Gus Halim: Warga Tengger Harus Jaga Adat dan Tetap Inovatif

Saturday, 30 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melaksanakan kunjungan kerja ke desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada Sabtu (30/10/2021). Dalam kunjungan kerja yang disambut langsung oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq ini, pria yang akrab disapa Gus Menteri tersebut menyapa masyarakat Tengger dan meninjau adat dan budaya setempat. Diantaranya adalah pameran sepeda gunung dan alat pendakian, gamelan, dan rumah adat. Kepada masyarakat desa, Gus Menteri berpesan untuk terus melestarikan adat dan budayanya serta berinovasi sehingga tidak ketinggalan jaman. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta agar BUMDes dimanfaatkan  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.  / Foto Ist

LUMAJANG - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melaksanakan kunjungan kerja ke desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada Sabtu (30/10/2021). Dalam kunjungan kerja yang disambut langsung oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq ini, pria yang akrab disapa Gus Menteri tersebut menyapa masyarakat Tengger dan meninjau adat dan budaya setempat. Diantaranya adalah pameran sepeda gunung dan alat pendakian, gamelan, dan rumah adat. Kepada masyarakat desa, Gus Menteri berpesan untuk terus melestarikan adat dan budayanya serta berinovasi sehingga tidak ketinggalan jaman. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta agar BUMDes dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. / Foto Ist

DAELPOS.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menegaskan kekayaan desa-desa di Indonesia begitu luar biasa. Salah satunya dimiliki olah Suku Tengger di Ranupani Lumajang yang memiliki adat-istiadat luhur untuk menghormati alam dan sesama meskipun dari latar belakang berbeda-beda.

“Saya berharap betul adat istiadat yang luar biasa tetap dijaga hingga anak cucu kita nanti. Pertahankan tradisi lama yang masih bagus dan terus melakukan inovasi untuk mencari terobosan yang lebih bagus. Prinsip tersebut harus dipegang sebagai metode membangun yang benar,” ujar Abdul Halim Iskandar saat berbincang dengan tokoh adat dan warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (30/10/2021).

Gus Halim-panggilan akrab Abdul Halim Iskandar-mengatakan Desa Ranupani memiliki potensi luar biasa dari sisi kultural maupun potensi alam. Desa yang terletak di ketinggian 2.100 Mdpl ini memiliki pesona alam luar biasa di mana ada tiga danau indah dengan pemandangan luar biasa berlatar gunung Semeru.

“Secara kultural masyarakat Desa Ranupani berakar pada budaya Majapahit, bahkan warga Ranupani dikenal sebagai Tiyang Gajah Mada yang bermakna masyarakat Mahapatih Gajah Mada. Kombinasi kekayaan kultur dan alam ini bisa menjadi modal luar biasa bagi Desa Ranupani untuk terus berkembang di masa depan,” katanya.

Perkembangan Ranupani, kata Gus Halim begitu terasa dalam beberapa tahun terakhir. Berawal dari sebuah dusun yang kemudian berdiri menjadi desa, kini Ranupani berkembang menjadi Desa Wisata sekaligus penghasil komoditas pertanian yang melimpah.

“Posisi Ranupani yang menjadi desa terakhir sebelum puncak Semeru sangat strategis untuk menerima dan menyediakan keperluan dari pendaki. Tentu ini menjadi potensi yang harus terus dimanfaatkan, belum lagi di sini ada ada spot-spot alam yang bisa menjadi destinasi wisata yang menarik,” katanya.

See also  Dirjen Bina Adwil Apresiasi Langkah Bupati Kubu Raya Lindungi Redkar dengan Asuransi

Ketua DPRD Jawa Timur 2014-2019 ini meminta masyarakat adat Desa Ranupani untuk terus melakukan inovasi dan adaptif terhadap berbagai tren yang saat ini berkembang. Hal ini sesuai dengan tujuan SDGs Desa ke-18 bahwa pembangunan desa harus bercirikan Desa Dinamis Desa Adaptif.

“Potensi Desa Ranupani yang begitu luar biasa akan sia-sia jika warganya tidak inovatif untuk memanfaatkannya. Tapi saya melihat saat ini ada sepeda gunung, ada alat pendakian, tenda, gamelan, rumah adat tolong dijaga betul supaya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” katanya.

Gus Halim mengingatkan agar pembangunan Desa Ranupani mengedepankan budaya gotong royong dan tidak boleh mengedepankan ego pribadi atau kelompok. Desa Ranupani harus dibangun bersama-sama oleh sesama warga, maupun bersama pemerintah.

“Mencintai Ranupani tanpa harus memiliki. Kita mencintai desa-desa di Indonesia tapi kita memberikan ruang yang cukup untuk berkembang sesuai dengan kearifan lokal. Itu sebagaimana tujuan SDGs Desa ke-18 yaitu kelembagaan desa dinamis budaya desa adaptif,” katanya.

Pembangunan desa, tegas Gus Halim harus dilaksanakan tanpa keluar dari akar budayanya. Contohnya adalah dengan dilaksanakannya upacara adat yang disertai dengan pengambilan video. “Selain itu juga penguasaan bahasa asing sehingga dapat berkomunikasi dengan wisatawan internasional yang berkunjung,” katanya.

Ketua Adat Suku Tengger Bambang Sutejo mengungkapkan Ranupani dihuni oleh warga dengan latar keyakinan berbeda-beda. Meskipun demikian masyarakatnya sangat kental dengan ada Suku Tengger. “Di sini masyarakatnya Suku Tengger, agamanya macam-macam. Ada Islam, Hindu, Kristen. Tapi masyarakatnya rukun damai karena semua untuk kebersamaan, hasil bumi untuk kita semua,” katanya.

Berita Terkait

Purbaya Pastikan Anggaran Penanganan Gempa NTT Disiapkan
Pascagempa Flores, PLN Salurkan Bantuan Tanggap Darurat dan Pasang Penerangan di Posko Pengungsian
Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa
Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT
Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat
Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia
Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih
Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan

Berita Terkait

Tuesday, 18 August 2026 - 09:55 WIB

Purbaya Pastikan Anggaran Penanganan Gempa NTT Disiapkan

Sunday, 16 August 2026 - 19:37 WIB

Pascagempa Flores, PLN Salurkan Bantuan Tanggap Darurat dan Pasang Penerangan di Posko Pengungsian

Sunday, 16 August 2026 - 09:58 WIB

Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa

Saturday, 15 August 2026 - 17:03 WIB

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Thursday, 13 August 2026 - 15:56 WIB

Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

ASN DKI WFH, Siswa PJJ, Pramono: Ini Arahan Pusat

Tuesday, 18 Aug 2026 - 14:59 WIB

Berita Utama

BRIN Kenalkan Inovasi Pertanian dan Akuakultur kepada Mahasiswa IPB

Tuesday, 18 Aug 2026 - 14:06 WIB