Arsjad Rasjid: Pemerintah dan Swasta Harus Berkolaborasi Selamatkan Generasi Muda dari Dampak Revolusi Industri 4.0 dan Transisi Ekonomi Hijau

Wednesday, 12 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyatakan bahwa generasi muda Indonesia beresiko tidak mendapatkan atau bahkan kehilangan pekerjaan akibat digitalisasi dan transisi ekonomi hijau. Hal ini dapat terjadi jika kurikulum pendidikan vokasi  tidak sejalan dengan kebutuhan industri baru dan terbarukan sebagai industri masa depan.

“Jika tidak sejalan, maka pengangguran bisa kembali tercipta. Untuk itu pihak industri harus selalu bekerja sama dengan pemerintah menciptakan sistem pendidikan vokasi yang modern, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan industri masa depan,” tegas Arsjad.

Kekhawatiran serupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi yang pesat juga diungkapkan oleh Bank Dunia dalam laporan berjudul World Development Report 2019: The Changing Nature of Work. Salah satu aspek utama dalam laporan tersebut adalah mengenai tantangan terbesar saat ini adalah untuk membekali generasi masa depan dengan keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan mereka di masa yang akan datang.

Permintaan Keterampilan Digital Tinggi Meski Ada Resesi dan PHK Massal

Arsjad menyadari bahwa resesi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan teknologi global dan regional telah menimbulkan kekhawatiran mengenai prospek pekerjaan di bidang teknologi. Namun, ia menegaskan bahwa permintaan terhadap keterampilan digital tetap tinggi. Hal ini didukung oleh data Kementerian Ketenagakerjaan yang memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan terus meningkat hingga mencapai 1.979.418 orang pada 2025.

Komitmen Indonesia Capai Net Zero Emission Dorong Peluang Pekerjaan di Industri Hijau

Selain itu, komitmen Indonesia dan dunia usaha untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, menciptakan peluang bagi industri hijau yang memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan. “Setidaknya ada 65 perusahaan yang berkomitmen menuju net zero emission dibawah payung Kadin Net Zero Hub, bayangkan 65 perusahaan dengan kemampuan mempekerjakan lebih dari 20 ribu karyawan, maka kita dapat melihat kebutuhan pasar lapangan kerja di bidang ekonomi hijau sangatlah tinggi,” tekan Arsjad. Ditambah, Badan Energi Internasional juga memperkirakan 14 juta pekerjaan di seluruh dunia akan diciptakan oleh ekonomi hijau pada tahun 2030.

See also  Mitra Binaan Pertamina Dukung Implementasi SDGs dan ESG dengan Lestarikan Kebaya Sebagai Identitas Kebanggaan Perempuan Indonesia

“Perusahaan akan semakin selektif dalam memilih kandidat, dengan kondisi perekonomian saat ini, sehingga kita harus memastikan bahwa generasi muda tidak hanya memiliki keterampilan digital namun juga berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Arsjad.

Reformasi Pendidikan Vokasi Menjadi Kunci Untuk Pekerjaan Masa Depan

Untuk itu, Arsjad mendorong  pemerintah untuk segera mereformasi pendidikan vokasi dan meningkatkan kerjasama dengan sektor usaha dalam mengatasi ketidakseimbangan antara kualifikasi dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia dan kebutuhan industri. Menurut Arsjad, reformasi pendidikan vokasi dan kerjasama pemerintah-sektor usaha harus mencakup mengembangkan payung hukum yang kuat agar pendidikan vokasi dapat berjalan dengan lancar dan kolaborasi antara industri serta lembaga pendidikan menjadi lebih efektif. Payung hukum yang kuat ini akan menciptakan landasan yang kokoh bagi sistem pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Arsjad menekankan perlunya penyusunan kurikulum pendidikan vokasi yang berbasis kebutuhan industri, terutama dalam bidang teknologi digital dan ekonomi hijau. Dengan kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan industri, lulusan pendidikan vokasi akan memiliki keterampilan yang relevan dan siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, Kadin Indonesia juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas pendidik melalui pelatihan yang intensif, seperti program “training for trainer“. Melalui pendekatan ini, pendidik akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan industri dan keterampilan yang harus diajarkan kepada siswa, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

Berita Terkait

Epson Hadirkan Generasi Terbaru EcoTank, Cetak Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Hemat
Hutama Karya Raih Dua Platinum Award IHCA 2026, Tegaskan Transformasi Human Capital sebagai Penggerak Bisnis
Sempat Gratis, Tol Bayung Lencir-Pijoan Segera Berlaku Tarif
Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun
wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga
Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut
Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 10:58 WIB

Epson Hadirkan Generasi Terbaru EcoTank, Cetak Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Hemat

Sunday, 23 August 2026 - 23:12 WIB

Hutama Karya Raih Dua Platinum Award IHCA 2026, Tegaskan Transformasi Human Capital sebagai Penggerak Bisnis

Thursday, 20 August 2026 - 19:13 WIB

Sempat Gratis, Tol Bayung Lencir-Pijoan Segera Berlaku Tarif

Saturday, 15 August 2026 - 21:12 WIB

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Thursday, 13 August 2026 - 17:59 WIB

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Berita Terbaru

foto ist

News

BMKG Sebut Asap Karhutla Bisa Lintas Negara

Tuesday, 25 Aug 2026 - 00:16 WIB