DAELPOS.com – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan catatan dan kritik terkait kondisi guru Indonesia saat ini yang penuh masalah dalam acara diskusi publik dengan tema “Derita Guru dalam Sistem Pendidikan Indonesia” yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI pada hari Selasa (26/11/2019) di Jakarta.
Sohibul Iman mengatakan bahwa tugas para guru itu sangat mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, “Salah satu tujuan didirikan Republik ini adalah ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan guru-guru kita adalah figur sentral yang mengemban tugas mulia tersebut,” ungkapnya.
Doktor lulusan Jepang ini meminta agar pemerintah memprioritaskan terpenuhinya hak-hak guru dengan sempurna, Karena tugas para guru ini mulia. Dirinya mencatat setidaknya beberapa hal yang perlu menjadi prioritas.
Pertama, kompetensi guru belum sesuai dengan harapan, masih perlu ditingkatkan. Diharapkan guru punya motivasi untuk meningkatkan kemampuan teknisnya sebagai guru. Bukan hanya hard-skills, tapi juga soft-skills. Kemampuan guru membangkitkan motivasi anak didik untuk giat belajar.
“Kedua, terkait distribusi Guru diseluruh indonesia tidak merata dan menyedihkan. Rasio guru dan anak didik yang tidak seimbang. Ketiga, semestinya dengan alokasi 20 persen untuk pendidikan cukup untuk memenuhi remunerasi guru. Dana pendidikan tidak dialokasikan dengan efektif. Situasi ini terjadi karena perencanaan pembangunan pendidikan tidak dilakukan dengan baik karena roadmap belum disiapkan,” kata Sohibul Iman.
Sohibul Iman memberikan penekanan agar guru tidak terjebak kepada kepentingan politik. Dirinya menangkap fenomena guru dimobilisasi untuk menjadi tim sukses kepala daerah. PKS bertekad dan berkomitmen untuk tidak melibatkan guru dalam timses, karena akan membuat pendidikan semakin terkontaminasi. Sejatinya guru akan lebih berkonsentrasi untuk mendidik anak-anak. Politik jangka pendek, tapi mendidik anak-anak adalah politik peradaban.
“Terakhir, seringkali guru dikriminalisasi. Guru berada pada posisi rentan terhadap aduan orangtua siswa, menjadikan guru mudah menjadi bulan-bulanan anak didik yang orangtuanya punya koneksi. Semoga kondisi guru ada perbaikan sebab pekerjaan guru adalah membangun peradaban,” tutupnya. (pks.id)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

