DAELPOS.com – Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali, dinilai telah sukses menyelenggarakan Kick-off Meeting pada 15-16 Februari 2023 sebagai pertemuan pertama bagi para pemangku kepentingan internasional di pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).
Hal tersebut disampaikan Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon disela-sela 82th Board of Governors Meeting WWC di Bali pada Jumat dan Sabtu, 17 – 18/2/2023. Presiden Fauchon kembali mengulang pernyataannya saat penutupan Kick-off Meeting World Water Forum ke-10 bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Kamis (16/2/2023).
Dikatakan Loïc, melalui World Water Forum ke-10, Indonesia bisa menunjukkan kepada dunia kapasitasnya dalam memimpin untuk menghadapi tantangan-tantangan pengelolaan air di dunia. Menurutnya hal ini dapat terlihat dari para pemimpin di Indonesia yang telah mendemonstrasikan keinginan mereka untuk menempatkan air dan lingkungan hidup sebagai agenda utama.

“Indonesia adalah negara besar. Komunitas internasional harus banyak belajar dari pengalaman dan keahlian Indonesia dalam menanggapi tantangan pengelolaan air. Indonesia akan menjadi ibu kota perairan internasional selama 15 bulan ke depan hingga Mei 2024. Gelaran Kick-Off Meeting ini menunjukkan tonggak untuk memperkuat komitmen pengelolaan air. Stop ignoring water, berhenti mengabaikan air,” ujar Presiden Fauchon.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, lewat Kick-Off Meeting yang telah berlangsung pada 15-16 Februari telah dilakukan proses identifikasi isu-isu penting yang akan dibahas di WWF ke-10 tahun 2024 mendatang.
Sejak Kick-Off Meeting dilangsungkan, telah berjalan proses tematik, regional, dan politik guna mendiskusikan dan menemukan solusi realistik, inovatif, berikut rencana aksi dan implementasinya dalam waktu dekat.
“Forum ini dapat dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting menuju tahun 2030 dan seterusnya, yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan air untuk semua. Dengan tema “Water for Shared Prosperity” dan berkontribusi secara signifikan terhadap realisasi Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Menko Luhut yang juga selaku Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan World Water Forum ke-10 tahun 2024.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, setelah Kick-off Meeting, selanjutnya akan dilaksanakan pertemuan kedua para pemangku kepentingan di pengelolaan air yang berkelanjutan yang rencananya digelar pada September 2023 di Bali.
“Kick-off Meeting ini merupakan international stakeholders meeting yang pertama, nanti yang kedua pada September 2023 dan puncaknya nanti di bulan Mei 2024, yakni World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali,” kata Menteri Basuki. (*)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

