Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana 49 Milliar Untuk Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat

Friday, 6 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Cargill menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit berkelanjutan melalui dukungan pendanaan sebesar Rp 49 miliar (US$ 3,5 juta) untuk program konservasi hutan di Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat, selama 25 tahun ke depan. Dana tersebut akan dikelola melalui Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan atau Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) bersama dengan Lestari Capital, dan mitra implementasinya, People Resources and Conservation Foundation (PRCF) Indonesia.

Program Hutan Desa Nanga Lauk yang berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terdiri atas Hutan Desa dan Hutan Produksi Terbatas. Hutan Desa mencakup total 1.430 hektar termasuk hutan rawa gambut, tanah rawa dan danau. Sedangkan Hutan Produksi Terbatas mencakup hutan rawa gambut seluas 9.169 hektar dan kawasan hutan yang berdekatan dengan aliran sungai dan danau. Baik Hutan Desa dan Hutan Produksi Terbatas Nanga Lauk mendukung kehidupan sekitar 700 penduduk di 197 rumah tangga.

Selama beberapa generasi, kawasan hutan ini telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat melalui kegiatan menangkap ikan, bercocok tanam, dan memanen hasil hutan seperti madu. Hutan dan aliran air di sekitarnya juga merupakan sumber air, bahan bakar, bahan bangunan, dan obat tradisional.

Rusman, tokoh masyarakat Desa Nanga Lauk, mengatakan, “Kami telah tinggal di sini selama beberapa generasi. Hutan dan sungai telah memberikan manfaat bagi kami dengan menyediakan sarana untuk hidup dan tumbuh. Demi generasi yang akan datang – anak cucu kami – kami perlu memastikan bahwa kami terus melindungi hutan kami. Hal ini merupakan satu-satunya cara agar kami dapat terus mendapatkan manfaat dari ekosistem dan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Kami menyambut baik program pengelolaan hutan berkelanjutan ini karena akan membantu masyarakat sekitar mencari nafkah sekaligus memberikan kontribusi kembali ke hutan yang kami sebut rumah kami.’

Nanga Lauk diharapkan menjadi contoh bagi program-program konservasi berkualitas tinggi yang memiliki manfaat jangka panjang. Program hutan desa memungkinkan anggota masyarakat untuk melindungi dan mengelola hutan serta memperoleh penghasilan dari pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Program ini juga membantu masyarakat meningkatkan mata pencaharian melalui pelatihan di berbagai bidang seperti patroli hutan, keterampilan bisnis, pemasaran dan pengembangan bisnis, pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam seperti rotan, bambu dan madu liar, serta ekowisata.

Richard Low, CEO Cargill Tropical Palm, mengatakan, “Melalui kemitraan dengan Lestari Capital, kami mengembangkan Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan atau Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) untuk mendukung dan melaksanakan program jangka panjang dengan aman dan baik yang sekaligus memperkokoh komitmen kami terhadap pelestarian hutan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. SCCM merupakan mekanisne Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana US$ 3,5 juta kepada Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat, untuk Mendukung Masyarakat dalam Pelestarian dan Perlindungan Hutan 2 konservasi yang pertama di industri kelapa sawit dan Program Hutan Desa Nanga Lauk adalah salah satu contoh yang baik tentang bagaimana kami mengimplementasikan komitmen keberlanjutan dan ketaatan kami terhadap sertifikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas serta melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.”

“Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) atau Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan yang diprakarsai oleh Lestari Capital adalah mekanisme pelopor untuk memfasilitasi perusahaan yang ingin mengintegrasikan – secara aman dan transparan – dampak positif jangka panjang dari inisiatif lingkungan dan konservasi ke dalam rantai pasokan mereka. Inisiatif konservasi yang didukung oleh SCCM adalah inisiatif yang melestarikan dan merestorasi hutan di Indonesia dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), yang merupakan faktor penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mitigasi krisis iklim dunia. Lestari Capital sangat mengapresiasi Cargill yang telah merealisasikan komitmen mereka dan menjadi pionir pengguna SCCM untuk melakukan pembiayaan selama 25 tahun secara langsung ke pihak yang paling membutuhkan, yaitu inisiatif konservasi di lapangan.”

Cargill mengoperasikan tiga perkebunan kelapa sawit bersertifikasi RSPO di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan, yang mencakup area lebih dari 80.000 hektar. Selain perkebunan inti, Cargill juga melatih petani plasma dalam Praktik Pertanian yang Berkelanjutan, dan tahun lalu telah membantu lebih dari 3.000 petani plasma untuk mendapatkan sertifikat RSPO Minyak Sawit Berkelanjutan. Saat ini Cargill telah mendukung lebih dari 16.500 petani plasma binaan untuk memperoleh sertifikasi RSPO. Selain itu, Cargill juga menyediakan fasilitas pelatihan sumber daya manusia terkemuka di industri seperti Institusi Pendidikan khusus (Learning Academy) untuk melatih para profesional di bidang produksi minyak sawit berkelanjutan. Melalui Institusi Pendidikan khusus tersebut, Cargill juga memperluas kesempatan magang dan penelitian bagi para mahasiswa/i pertanian di Indonesia,

Selain melakukan investasi untuk meningkatkan produksi pertanian, Cargill juga menyediakan fasilitas sekolah dan perawatan kesehatan untuk lebih dari 6.000 anak karyawan dan masyarakat setempat melalui 46 jaringan sekolah berprestasi yang dikelola oleh Yayasan Harapan Masa Depan Cerah (YHMDC). Untuk perawatan kesehatan, masyarakat setempat dapat mengakses ke 28 klinik yang juga dikelola secara professional oleh perusahaan.

Keselamatan sangat penting bagi Cargill, dan Cargil menempati posisi terdepan di industri pertanian dalam kinerja dan praktik keselamatan. (RED)

See also  Uji Publik RPM tentang Akreditasi Pelatihan Teknis Fungsional di Bidang Komunikasi dan Informatika

Berita Terkait

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Berita Terbaru

Berita Utama

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Saturday, 26 Sep 2026 - 23:12 WIB

Berita Utama

Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik

Saturday, 26 Sep 2026 - 20:59 WIB

foto ist

Nasional

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 Sep 2026 - 18:30 WIB