MenkopUKM Harapkan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Melalui UMKM

Monday, 7 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemerintah terus mendorong pariwisata Bali kembali bangkit. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dari masing-masing daerah, dengan memanfaatkan keindahan alam hingga wisata desa. Salah satunya di Kabupaten Karangasem, Bali.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, Presiden Jokowi meminta agar para menteri lebih sering mengunjungi Bali, untuk membangkitkan pariwisata yang terdampak besar COVID-19. Perekonomian Bali sangat tergantung dari pariwisata. Namun demikian, harus dibarengi produk unggulan lain dan sentuhan kreativitas.

“Ke depan yang mengandalkan pariwisata, karena jika jatuh terlalu berat bangkit. Namun harus diimbangi dengan keunggulan produk lain, UMKM karena kreativitas dan talenta masyarakat Bali yang luar biasa,” tutur MenkopUKM Teten saat berdialog dengan para pelaku usaha kreatif di Samsara Living Museum Karangasem, Bali, Sabtu (5/9/2020).

Hadir mendampingi adalah Deputi Produksi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria Simanungkalit, Dirut LPDB Supomo, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, Staf Khusus Menteri Fiki Satari, dan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri.

Teten menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk terus membantu masyarakat dalam membangkitkan ekonomi masyarakat melalui kebijakan-kebijakan pro-UMKM.

“KemenkopUKM ingin wakafkan diri kita bantu masyarakat untuk bangkitkan ekonomi. Kebijakan pemerintah pro-UMKM,” tegas Teten.

Menurut Teten, potensi Kabupaten Karangasem, Bali, yang bisa dikembangkan adalah wisata desa, yang memiliki keindahan alam dan alami. Selain itu, banyak produk UMKM yang banyak dibutuhkan oleh hotel, restoran, kafe, dapat mendorong perekonomian desa berkembang.

“Potensi Karangasem dilihat dari sumber dayanya adalah wisata desa yang tidak ada di daerah lain. Ini bisa jadi ciri khas Karangasem, akan punya potensi besar untuk mendorong perekonomian di desa ini. Experience budaya bisa dijual,” kata Teten.

See also  Kementerian PUPR Terima Penghargaan Aksi Stranas PK Implementasi Katalog Sektoral Konstruksi

MenkopUKM Teten pun menuturkan, jika ciri khas berbeda tersebut ditonjolkan, ditambah informasi yang cukup, serta referensi melimpah, maka akan mendatangkan wisatawan asing dan domestik.

“Harus punya ciri khas yang berbeda. Karangasem alamnya indah, desa yang belum banyak berubah. Itu sesuatu yang menarik. Jika ini dihadirkan info cukup, maka hasilnya akan dinikmati masyarakat,” ujar Teten.

Samsara Living Museum
MenkopUKM Teten mengaku kagum dengan wisata edukasi dan spiritual dalam satu tempat yaitu Samsara Living Museum yang berada di Desa Ungutan, Kabupaten Karangasem.

Museum tersebut merupakan museum kehidupan Karangasem yang mengangkat tema tentang siklus hidup manusia Bali. Dimulai dari berbagai nilai serta tradisi yang melekat sejak bayi berada di dalam kandungan, kemudian lahir ke dunia, hidup dan mati bahkan hingga menyatu dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa dan tercapainya kesempurnaan.

Selain itu, di museum ini juga diperlihatkan kegiatan aktivitas keseharian masyarakat setempat. Dari mulai pembuatan sarana tetabuhan (arak, brem), meulat-ulatan, mejejahitan, melukis wayang, bahkan sampai kegiatan kesenian khas seperti mecakepung/genjek, ngoncang. Bahkan tanaman upacara juga ditanam di sekitar museum. Ada juga kuliner Bali yang dijual

“Ini tempat luar biasa. Dikelola dengan baik. Harmonis dengan alam. Kalo dipelihara dengan baik akan berbalik ke kita lagi membuat bahagia, nyaman, harmonis. Saya takjub dengan pengelolaan Samsara Living Museum,” tegas Teten.

Kriuk Keripik Pare
Dalam dialog dengan komunitas usaha kreatif Karangasem, diketahui wilayah itu memiliki ciri khas UMKM yang berbeda dibandingkan daerah lain, yaitu dengan adanya Kriuk Keripik Pare.

Anggota Komunitas Kreatif Karangasem (Komunitas Korek), I Dewa Gede Juniantara (Cok Juni) mengatakan, akibat pandemi COVID-19 banyak karyawan yang dirumahkan. Sehingga muncul ide kreatif membuat keripik pare dan ternyata sangat diminati masyarakat.

See also  Empat Partai Politik Mendaftar Peserta Pemilu 2024

“Ini belum pernah ada. Setelah di-PHK mencoba membuat keripik dari pare. Diminati banyak orang,” katanya.

Bahkan menurut Cok Joni, dengan pelatihan oleh KemenkopUKM, kini packaging menjadi makin menarik dan dapat menumbuhkan perekonomian daerah. “Sudah berproduksi. Dengan pelatihan packaging kini lebih menarik,” tegasnya.

Berita Terkait

Irman Gusman: Publik Menunggu, RUU Perampasan Aset Harus Selesai Tahun Ini
Mendes Yandri Akan Maksimalkan Fungsi Kopdes Sesuai dengan Potensi Desa
Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang
Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
Bendungan Sidan Perkuat Layanan Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan di Bali
Lindungi Kawasan Pesisir, Kementerian PU Lanjutkan Pengamanan Pantai Lampu Satu Merauke
Kementerian PU Percepat Penanganan Jalur Alternatif Simpang Lancang–Werlah, Jaga Jalur Logistik dan Mobilitas Masyarakat Bener Meriah
Prabowo Minta Aparatur Negara Introspeksi Diri

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 17:33 WIB

Irman Gusman: Publik Menunggu, RUU Perampasan Aset Harus Selesai Tahun Ini

Wednesday, 15 July 2026 - 23:02 WIB

Mendes Yandri Akan Maksimalkan Fungsi Kopdes Sesuai dengan Potensi Desa

Wednesday, 15 July 2026 - 18:41 WIB

Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang

Tuesday, 14 July 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP

Tuesday, 14 July 2026 - 12:34 WIB

Bendungan Sidan Perkuat Layanan Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan di Bali

Berita Terbaru

Nasional

Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Thursday, 16 Jul 2026 - 18:22 WIB