KemenKopUKM Berikan Bantuan Rp684,8 Juta untuk Kembangkan Wirausaha di Lampung

Wednesday, 8 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam upaya mendukung peningkatan rasio kewirausahaan nasional, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kerja sama dengan Universitas Lampung untuk mengembangkan wirausaha di Provinsi Lampung melalui program sentra inovasi dan inkubasi bisnis.

Dalam kerja sama ini, KemenKopUKM memberikan bantuan sebesar Rp549,8 juta untuk menginkubasi 40 tenant UMKM di Unila dan juga bantuan wirausaha pemula masyarakat Provinsi Lampung sebesar Rp135 juta dengan jumlah penerima 23 orang di beberapa Kabupaten Lampung. Secara total, bantuan yang diberikan oleh KemenKopUKM mencapai Rp684,8 juta.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru mencatatkan angka 3,47% dari total populasi di Indonesia. Menurutnya, angka ini masih terpaut jauh dari negara lain seperti Singapura yang sudah mencatatkan rasio kewirausahaan sebesar 8,9%, Malaysia 4%, Thailand 4%, dan negara maju sudah mencapai 12%.

“Target kita ingin menambah jumlah wirausaha dan untuk menjadi negara maju (rasio kewirausahaan) itu 4%. Saya kira, Indonesia oleh semua lembaga dunia diprediksi di 2045 itu kita punya potensi jadi negara maju. Karena itu kita harus bekerja keras menghadirkan wirausaha baru sampai 4%,” ungkapnya dalam acara Penyerahan Bantuan Fasilitasi Pengembangan Inkubator di Universitas Lampung, Bandarlampung, Rabu (8/9).

Menurut Teten, pemerintah saat ini telah mengubah pendekatan pendampingan UMKM dan koperasi dari pendekatan birokrasi ke pendekatan profesional atau bisnis. Karena itu, inkubator bisnis baik itu swasta atau kampus bisa menjadi bagian yang sangat penting sebagai upaya untuk membina dan mengembangkan UMKM.

“Kami ingin UMKM kita bisa menyaingi UMKM luar negeri. Karena itu, kita membidik wirausaha muda yang berlatar belakang pendidikan baik seperti di kampus untuk kita lahirkan, bina, dan besarkan untuk menjadi wirausaha. Jadi saya kira peran inkubator bisnis di kampus jadi sangat penting. Karena itu kami senang sekali bisa kerja sama dengan Unila,” ujar Teten.

See also  PWRI Kabupaten Tolitoli Gelar Jalan Santai Untuk Memperingati Hari Ulang Tahunnya Yang Ke 57

Lebih lanjut, untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan di Provinsi Lampung, Teten mendorong para pelaku UMKM untuk mengembangkan komoditas unggulan di Lampung. Dengan demikian, Provinsi Lampung akan memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi faktor pembeda dibandingkan dengan daerah lainnya.

Selain itu, Teten juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki program besar untuk mendorong UMKM Indonesia menjadi bagian rantai pasok industri nasional seperti UMKM di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, di mana UMKM di sana menjadi bagian dari sistem produksi industri.

“Jadi bukan lagi UMKM sendiri dan industri sendiri. Kalau begini, akhirnya UMKM harus kompetisi dengan usaha besar dan pasti kalah. Kalau kita integrasikan UMKM dengan industri besar dengan ekosistem kemitraan saya rasa akan berjalan beriringan. Jadi industrinya besar, UMKM-nya juga pasti akan ikut ditarik menjadi besar,” tegasnya.

Menurut Teten, saat ini baru 4,1% UMKM di Indonesia yang dapat terhubung ke rantai pasok industri. Menurutnya, angka tersebut masih sangat kecil dan harus diperbesar lagi ke depannya.

“Karena itu, saya kira Unila bisa menjadi inkubator bisnis yang menyiapkan UMKM masa depan yang berbasis pada produk kreativitas dan inovasi teknologi,” ujar Teten.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si. menekankan bahwa dengan adanya kerja sama inovasi dan inkubasi bisnis bersama KemenKopUKM, pihaknya dapat memberikan manfaat lebih luas sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat Lampung.

Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi dan ekonomi kreatif yang dikembangkan Unila akan memberikan manfaat kepada UMKM di Lampung. Di antaranya memberikan informasi dan jaringan pasar, kemudahan akses pendanaan dan pendampingan, serta peningkatan kapasitas teknologi informasi sebagai daya dukung peningkatan daya saing UMKM di Indonesia.

See also  Berdayakan Panti Sosial, Pertamina Kucurkan Bantuan Usaha Senilai Lebih Rp 849 Juta

“Kami mendampingi 40 tenant dengan berbagai produk yang ada di Provinsi Lampung, seperti kopi yang merupakan komoditas utama Provinsi Lampung, keripik pisang sebagai olahan utama dan pempek sebagai olahan ikan. Terima kasih banyak atas kerja sama dan dukungan yang diberikan KemenKopUKM pada Unila, semoga kerja sama ini dapat berlangsung dan berkelanjutan,” pungkas Karomani.

Berita Terkait

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah
Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat
GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan
Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
HK Realtindo Luncurkan Show Unit Damar di H City Sawangan
BAP DPD RI Perkuat Advokasi Penyelesaian Konflik Kawasan Hutan di Aceh
Setjen DPD RI Perkuat Sistem Revisi Anggaran yang Cepat, Terpadu, dan Akuntabel
Warga Blitar Terlantar di Banda Aceh Dipulangkan atas Peran dan Bantuan Haji Uma

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 17:30 WIB

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah

Wednesday, 7 January 2026 - 13:02 WIB

Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat

Thursday, 18 December 2025 - 22:27 WIB

GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan

Monday, 8 December 2025 - 12:24 WIB

Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Saturday, 6 December 2025 - 18:21 WIB

HK Realtindo Luncurkan Show Unit Damar di H City Sawangan

Berita Terbaru

Energy

Perkuat Budaya Disiplin K3, PLN Icon Plus Gelar Apel Siaga

Saturday, 31 Jan 2026 - 22:22 WIB