Masa Depan Politik Indonesia, Mardani Ali Sera: Optimalkan Kinerja Partai Bersama Kader

Thursday, 30 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dunia maya kini menjadi salah satu alat komunikasi yang dinilai sangat efektif bagi berbagai kalangan dalam berinteraksi dengan  masyarakat dari berbagai elemen.  Salah satu nya dilakukan  oleh @mardani alisera, dengan meramaikan dunia  maya melalui kuliah lewat twitter (Kulwit) “Menangkap Masa Depan Politik  Indonesia””.

Dalam cuitannya, Kamis (30/7), Mardani Ali Sera menyampaikan kegembiraannya dan senang sekali dapat berkunjung ke PKS TV Jakarta Timur dalam rangka membagi gagasan  dalam bukunya yang berjudul “Menangkap Masa Depan Politik Indonesia.  Ada empat tema yang  dikedepankannya; 1. Membangun Politik Asketis, 2. Membangun kelas menengah kader, 3. Mamma Mia dan Palenstina, 4. Mencari Capres Umat .

Menurut  Mardani,  membangun politik asketis erat kaitannya dengan partai yang mampu menampilkan kinerja optimal. Partai yang mengelola keuangan secara transparan dan menjadikan politik sebagai wadah perjuangan nilai, bukan transaksional-pragmatis. Insya Allah PKS akan terus berjuang untuk mewujudkan hal tersebut.

Mardani AS yang juga salah seorang kader PKS meneruskan,  poin kedua adalah  membangun kelas menengah kader. Pada awalnya dakwah memerlukan sokongan ekonomi dari para kader. Tapi ketika dakwah sudah meluas dan mendapat dukungan publik, ekonomi kader dan jamaah akan terbantu.

“Dalam konteks perjuangan dakwah kita di Indonesia, dimana medan politik menjadi salah satu medan utama, biaya politik yang cukup tinggi merupakan salah satunya. Oleh karena itu, terbentuknya ‘kelas menengah kader’ akan menjadi tulang punggung utama partai,” kata Mardani yang juga anggota DPR RI.

Ditambahkan, dengan terbentuknya kelas menengah kader dapat menjadi tulang punggung partai dalam mendanai dakwah di Indonesia. Seperti yang sudah disampaikan, salah satunya melalui politik. Di tengah mahalnya ongkos politik di Indonesia, kekuatan kelas menengah kader dapat menjadi jalan alternatif.

See also  Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi Bakal Naik

Berbicara antara Mamma Mia dan  Palestina. Drama berjudul Mamma Mia sudah bertahun-tahun digemari. Penikmatnya bahkan rela membayar US$ 140 untuk pertunjukan selama 2,5 jam. Mamma Mia mampu membius banyak penonton bukan hanya di New York, tapi juga di banyak kota besar di dunia.

Oleh karena itu, ada pelajaran yang bisa dipetik, bahwa diplomasi seni dan budaya bisa sama efektif atau bahkan jauh lebih dahsyat efeknya ketimbang diplomasi senjata atau diplomasi perundingan. Sehingga, keberadaan sejumlah kader yang memiliki kemampuan seni dan budaya mumpuni mesti menjadi agenda utama

Mardani berharap, hal  tersebut  bisa kita diterapkan untuk menghadirkan negara Palestina yg merdeka. “Alhamdulillah hampir semua resolusi tentang Palestina selalu sukses. Persepsi bahwa Palestina adalah masalah dunia telah dipahami dengan jelas. Kita perlu mendorong ini agar negara Palestina yang berdaulat terwujud

Adapun mengenai  “Menuju Capres Umat”,  menurut Mardani jika ingin mewujudkannya, semua perlu berpikir besar untuk kepentingan umat. Apa itu kepentingan umat? Wujudnya adalah negeri yang baldatun thoyibatun warobbun ghafur. Negeri sejahtera yg diridhoi Allah.

“Jangan memulai dengan nama, siapa capres, siapa cawapres. Mimpi besar ini dapat terwujud jika semua pemimpin umat berpikir dan berjiwa besar. Mulailah dengan meletakkan kepentingan menjaga umat mulai dari pendidikan berkarakter-nya,” ujarnya dalam Kulwit tersebut.

Lalu mengenai  ekonomi kecil  dan prinsip bebas riba-nya, budaya Islami yang membangkitkan ghirah-nya hingga kebesaran olahraga hasil dari kerja keras para atletnya. Masih banyak hal-hal menarik yang dibahas dalam buku tersebut. Bagaimana? Tertarik untuk memilikinya?

Masih dalam tema “Menangkap Masa Depan Politik Indonesia” ini, Mardani Ali Sera bersama Rocky Gerung dan Burhannuddin Muhtadi  akan bertemu dalam acara online, Senin, 3 Agustus..

Berita Terkait

JRF 2026 dan Konser Ye Live Gerakkan Ekonomi Jakarta Rp625 Miliar
Bank Jakarta Borong Dua Penghargaan di Jakarta Financial Festival 2026
Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027
BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44
Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 13:10 WIB

JRF 2026 dan Konser Ye Live Gerakkan Ekonomi Jakarta Rp625 Miliar

Sunday, 25 October 2026 - 14:37 WIB

Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Saturday, 24 October 2026 - 10:51 WIB

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Friday, 23 October 2026 - 08:54 WIB

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44

Wednesday, 21 October 2026 - 00:03 WIB

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026

Monday, 26 Oct 2026 - 13:36 WIB

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun  / foto ist

Berita Utama

Ketua BPK Dorong Penguatan Auditor Forensik Cegah Korupsi

Monday, 26 Oct 2026 - 13:29 WIB

Gubernur Pramono Anung lepas 37 ribu pelari JRF 2026 dan ikut lari kategori 10K/Dokumen Pemprov DKI Jakarta

Berita Terbaru

JRF 2026 dan Konser Ye Live Gerakkan Ekonomi Jakarta Rp625 Miliar

Monday, 26 Oct 2026 - 13:10 WIB