daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota, Selasa (12/5). Peninjauan dilakukan mulai dari Stasiun MRT Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengaku optimistis proyek strategis transportasi massal itu dapat selesai sesuai target. Hingga saat ini, progres pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai 59,7 persen.
“Saya mendampingi Bapak Wakil Presiden dan juga hadir Bapak Menteri Perhubungan untuk mengecek progres fase 2A MRT Utara-Selatan. Kalau dilihat secara keseluruhan, progresnya sekarang ini sudah 59,7 persen,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Pembangunan MRT koridor Utara-Selatan ini ditargetkan rampung secara bertahap. Tahap commissioning atau uji coba sistem dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2027.
Sementara itu, target operasional hingga Stasiun Harmoni direncanakan pada akhir 2027. Adapun jalur hingga Stasiun Kota ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029.
“Maka dengan demikian, kalau ini sudah selesai, ruas utama Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer selesai secara keseluruhan di tahun 2029,” kata Pramono.
Dalam peninjauan tersebut, perhatian khusus diberikan pada proses pekerjaan di Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar. Kedua stasiun itu memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi karena berada di kedalaman mencapai 28 meter di bawah permukaan tanah, menjadikannya sebagai stasiun terdalam dalam proyek MRT Jakarta saat ini.
Meski menghadapi tantangan besar, Pramono mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek tersebut. Ia menyebut sekitar 3.800 pekerja yang terlibat seluruhnya merupakan putra-putri Indonesia.
“Yang menggembirakan, 3.800 orang yang bekerja di sana semuanya adalah Indonesia. Ini membuktikan bahwa putra-putri terbaik kita kalau diberikan kesempatan bisa memberikan hasil yang luar biasa,” jelasnya.
Selain pembangunan MRT lintas Utara-Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus melanjutkan pengembangan MRT lintas Timur-Barat. Saat ini, sejumlah tahapan tengah dilakukan, mulai dari pembebasan lahan, penetapan trase, hingga penentuan titik stasiun.
“Mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar, segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur,” ucap Pramono.
Pramono menambahkan, Wapres Gibran turut mengapresiasi perkembangan pembangunan MRT Fase 2A. Menurutnya, Gibran menilai pengerjaan proyek berlangsung rapi dengan kualitas konstruksi yang tetap terjaga.
“Beliau menyampaikan rasa gembira dan puas karena beliau juga sudah pernah melihat sebelumnya. Progresnya cukup bagus dan apalagi terowongannya cukup rapi. Semua sekali lagi dikerjakan oleh putra-putri Indonesia,” tandas Pramono.








