiden APDS, Basriwadi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa salah satu program yang dilakukan adalah APDS memproduksi sekitar 1.000 botol kemasan 300 mg dengan harga promo Rp.70.000. Harga ini jauh lebih murah dari harga biasanya yaitu Rp.100.000, agar terjangkau oleh masyarakat umum dan sebagai bagian dari kontribusi APDS dalam membantu upaya pencegahan penyebaran Pandemi COVID-19. APDS telah memenuhi pesanan madu untuk wilayah Putussibau, Sanggau, Pontianak, Kalimantan Timur, Jakarta, Kepulauan Riau, hingga Batam.

“Sampai saat ini dalam rentang waktu 1 bulan sebanyak 1.000 botol madu kemasan habis terjual, dengan masih tersedianya bahan baku madu, kami berkomitmen untuk menyiapkan produk kemasan siap jual guna memenuhi permintaan yang semakin meningkat.” jelas Basriwadi.(*)

Berita Terkait

Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino
Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan
Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan, Konektivitas Masyarakat Kembali Pulih
Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera
Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut
Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit
Mentrans: Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi
Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 23:00 WIB

Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino

Saturday, 18 July 2026 - 18:51 WIB

Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan

Saturday, 18 July 2026 - 09:30 WIB

Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

Friday, 17 July 2026 - 19:17 WIB

Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut

Friday, 17 July 2026 - 19:02 WIB

Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit

Berita Terbaru

Olahraga

Hajar Vietnam, Indonesia Melenggang ke Final SEA V Cup 2026

Saturday, 18 Jul 2026 - 23:26 WIB