Teken MoU Dengan ISI Yogyakarta, KemenkopUKM Ingin Cetak Inkubator Bisnis Seni

Saturday, 28 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Potensi seni dan budaya Indonesia yang kaya, menjadi sumber kekuatan bagi Tanah Air. Untuk menciptakan  hal tersebut, dibutuhkan wirausahawan yang andal dan mumpuni.

Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM pun menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, antara Sekretaris Kementerian Koperasi dannUKM Arif Rahman Hakim dan Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan, yang disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Teten yang sekaligus memberikan kuliah umum secara hybrid di kampus ISI mengatakan, sudah tak diragukan lagi, bahwa seni budaya Indonesia sangat kaya. Bahkan bisa menjadi bagian kekuatan ekonomi bangsa. “Kalau kita lihat Korea Selatan (Korsel) misalnya. Mereka berhasil dengan K-Pop nya, sebagai  gerbong berbagai industrinya ke dunia,” kata Teten.

Saat ini, tak heran anak muda dan generasi milenial Indonesia justru  sangat paham dengan budaya pop Korsel. Bukan hanya musik dan dramanya, tapi juga mulai dari kuliner, fesyen hingga kosmetik. “Budaya dan seni itu bisa menjadi lokomotif industrialisasi di Korsel,” ucapnya.

Hal itu diakui Teten, harusnya menjadi contoh nyata bagi industri seni Tanah Air. Bangsa Indonesia memiliki nilai seni dan budaya luar biasa yang sangat kaya. Mulai dari Aceh sampai Papua yang sudah mendarah daging. Bahkan hal itu sudah menjadi kultur yang kuat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Ini menjadi keuntungan kita dalam menciptakan industri berbasis inovasi dan kreativitas bukan semata-mata teknologi. Saya punya keinginan besar untuk bisa membangun inkubator bisnis seni, melahirkan seniman sekaligus pebisnis andal,” yakin Teten optimistis.

MoU dengan ISI Yogyakarta ini katanya, sangat menantang. Pasalnya, MoU ini juga menjadi kesepakatan baru bagi KemenkopUKM yang berani membuat kerja sama dengan dunia seni. “Saya apresiasi sekali. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan,” harap Teten.

See also  Mendagri Pastikan Proses Seleksi Calon Praja IPDN Dilakukan Secara Ketat dan Transparan

Lebih jauh Menkop mengatakan, saat ini struktur ekonomi Indonesia didominasi oleh usaha menengah kecil dan mikro sebesar 99,9 persen. Di mana sebagian besar dari angka tersebut didominasi usaha mikro, yang memiliki omzet di bawah Rp 2 miliar.

“Sebenarnya ekonomi Indonesia itu tulang punggungnya UMKM, dikuasai rakyat kecil. Namun sayang UMKM kita berbeda dengan Jepang, Malaysia dan China, di mana produktivitas UMKM dalam negeri masih rendah,” ungkapnya.

Untuk itu diakui Teten, komitmen KemenkopUKM bagaimana membenahi supply chain. UMKM bukan hanya bisa menghidupi ekonomi rakyat, tapi betul-betul bertarung tak hanya di pasar dalam negeri namun juga global.

“Banyaknya e-commerce cross border di Indonesia justru diserbu produk impor lebih dari 50 persen. Ini menjadi ancaman jika kita tidak melakukan perubahan,” tegasnya.

Transformasi kata Teten, dilakukan agar UMKM mulai masuk ke produksi berbasis kreativitas, teknologi, dan inovasi. Mestinya produk kreativitas kita nggak kering, ini yg belum tergarap. Custom produk handmade kita sangat mumpuni ini harus masuk target produk yang lebih besar,” imbuhnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menjelaskan, MoU dengan ISI Yogyakarta merupakan komitmen kami dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif yang mempunyai sumbangan besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Melalui MoU ini terjalin kerjasama untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan para mahasiswa ISI, dan sinergi untuk membangun ekosistem kewirausahaan ekonomi kreatif di ISI Yogyakarta,” tegas Arif.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan mengatakan, ISI sebagai universitas seni terbesar di Indonesia, memiliki rekam jejak alumni berkualitas yang tersebar secara nasional dan internasional. Untuk itu ISI berkomitmen mendukung SDM dengan kompetensi utama, kreativitas tinggi, menghasilkan seniman, serta desainer yang andal dan memiliki kecakapan.

See also  Gus Halim: Program Tekad Terbukti Percepat Pencapaian SDGs Desa

“Kami berupaya menciptakan social skill yang memiliki pengalaman wawasan entrepreneurship sekaligus seniman unggul,” ujarnya.

Saat ini, ISI memiliki pengembangan kewirausahaan lewat beberapa program lembaga penelitian dan pengembangan di masyarakat, program rancangan seni, pembinaan wilayah seni yang mendorong inkubator seni menjadi wirausaha.

Berita Terkait

Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Kemendes Bakal Lindungi Pekerja Informal Desa
Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh
Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin
Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina
Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga
Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 19:38 WIB

Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Kemendes Bakal Lindungi Pekerja Informal Desa

Tuesday, 15 September 2026 - 19:33 WIB

Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel

Tuesday, 15 September 2026 - 17:57 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

Monday, 14 September 2026 - 20:28 WIB

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh

Monday, 14 September 2026 - 17:40 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin

Berita Terbaru

Energy

PGN Perluas Edukasi Gas Bumi Lewat City Gas Tour 2026

Tuesday, 15 Sep 2026 - 19:44 WIB

Nasional

Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel

Tuesday, 15 Sep 2026 - 19:33 WIB