BUM Desa Kuat, Wisata Desa Lancar, Stunting pun Lewat

Monday, 8 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, pengembangan ekonomi desa bisa diakselerasi dengan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Badan usaha mikro itu akan menjadi motor penggerak yang efektif bagi usaha lain di desa seperti desa wisata sekaligus mengentaskan kemiskinan dan menekan angka stunting.

Halim Iskandar menjelaskan hal tersebut saat menerima kunjungan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DI Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Bendara di ruang kerja, Senin (8/11/2021).

“Hal yang jadi fokus adalah pembangunan dan pengembangan BUM Desa, salah satunya fokus ke peningkatan SDM di desa untuk mengelola sektor ekonomi,” ungkapnya.

Kunjungan GKR Bendara ke Kementerian Desa PDTT bermaksud berkoordinasi mengenai desa wisata, yang sedang digenjot oleh badan promosi yang dipimpinnya hingga persoalan stunting. Gusti Bendara memaparkan perkembangan promosi untuk menggeliatkan kembali pariwisata di Yogyakarta, seperti menggelar konser di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, yang telah dikunjungi Menteri Halim Iskandar.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu menuturkan, dua tahun pandemi Covid-19 membuat banyak hal harus dibenahi, termasuk mengenai konsep desa wisata yang saat ini sudah menjadi ikon penting dalam pariwisata nasional. Desa wisata yang berbasis alam kini hendaknya diutamakan. Dalam proses pembenahan usaha-usaha di desa seperti pengembangan desa wisata itu, peran BUMDes sangat menentukan.

Untuk itu, badan-badan usaha milik desa pun direvitalisasi. Jika perlu berbadan hukum agar posisinya lebih kuat. Setelah Omnibus Law terbit, BUM Desa bisa berbadan hukum. Berikutnya, agar BUM Desa kuat Kemendesa PDTT pun menggandeng perguruan tinggi, utamanya yang tergabung dalam Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), dan dunia usaha atau korporasi untuk bersama-sama membantu proses revitalisasi dan pengembangan usaha BUM Desa.

See also  IDI: Sepanjang Maret 2020, 11 Dokter Meninggal karena COVID-19

Gus Halim menilai DI Yogyakarta sudah cukup mumpuni dalam mengelola desa-desa wisata. Pemerintah daerahnya juga menunjukkan perhatian dan kepedulian untuk membangun desa berkaitan dengan pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 ini.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Sri Sultan dan jajaran Pemerintah DI Yogyakarta,” kata Halim Iskandar.

Mengenai stunting, penerima doktor honoris causa dari UNY ini merasa cukup kesulitan menghadapi penderitanya. Alasannya, stunting itu sangat terkait dengan pola hidup dan kesehatan. Dengan berkelakar Gus Halim menyebut bahwa dia merasa lebih mudah menangani warga desa yang terkena ”stunting” ekonomi.

Namun Gus Halim merasa yakin kedepan desa-desa akan lebih mudah menangani stunting di desa, apalagi didukung dengan data desa berbasis SDGs Desa yang berbasis individu dan rumah tangga.

“data desa yang dikumpulkan relawan desa itu bisa langsung merujuk pada keluarga dan individu penderita stunting, sehingga penangananya akan lebih mudah” jelas Gus Halim.

Hal senada diungkapklan GKR Bendara yang mengaku memiliki kepedulian tinggi terhadap stunting, meski diakuinya belum ada data yang valid mengenai itu. Data yang dilansir BKKBN biasanya berdasarkan persentase. Dia mencontohkan data BKKBN menempatkan angka stunting di Kabupaten Gunung Kidul cukup tinggi, padahal kalau dihitung jumlah anak di Kabupaten Sleman lebih banyak.

“Untuk menekan angka stunting hingga mencapai nol persen bukan hal mudah, ada banyak faktor berpengaruh mulai dari asupan gizi ibu saat mengandung, faktor ekonomi, pendidikan, juga budaya yang berkembang,” tuturnya.

Salah satu yang diupayakan GKR Bendara ialah program bantuan untuk menekan angka stunting itu. Dia memberikan bantuan senilai Rp. 20 juta untuk setiap anak per tahun. Jumlah ini termasuk program makanan bergizi dan honor untuk pendamping.

See also  Produksi Setara Listrik Geothermal Pertamina Tahun 2020 Lebih Tinggi 14 Persen dari Target

Berikutnya GKR memaparkan bahwa Kulon Progo bakal menjadi pintu masuk bagi Borobudur High Land. Karena itu, perlu banyak pembenahan di sana, terutama desa-desa wisatanya. Demi upaya ini GKR Bendara menggandeng Badan Otorita Borobudur agar bawang merah di Kulon Progo menjadi salah satu komoditas unggulan, tapi dengan catatan perlu ada peningkatan kualitas.

“Desa produksi bawang merah ini bisa dijadikan desa wisata. Di sana ada ritual pada proses penanaman dan ritual panen. Saya sedang usahakan agar ada agrowisata di Kulon Progo ini,” katanya.

Pada praktiknya, GKR Bendara berharap BUM Desa yang akan menjadi penyedia bawang merah untuk Borobudur High Land. BUMDes yang mengambil bawang merah itu dari petani di Desa Kayangan secara langsung agar harga lebih menguntungkan petani. Branding produk Desa Agro Wisata itu nantinya adalah Bawang Merah Kayangan.

Gus Halim menyambut baik rencana BUM Desa sebagai penyalur atau penyedia bawang merah bagi Borobudur High Land. Bahkan, dia bakal menyempatkan diri untuk menyambangi Desa Kayangan itu.

“Nanti kami coba diskusikan dengan Kepala Desa mengenai kebutuhan dan penyiapan BUM Desa dari proses tanam, produksi hingga pemasaran bawang merah Desa Kayangan,” ujarnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Kementrans Kirim 36 Peserta Belajar Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok
Sinergi Hutama Karya Bersama Kejaksaan Agung, Kementerian dan Pemerintah Daerah Percepat Pembahasan Lahan Jalan Tol di Sumatra Selatan
Sidang Isbat Digelar 17 Mei, Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei
Mendes Yandri Ajak BPD Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Longsor di Tol Bocimi KM 72, Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Material Longsor
Kemendes Ajak ADB Indonesia untuk Genjot Pemberdayaan Masyarakat Desa
Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pertanian di Aceh Utara

Berita Terkait

Saturday, 9 May 2026 - 09:44 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Friday, 8 May 2026 - 10:24 WIB

Kementrans Kirim 36 Peserta Belajar Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok

Friday, 8 May 2026 - 09:51 WIB

Sinergi Hutama Karya Bersama Kejaksaan Agung, Kementerian dan Pemerintah Daerah Percepat Pembahasan Lahan Jalan Tol di Sumatra Selatan

Friday, 8 May 2026 - 01:20 WIB

Sidang Isbat Digelar 17 Mei, Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei

Thursday, 7 May 2026 - 18:08 WIB

Mendes Yandri Ajak BPD Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Saturday, 9 May 2026 - 09:44 WIB