KPK Beri Apresiasi Pada Mitra Penyedia Jasa Keuangan atas Implementasi Aplikasi PEDAL

Thursday, 24 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan apresiasi atas kerjasama dengan mitra Penyedia Jasa Keuangan (PJK), Rabu (23/11). Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Randi-Yusuf, Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Jakarta, merupakan rangkaian acara dari peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam sambutannya mengatakan, sebagai penyakit moral, tindak pidana korupsi menjadi kecenderungan dan berkembang dengan multifaktor. Untuk itu, penanganannya diperlukan secara sistematis dengan menerapkan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan semua unsur terkait, termasuk PJK.

“Tantangan ke depan yang semakin luas dan berkembang harus terus KPK hadapi, termasuk di dalamnya pada perkembangan kejahatan di sektor keuangan. Kerjasama selama tiga tahun ini merupakan bentuk kolaborasi dengan pihak PJK yang telah berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi melalui pengimplementasian aplikasi Pertukaran Data Elektronik (PEDAL),” ungkap Alex.

Lanjut Alex, atas perolehan gambaran pelaksanaan aplikasi PEDAL dari mitra PJK, KPK dapat memetakan kendala dan saran perbaikan serta rencana perbaikan atau peningkatan aplikasi PEDAL. Seperti diketahui, Aplikasi PEDAL merupakan platform pertukaran data secara elektronik yang dilakukan oleh Direktorat PP LHKPN – KPK dengan PJK.

“PJK itu sendiri antara lain perbankan, asuransi, pasar modal, dan lainnya. Dalam platform ini, KPK dapat melakukan permintaan data keuangan atau investasi kepada mitra kerja, dan sebaliknya PJK dapat mengakses e-Announcement LHKPN dengan mudah untuk kebutuhan Politically Exposed Person (PEP),” kata Alex.

Pertukaran data secara elektronik melalui aplikasi PEDAL berguna untuk memitigasi kebocoran data dan untuk mempermudah tracking permintaan, serta pemenuhan data dari kedua belah pihak.

“Sejak 2019 lalu, permintaan data melalui aplikasi PEDAL sudah kita lakukan. Hingga saat ini terdapat 113 PJK yang telah menggunakan aplikasi PEDAL, diantaranya 53 perbankan baik nasional, internasional dan daerah, 57 perusahaan asuransi, serta satu lembaga pasar modal,” jelas Alex.

See also  Polda Metro Jaya Akan Gelar Perkara Kasus Ancaman Jerinx ke Adam Deni

Oleh karenanya, KPK melalui Direktorat PP LHKPN memberikan penghargaan atas peran para PJK dalam penyediaan data, dengan tujuan agar kerjasama yang telah dibina dapat berjalan lebih optimal. KPK juga berharap, PJK dapat lebih aktif dalam memberikan data keuangan atau data investasi yang diperlukan untuk pemeriksaan LHKPN.

“Dengan upaya tersebut, diharapkan sistem antikorupsi atau upaya pencegahan korupsi pada PJK juga dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Serta dapat memudahkan pengguna layanan atau penerimaan manfaat pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja organisasi untuk mengambil peran secara aktif dalam pencegahan korupsi,” pungkas Alex.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan juga turut menyampaikan, Penyedia Jasa Keuangan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apabila industri jasa keuangan berlangsung secara sehat dan bebas korupsi, maka pertumbuhan ekonomi dapat meningkat karena pendapatan dan belanja masyarakat juga mengalami peningkatan.

“Melihat semakin canggihnya sistem yang dibuat oleh lembaga keuangan dalam mencegah dan mengimbangi fraud yang masif dilakukan dalam sektor keuangan. Maka dari sisi penegakan hukum, perlu memahami sistem pencegahan yang ada tersebut, serta memiliki kompetensi dalam mendalami modus-modus yang dilakukan dalam melakukan fraud yang terjadi,” kata Pahala.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ansyori Abdullah mengatakan, sebagai pengawas, OJK bertugas untuk memastikan agar seluruh PJK tidak digunakan untuk tindak pidana korupsi. OJK juga menggunakan data LHKPN dalam melakukan tugas pengawasannya, selain itu OJK juga sudah menyurati seluruh PJK untuk menggunakan Pedal sebagai media elektronik.

Selain itu, Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Supriyatno mengatakan, pihaknya telah menerapkan praktik prudential banking dengan melakukan penguatan integritas kepada BPD se-Indonesia bekerja sama dengan KPK. Diantaranya menyiapkan sistem dan kebijakan terkait LHKPN, pengendalian gratifikasi, implementasi dan revitalisasi whistleblowing system.

Berita Terkait

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance
Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara
Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot
Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 15:02 WIB

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Tuesday, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara

Monday, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Thursday, 24 September 2026 - 18:24 WIB

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB