Terima Audiensi DPRD Pacitan, Gus Halim: Perpres 104/2021 Untuk Pulihkan Ekonomi Warga Desa Pasca Pandemi

Thursday, 27 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA - Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar Menerima Audiensi DPRD  Kab. Pacitan Ronny Wahyono berserta staf, terkait Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022.
Di ruang kerja, Pada Kamis 27/01/22.

JAKARTA - Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar Menerima Audiensi DPRD Kab. Pacitan Ronny Wahyono berserta staf, terkait Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022. Di ruang kerja, Pada Kamis 27/01/22.

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menegaskan Peraturan Presiden (Pepres) 104/2021 yang salah satunya mengatur fokus penggunaan dana desa, hadir dalam masa darurat untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Pasalnya, warga desa saat ini membutuhkan jaring pengaman sosial demi percepatan pemulihan ekonomi desa yang terdampak pandemi Covid-19.

“Ya jadi begitu kondisinya, karena sudah jadi Perpres, mau tidak mau harus menjelaskan bahwa itu kebijakan pemerintah. Ya mudah-mudahan tahun terakhirlah ini, karena UU ini kan darurat, kalau situasinya sudah tidak darurat nanti kembali ke UU yang lama. Insya Allah begitu,” ungkapnya saat menerima Audiensi Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Ronny Wahyono, bersama jajaran di ruang kerjanya, pada Kamis (27/01/2022).

Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- juga menjelaskan ketentuan 40% Dana Desa untuk BLT Desa merupakan ikhtiar pemerintah dalam mengantisipasi dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Menurutnya dampak pandemi selama hampir dua tahun terakhir ini begitu luar biasa. Semua lini usaha masyarakat hampir tidak bisa berjalan. Kondisi ini pun berdampak kepada warga desa di mana sebagian mereka kian kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harus kehilangan pekerjaan atau menjadi korban PHK.

“Agar situasi mereka tidak kian jatuh secara ekonomi, maka pemerintah memastikan jaring pengaman di mana 40% dana desa bisa digunakan untuk membantu mereka melalui skema Bantuan Langsung Tunai (BLT Desa),” katanya.

Gus Halim menegaskan ketentuan 40% Dana Desa untuk BLT harus dimaknai dari sisi tersebut. Dengan demikian ketentuan tersebut tidak boleh dipandang sebagai bagian dari upaya untuk menciderai hak rekognisi, subsidiaritas maupun hak musyawarah yang tercantum dalam UU Nomor 14/2015 tentang Desa. Kendati demikian penggunaan 40% dana desa untuk BLT tersebut tetap tergantung kondisi di masing-masing desa.

See also  Mendag Zulhas Targetkan Digitalisasi Sejuta Pedagang UMKM dan Seribu Pasar Rakyat

“Bagian paling penting dari besaran 40 persen dari dana desa untuk BLT Desa. Dengan besaran BLT Desa tersebut, seluruh pihak diajak untuk fokus pada penyelesaian kemiskinan di desa yang mengalami peningkatan akibat Covid-19,” katanya.

Seperti diketahui, Kunjungan Ronny Wahyono ke Kemendes PDTT untuk menyampaikan aspirasi dari kepala desa di Kabupaten Pacitan terkait dengan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 yang mengatur pengalokasian dana desa. Ia menjelaskan, banyak kepala desa yang keberatan dengan pengalokasian dana desa yang diatur dalam Perpres 104 tersebut. Ronny juga menyampaikan keluhan kepala desa terkait banyaknya aplikasi yang harus dikerjakan oleh desa.

“Jadi perwakilan desa, perwakilan aparatur desa dan juga perwakilan badan permusyawaratan desa kami terima semua oleh Bupati dan Forkopimda, lengkap. Intinya kita tampung aspirasinya dan kita teruskan ke Gus Menteri, kemarin juga sudah kami sampaikan ke DPRD Provinsi Jawa Timur,” ujar Ronny.

Menanggapi terkait dengan banyaknya aplikasi yang harus dikerjakan desa. Gus Halim menegaskan akan terus berupaya untuk bisa menyatukan data-data yang berkaitan dengan desa. Dengan demikian, Gus Halim berharap semua pendataan diserahkan ke desa, karena yang tahu jumlah angka kemiskinan terbaru dan by bame by adress adalah desa.

“Kita ngomong kemiskinan itu abstrak, tapi kalau di desa ngomong kemiskinan itu kongkret. Orangnya ada, alamatnya ada, kondisinya bagaimana itu ada. Kalau kita ini abstrak. Makanya kita berupaya agar nanti pada akhirnya, berikan semua ke desa, percaya ke desa, desa itu bisa,” ujarnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Saturday, 3 October 2026 - 16:20 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Tuesday, 6 Oct 2026 - 20:04 WIB

News

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:56 WIB

Berita Utama

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:42 WIB

foto ist

Megapolitan

Blok M Direvitalisasi, Ditargetkan Rampung 2029

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:35 WIB