Gelaran Festival Iklim 2022 Sukses, Peserta Tembus Sebelas Ribu Lebih

Saturday, 29 October 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar acara tahunan Festival Iklim 2022 yang mengusung tema “Tingkatkan Aksi Iklim untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Festival yang berlangsung dari tanggal 24-28 Oktober 2022 dan diadakan secara daring maupun luring ini sukses meraih 11.432 pengunjung melalui beragam sesi webinar terkait perubahan iklim. Selain itu, tercatat sebanyak 250 peserta mengikuti ragam kegiatan lomba, dan 1.241 orang mengunjungi pameran virtual (https://www.festivaliklim2022.id/).

Kesuksesan penyelenggaraan Festival Iklim 2022 ini juga menunjukkan bahwa upaya penyebarluasan informasi kebijakan pengendalian perubahan iklim disambut antusias oleh masyarakat. Pada puncak acara, sekaligus penutupan Festival Iklim 2022 yang digelar bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda (28/10/2022) ini, diadakan penyerahan penghargaan dan apresiasi Program Kampung Iklim (ProKlim) tahun 2022.

Penerima penghargaan dan apresiasi ProKlim 2022 terdiri dari: (1) Penerima Penghargaan Trophy, Sertifikat dan Insentif ProKlim Lestari Tahun 2022 sebanyak 12 (dua belas) lokasi; (2) Penerima Penghargaan Trophy, Sertifikat dan Insentif ProKlim Utama Tahun 2022 sebanyak 55 (lima puluh lima) lokasi; (3) Penerima Penghargaan Sertifikat ProKlim Utama tahun 2022 sebanyak 313 lokasi; (4) Apresiasi Pembinaan ProKlim Tingkat Provinsi Tahun 2022 sebanyak 6 institusi; (5) Apresiasi Pembinaan ProKlim Tingkat Kab/Kota Tahun 2022 sebanyak 46 institusi; serta (6) Apresiasi Pendukung ProKlim Tahun 2022 sebanyak 11 perusahaan.

Menteri LHK, Prof. Siti Nurbaya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah bekerja mewujudkan ProKlim di daerahnya. “Terima kasih dan merupakan kebahagiaan kita dapat bersama pejuang-pejuang ProKlim yang sudah bekerja ikhlas sampai ke tingkat tapak untuk melakukan aksi nyata menbangun Indonesia yang berketahanan iklim dan rendah emisi GRK,” ungkap Menteri Siti.

See also  Terobosan Pemerintah untuk Tingkatkan Investasi dan Produktivitas Hutan Produksi

Penghargaan tersebut, menurut Menteri Siti merupakan pengakuan atas kerja keras para aktor aksi di lokasi ProKlim, serta para Kepala Daerah yang telah menjalankan fungsi pembinaan dengan baik serta dunia usaha yang mengambil peran aktif dalam mendukung dan mendampingi pelaksanaan ProKlim.

ProKlim merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim global dengan peran non-party stakeholder, sesuai hasil Pertemuan Para Pihak (Conference of The Parties/COP) ke 26 UNFCCC yang tertuang dalam Glasgow Climate Pact. Menteri Siti mengharapkan jumlah ProKlim dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang. Adanya penghargaan dan apresiasi ProKlim tiap tahunnya, diharapkan dapat memacu tercapainya target 20.000 Proklim pada tahun 2024.

“Mengapa harus kita tingkatkan berkali lipat lagi, karena sekarang kita telah punya Peraturan Menteri tentang Nilai Ekonomi Karbon, Peraturan Presiden juga sudah ada. Jadi ProKlim secara nyata menjadi harapan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteran, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi dan lingkungan bisa berjalan secara harmoni,” terang Menteri Siti.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), Laksmi Dhewanthi, pada kesempatan ini juga menyampaikan bahwa dalam Festival ini dilakukan diseminasi informasi kepada publik mengenai kinerja pengendalian perubahan iklim bersama stakeholders, serta mendiskusikan perkembangan terakhir serta berbagai peluang dukungan lintas program untuk sinergitas pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

“Festival Iklim ini juga menjadi forum untuk menampilkan best practice implementasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan sebagai sarana dalam memberikan apresiasi serta merayakan kreativitas dan inovasi para pihak pihak dan masyarakat luas atas prakarsa dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim”, lanjut Laksmi.

Pelaksanaan serial webinar pada Festival Iklim kali ini mengangkat isu-isu mutakhir pengendalian perubahan iklim di Indonesia, dengan melibatkan para stakeholders terkait. Pada tema Enhanced NDC, perwakilan dari 5 sektor diundang untuk menguraikan penguatan komitmen penurunan emisi di masing-masing sektor. Selain itu “Dua Dekade Manggala Agni Mengabdi untuk Negeri Bebas Asap dan Polusi” diulas dengan mengenang pembentukan Manggala Agni oleh pelaku sejarah, serta memotret eksistensi Manggala Agni dalam perspektif akademisi.

See also  Gus Halim: Bumdesa dan LKD Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Di dalam sesi webinar, penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dibahas secara mendalam. Untuk mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia telah menyusun Perpres 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.

NEK akan menjadi salah satu instrumen dalam upaya pengurangan emisi GRK di Indonesia, selain itu NEK diharapkan menjadi mekanisme yang menjadikan aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim lebih efektif, efisien, inklusif, transparan akuntabel serta berkeadilan. Potensi NEK di Indonesia sangat besar, dari luas tutupan hutan sebesar 95 juta ha apabila dikelola dengan baik akan dapat diperoleh hasil yang besar. Untuk mendukung pelaksanaan NEK di Indonesia, pada 20 Oktober 2022 telah diundangkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon.

Selain webinar, digelar pula forum diskusi dengan para mitra di daerah yang telah dirintis oleh UPT Balai PPI di seluruh Indonesia. Berbagai tema dibahas dalam forum diskusi tersebut. Sebagai contoh, Balai PPI Wilayah Kalimantan membahas tema tentang “Peningkatan Kapasitas Daerah dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Melalui Penguatan Peran Serta Masyarakat di Tingkat Tapak”. Tema lainnya yaitu “Teknologi Hijau dalam Pengendalian Perubahan Iklim” dipilih oleh Balai PPI Wilayah Sulawesi yang melibatkan praktisi yang mengembangkan PLTB Sidrap, praktisi pengelolaan lahan dengan sistem pertanian alami, serta praktisi media online yang berbagi cerita untuk meningkatkan social awareness terkait perubahan iklim.

Untuk mengekspose kinerja pengendalian perubahan iklim, dalam rangkaian Festival Iklim Tahun 2022 ini, juga digelar “Pameran Virtual Festival Iklim 2022” yang menampilkan berbagai dokumentasi karya-karya terbaik unit kerja lingkup Ditjen PPI. Pameran virtual yang dapat diakses melalui www.festivaliklim2022.id menampilkan video, foto, infografis, serta berbagai materi publikasi lainnya yang menggambarkan pelaksanaan program/kegiatan Ditjen PPI sampai tahun 2022 ini. Tidak kurang dari 500 pengunjung mengakses pameran virtual tersebut setiap harinya.(*)

Berita Terkait

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Berita Terbaru

Energy

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

Friday, 25 Sep 2026 - 20:34 WIB