Dahlan Iskan: Terpojok 99 Tahun

Monday, 22 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dahlan Iskan

DAELPOS.com – Setelah tiga bulan mati angin, he is back. Itulah Donald Trump –yang lagi berjudi dengan taruhan besar di Oklahoma.

Begitu panjang periode mati angin itu. Sejak Covid-19 mewabah di Amerika. Tidak hanya mati angin, Trump juga mati langkah.

Sejak itu setiap Trump melontarkan pernyataan selalu bikin heboh –karena salah. Pun setiap kali melakukan sesuatu –dianggap salah.

Ingat kan ucapannya ini: tidak mungkin virus masuk Amerika. Dan ketika akhirnya mewabah ia masih bilang: lebih ringan dari flu tahunan.

Ketika ternyata lebih parah dari itu ia bilang: sudah ditemukan obatnya. Yang akan langsung mengubah keadaan. Ternyata itu obat malaria –salah lagi.

Dan ketika yang meninggal mendekati 100.000 ia mengatakan perlunya dicoba ini: cairan pembersih lantai diinjeksikan ke tubuh.

Masih banyak mati angin lainnya. Tanpa ditulis di sini pun Anda sudah hafal.

Belum cukup. Semua pihak juga sudah ia jadikan kambing hitam –kecuali dirinya sendiri. Tidak usahlah daftar kambing itu ditulis di sini –terlalu panjang.

Terjadi pula pukulan terakhir: tewasnya George Floyd itu. Yang menimbulkan protes besar, nyaris di seluruh negeri. Sampai di sini Trump tidak hanya mati angin tapi sudah terpojok.

Pojokan itu pun kian sempit.

Trump tersudutkan.

Posisi Trump kian menuju pilihan: hidup atau mati –secara politik.

Maka keluarlah watak asli Trump: melawan. Bukan 10 kali tapi 100 kali lebih keras.

Melawan Tiongkok? Agar ratingnya naik lagi?

Tidak.

Syukurlah.

Ia pilih melawan apa saja tapi masih di Amerika.

Medan arena perlawanannya pun sudah ia pilih: Oklahoma.

Waktunya pun ia pilih: Juneteenth –tanggal 19 Juni 2020.

Bukan tanpa perhitungan matang.

See also  Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Tenggang dan Sringin, Jawa Tengah

Di kota Tulsa, Oklahoma, di tanggal itu, 1921, terjadi kebangkitan kulit putih. Hari itu ribuan orang kulit putih menyerbu perkampungan kulit hitam. Ribuan bangunan ludes. Dibakar. Banyak orang kulit hitam terbunuh: lebih 300 orang.

Sejarah mencatat, itulah kerusuhan rasial terbesar di Amerika.

Trump memutuskan: akan kampanye besar-besaran di Tulsa, Oklahoma. Di tanggal 19 Juni 2020. Di lokasi dekat peristiwa Juneteenth 99 tahun lalu itu.

Cobalah tebak: apa maksudnya. Udang jenis apa yang ada di balik peyek-e.

Banyak yang membaca begini: itulah saatnya kaum kulit putih bangkit. Unjuk diri. Tampil. Show of force. Setelah berminggu-minggu seperti terpojokkan oleh demo kulit hitam di seluruh negeri.

Apalagi demo antiras itu sukses mengusung tema: Black Lives Matter. Sampai semua pemain Liga Inggris pun ikut serta. Mereka mengganti nama di belakang kaus dengan tulisan setengah lingkar: Black Lives Matter.

Dunia menyambut gerakan antiras itu dengan gegap gempita. Trump tidak hanya terpojok di dalam negeri. Pun sampai Eropa.

Lawan! Itulah sikap akhir Trump.

Hebohnya bukan main. Penentangan rencana kampanye besar di Oklahoma itu meluas. Sampai digugat ke pengadilan. Tapi Trump yang menang.

Trump tetap kukuh dengan perlawanannya. Hanya tanggalnya saja ia mundurkan sehari –tumben mau.

Kalau tidak diundur memang bisa kacau. Di Juneteenth itu sudah ditetapkan acara lain: peringatan 99 tahun kerusuhan rasial itu.

Akhirnya seperti ada giliran. Di hari Kamis ribuan kulit hitam memperingati Juneteenth. Jumat besoknya puluhan ribu kulit putih mendukung Trump.

Benar. Kemarin itu, di Tulsa, berkumpullah begitu banyak orang kulit putih. Inilah unjuk gigi terbesar kaum putih –entah sejak kapan. Pahlawan mereka tunggal: Donald Trump.

See also  Pasarkan Tabungan Haji & Umrah, UUS Bank DKI Rangkul Perusahaan Travel Agent

Bayangkan betapa semangat wajah Trump pidato di depan puluhan ribu pendukungnya. Setelah tiga bulan mati angin. Inilah kampanye terbuka pertamanya setelah tiga bulan dibungkam virus –dan opini publik.

Itulah hari kemerdekaan kulit putih. Merdeka dari tekanan kulit hitam. Merdeka dari stres virus. Dan terutama merdeka dari tekanan media sosial.

Dan mereka juga merdeka dari masker.

Mereka tidak peduli dengan virus Corona baru. Mereka abaikan peringatan dari gugus nasional anti virus. Mereka tidak akan jaga jarak.

Lokasi kampanyenya pun di dalam gedung: yang terbesar di Oklahoma –bisa untuk 20.000 orang. Itulah gedung BOK –yang dibangun atas sponsor Bank of Oklahoma.

Dari Oklahoma Trump bangkit lagi. Rencananya. Di depan puluhan ribu kulit putih.

Sehari sebelum acara itu Trump sudah mengunggah tweet. Nadanya berbinar-binar. Menggambarkan betapa antusias orang untuk datang ke Oklahoma. “Mereka sudah mulai antre,” tulis Trump sehari sebelum acara.

Ketua panitia menjelaskan sudah lebih 1 juta orang yang membeli tiket. Padahal ada syarat khusus: kalau terkena Covid-19 itu resiko sendiri.

Tragis.

Yang 1 juta orang itu ternyata tidak ada. Gedung hanya terisi kurang separo. Kursi tribun atas kosong melompong. Puluhan tenda penampung luberan di luar gedung dibongkar sebelum acara dimulai.

Trump memang sudah bisa keluar dari sudut yang memojokkannya. Tapi hanya menemukan kekecewaan baru di Oklahoma. Padahal ia sudah telanjur mempertaruhkan sisi sensitif begitu besarnya: perpecahan bangsanya.(Dahlan Iskan)

Berita Terkait

Menteri Dody Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan
Kementerian PU Siapkan Langkah Penanganan Muara Sungai Pascabencana Sumatera
Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsoran Pascabanjir Bandang Aceh Januari 2026
Kondisi Lalin JTTS Saat Perayaan Isra Mi’raj, 17 Januari 2026
Pulihkan Akses Air Bersih, Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Kementerian PU Terus Pulihkan Konektivitas Aceh, Jembatan Bailey Jamur Ujung Masuki Uji Beban
Tinjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Menteri Dody Beri Solusi Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Berita Terkait

Tuesday, 20 January 2026 - 20:00 WIB

Menteri Dody Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan

Monday, 19 January 2026 - 22:58 WIB

Kementerian PU Siapkan Langkah Penanganan Muara Sungai Pascabencana Sumatera

Monday, 19 January 2026 - 06:47 WIB

Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsoran Pascabanjir Bandang Aceh Januari 2026

Sunday, 18 January 2026 - 18:49 WIB

Kondisi Lalin JTTS Saat Perayaan Isra Mi’raj, 17 Januari 2026

Saturday, 17 January 2026 - 01:23 WIB

Pulihkan Akses Air Bersih, Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

Berita Terbaru

Berita Utama

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan yang Langgar Kawasan Hutan

Wednesday, 21 Jan 2026 - 14:12 WIB

foto istimewa

Berita Utama

Tol Japek II Selatan Dibuka Fungsional Gratis Saat Mudik Lebaran 2026

Wednesday, 21 Jan 2026 - 13:27 WIB

Berita Utama

Bea Cukai Teluk Bayur Perkuat Pemahaman Ekspor CPO dan Turunannya

Wednesday, 21 Jan 2026 - 09:25 WIB

foto ist

Megapolitan

Transjakarta Tambah Titik Perhentian Rute Harapan Indah–Pulo Gadung

Wednesday, 21 Jan 2026 - 08:59 WIB