Mendagri Kunjungan Kerja ke Nias, Bangkitkan Optimisme Pembangunan

Monday, 9 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Untuk pertama kalinya Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Nias. Pada kesempatan ini Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D melakukan kunjungan kerja ke Nias, Provinsi Sumatera Utara. Setibanya di Bandara Binaka Nias pada Senin (09/12/2019), Mendagri langsung disambut Forkopimda dan Tokoh Masyarakat se-Pulau Nias.

Dalam kunjungannya tersebut Mendagri membangkitkan semangat optimisme kepada masyarakat Nias dalam mengembangkan potensi wilayahnya untuk menunjang pembangunan. Mendagri juga mencontohkan beberapa negara di dunia yang berhasil mencapai kesejahteraan bagi masyarakatnya di tengah keterbatasan sumber daya.

“Memang ada suara pesimistis tadi, ‘Kami daerah tertinggal’. Saya sedih dengarnya, jujur, karena pengalaman saya mohon maaf, saya sekolah di beberapa negara, itu yang ter-ter- lebih banyak lagi, tapi bisa merubah negaranya menjadi sangat maju, contohnya Hongkong, Singapura, Uni Emirat Arab (UAE), dan masih banyak lagi,” kata Mendagri.

Menurutnya, jika dibandingkan antara sumber daya beberapa negara dengan Nias, Nias jauh memiliki sumber daya yang unggul. Oleh karenanya, bukan suatu hal yang mustahil bagi Nias untuk mengembangkan seluruh potensinya dalam mencapai kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Contoh lainnya di Singapura, saya cukup lama sekolah di Singapura, sekitar lima tahun. Dibandingkan Nias, tak ada apa-apanya, cuma pulau kecil dengan jumlah penduduk yang sedikit, sekitar lima juta penduduk, tidak mempunyai sumber daya alam di sana. Tak ada perikanan maupun kelautan, pantainya pun dari pasir Batam. Di mana kuncinya? Lagi-lagi SDM jadi kuncinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, Nias juga dapat berkaca pada Maldives atau Maladewa yang terletak di sebelah Selatan-Barat Daya India, sekitar 700 KM sebelah barat daya Sri Lanka. Di tengah keterbatasan sumber daya, Maldives mampu menarik investor untuk berinvestasi di sana.

See also  Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

“Contoh lainnya Maldives, pulaunya tidak sebanyak Nias, tidak ada bukit apapun, tapi mampu memanggil dan mengundang investor semua datang. Berbagai macam resort dan kemudian lapangan kerja menjadi terbuka. Nah ini, sebetulnya tidak perlu anti dengan investor asing, mau dari Cina, Amerika atau negara manapun ambil saja, sepanjang dia bisa membuka lapangan kerja, bisa menguntungkan kita, dan tidak mengambil kedaulatan negara kita. Ambil saja, contoh lainnya di Uni Emirat Arab. Mereka bisa mengembangkan gurun menjadi lautan hijau, infrastruktur dan gedung-gedung tinggi, kuncinya juga ada di investasi,” tukasnya.

Dengan perbandingan tersebut, Mendagri berharap Nias kian berkembang dengan memanfaatkan SDM maupuan SDA yang kian melimpah. SDM yang kompak menjadi salah satu kunci yang tak dapat dipisahkan untuk membangun Nias.

“Bagaimana agar pembangunan di Nias dapat dijalankan dengan cara swadaya dan swakarsa, kenapa tidak? Karena saya lihat potensi SDM nya, pintar-pintar, tokohnya cerdas-cerdas. Persoalannya bagaimana kita memanfaatkan potensi itu, SDM ini betul-betul harus dijaga kekompakannya,” jelasnya.

Selain unsur SDM, keamanan menjadi aspek penting yang perlu dijaga agar pembangunan di Nias menjadi efektif dan tepat sasaran untuk mensejahterakan masyarakatnya.

“Keamanan bukan segala-galanya, tapi segala-galanya tidak akan berarti apa-apa kalau situasi tidak aman. Keamanan ini menjadi modal penting. Pilkada silahkan tapi jangan sampai ada konflik, karena kita memberikan ketakutan pada investor yang mau datang. Situasi keamanan ini harus dijaga, dan ini harus ada kekompakkan dari semua pihak, Pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat. Jaga betul harmoni yang ada,” pesan Mendagri.

Ia juga menitipkan agar anak-anak yang akan menjadi potensi dalam demografi mendapatkan perhatian khsusus dari Pemerintah setempat, utamanya untuk diberikan pendidikan formal maupun keterampilan. Tak hanya itu, potensi SDM juga perlu ditunjang dengan memperhatikan segala aspek kesehatan yang dapat mempengaruhi pembentukan SDM yang unggul.

Berita Terkait

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Berita Terbaru

Berita Utama

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Saturday, 26 Sep 2026 - 23:12 WIB

Berita Utama

Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik

Saturday, 26 Sep 2026 - 20:59 WIB

foto ist

Nasional

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 Sep 2026 - 18:30 WIB