Kementan Dorong Mahasiswa Kembangkan Peternakan Nasional

Wednesday, 9 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong mahasiswa untuk berpartisfasi aktif dalam kegiatan pengembangan pertanian termasuk didalamnya peternakan, sehingga akademisi dan Peternak bisa bersinergi dalam mengembangkan sub.sektor peternakan Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita saat menjadi Narasumber dalam Kegiatan Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia di Gedung Auditorium D Kantor Pusat Kementan (9/10/2019)

“Kontribusi mahasiswa dapat disampaikan melalui riset-riset atau kajian ilmiah yang hasilnya dapat ditindaklanjuti pemerintah untuk meningkatkan produksi dan kualitas peternakan Indonesia” ungkap Ketut.

Ketut, mengingatkan, seseorang harus bangga menjadi mahasiswa peternakan, pasalnya sektor peternakan merupakan bidang kegiatan yang sangat menjanjikan serta dibutuhkan oleh masyarakat, karena persoalan asupan protein hewani masyarakat ke depan harus terus diupayakan dan ditingkatkan bagi semua masyarakat di dunia termasuk Indonesia, yang secara geografis tidak akan bertambah namun populasi manusia akan terus bertambah seperti deret ukur, yang mana semuanya membutuhkan pangan seperti deret hitung.

Lanjut Ketut, menambahkan mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan kedepannya mampu memberikan kontribusi terbaiknya dalam mengembangkan pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan teknologi, agar berdaya saing menjadi bangsa yang berdaulat dalam hal ketersediaan protein hewani.

“Mahasiswa-mahasiswa Peternakan harus mampu melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam pemenuhan kebutuhan protein bangsa dari keanekaragaman sumber protein “, himbaunya.

Program Kebijakan Ditjen PKH

Upaya untuk menjaga kedaulatan pangan asal hewan, Kementerian Pertanian memiliki program terobosan, yaitu: 1) Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB); 2) Penambahan sapi indukan impor; 3) Peningkatan status kesehatan hewan melalui pengendalan penyakit; 4) Penjaminan keamanan pangan asal ternak. 5. ) Melakukan pelarangan pemotongan sapi betina produktif.

See also  Kementerian PUPR Ajak Masyarakat Lebih Peduli Jaga Kebersihan Sungai

Sedangkan program pendukung: 1) Skim pembiayaan, investasi dan asuransi ternak; dan 2) Peningkatan kualitas bibit ternak melalui introduksi 3) Perbaikan mutu pakan ternak, 4) Pengendalian Penyakit dan ketersediaan air, tidak kalah pentingnya.

Disamping pengiatan dan perlindungan sapi lokal / plasma nutfah, kita juga perlu mencari model sapi potong Indonesia, diantaranya dengan pengembangan sapi Belgian Blue, Galacian Blonde dan Sapi Wagyu.

Untuk UPSUS SIWAB, Ketut menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2016 oleh Menteri Pertanian hingga saat ini capaian kinerjanya sangat menggembirakan. Hal ini terlihat dari pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2019 hingga 8 Oktober 2019 telah terealisasi 2.868.445 ekor atau 95,34% dari target akseptor sebesar 3.000.000 ekor, kebuntingan mencapai 1.754.674 ekor atau 83,56% dari target sebesar 2.100.000 ekor sedangkan Kelahiran pedet mencapai 1.556.863 ekor atau 92,6% dari target 1.680.000 ekor.

UPSUS SIWAB bertujuan untuk mengubah pola pikir petani/peternak yang selama ini beternaknya masih bersifat sambilan ke praktik beternak menuju ke arah profit. “Untuk mengakselerasi loncatan populasi, peternak kita harus dikenalkan dengan teknologi Inseminasi Buatan (IB), sehingga menjadi tugas kita semua untuk memberikan pengertian kepada petani – peternak agar mereka terdorong untuk membiakkan sapinya melalui teknologi IB, sehingga sapi-sapi milik peternak terus bertambah, dengan kualitas genetik yang baik. imbau Ketut.

Karena pada intinya selain meningkatkan populasi, pada prakteknya IB merupakan upaya untuk perbaikan mutu genetik ternak sehingga produktifitasnya dapat meningkat.

Terkait permasalahan peternakan pada beberapa waktu belakangan ini, khususnya unggas, pemerintah telah melakukan public hearing terhadap rancangan revisi Permentan Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Penyediaan Peredaraan Pengawasan Ayam Ras dan Telur konsumsi pada tanggal 7 Oktober 2019, dengan tujuan lebih tertatanya perunggasan kita baik di layer / Unggas petelur maupun broiller .

See also  MUI Minta KPI Setop Sejumlah Program Ramadhan TV yang Membandel

“Pemerintah telah mendapat masukan dan koreksi, dari seluruh stake holder, yang pada gilirannya persepsi terhadap substansi Revisi Permentan tersebut dapat diterima dari berbagai aspek, sehingga diharapkan kedepan peraturan tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan pengembangan industri ayam ras secara nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak.
tutur Ketut.

Pada akhir kegiatan, Ketut meminta mahasiswa nantinya setelah lulus harus, bertelad dengan sungguh sungguh, sehingga mampu membangun corporit di kampung halamannya, mampu membesarkan peternakan di daerah masing masing dengan membagikan ilmu kepada peternak karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat buat orang lain.

“Kita semua ini adalah generasi milenial penerus bangsa, agen perubahan yang diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih maju lagi, dan tangguh tidak mudah mengeluh.
pungkasnya.(DAE)

Berita Terkait

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina
Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga
Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan
Kawal Penataan Kelembagaan Kementerian PKP, Kementerian PANRB Dorong Efisiensi dan Hindari Tumpang Tindih Fungsi
Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi
Kementerian PU Perkuat Pembangunan Infrastruktur Papua Pegunungan
Terindikasi Judol, Pegawai Kementerian PU Mulai Disanksi
Belajar dari Tiongkok, Kementerian Transmigrasi Dalami Strategi Pembangunan Kawasan dan Penguatan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 13:54 WIB

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Sunday, 13 September 2026 - 08:23 WIB

Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan

Saturday, 12 September 2026 - 17:55 WIB

Kawal Penataan Kelembagaan Kementerian PKP, Kementerian PANRB Dorong Efisiensi dan Hindari Tumpang Tindih Fungsi

Saturday, 12 September 2026 - 09:49 WIB

Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi

Friday, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Kementerian PU Perkuat Pembangunan Infrastruktur Papua Pegunungan

Berita Terbaru

Olahraga

PP PBVSI Lepas Tim Voli Pantai dan Indoor ke Asian Games 2026

Sunday, 13 Sep 2026 - 16:50 WIB

Dok: Panitia Pelaksana Kegiatan Hutan.ID Fest 2026, foto dari kiri ke kanan: Surya Abdulgani,S.Sos., M.Sc. (Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Kehutanan), Perwakilan Ditjen Planalogi Kehutanan, Sapta Reny Purnama (Penalaah Teknis Bag. Hub Antar Lembaga), Perwakilan Ditjen PDASRH, Emillia  Rosa (Ketua Pelaksana Kegiatan Hutan.ID Fest 2026) dan Perwakilan PLN Indonesia Power)

News

Hutan.ID Fest 2026: Dari Refleksi Menuju Aksi Jaga Hutan

Sunday, 13 Sep 2026 - 15:29 WIB

Nasional

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Sunday, 13 Sep 2026 - 13:54 WIB

Petugas PLN sedang melakukan penataan instalasi dan kabel kelistrikan di kawasan sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sebagai proses persiapan gelaran MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

Energy

PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Sunday, 13 Sep 2026 - 09:20 WIB