Gantikan Pembangkit Diesel, PLN Operasikan 2 Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan Baru di Kalbar

Sunday, 28 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai Incomer (Ketapang-Sukadana).

Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai Incomer (Ketapang-Sukadana).

DAELPOS.com – PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur jaringan listrik antar wilayah. Tersambungnya infrastruktur jaringan dari sumber energi ke masyarakat mampu menekan penggunaan pembangkit diesel yang selama ini dimanfaatkan untuk wilayah terpencil.

PLN melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) berhasil membangun 191 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai – Incomer (Ketapang-Sukadana) dan memberikan tegangan listrik atau energize pada Gardu Induk (GI) dengan kapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Minggu (14/01).

Proyek ini mendukung program Dedieselisasi yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu menonaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aggreko Tayap berkapasitas 7,8 MW dan juga sekaligus menjadi salah satu upaya dalam mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan dalam upaya mengejar rasio elektrifikasi dan mengurangi penggunaan fosil sebagai bahan bakar, PLN terus memperkuat infrastruktur kelistrikan seperti jaringan transmisi maupun distribusi. Pembangunan infrastruktur ini memperkuat sistem kelistrikan yang andal dan efisien di berbagai daerah.

“2024 kami mulai dengan tancap gas membangun infrastruktur jaringan. Beroperasinya jaringan transmisi dan gardu induk ini akan semakin memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan penggunaan bahan bakar berbasis fosil,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, dengan pasokan listrik yang andal akan mendukung masyarakat dan para pelaku usaha agar nyaman dalam beraktivitas sehingga akan meningkatkan produktivitasnya.

General Manager PLN UIP KLB, Muhammad Dahlan Djamaluddin mengatakan dengan energize -nya proyek tersebut, PLN telah mengambil langkah maju menuju pencapaian keandalan listrik dalam rangka sistem interkoneksi di seluruh Kalimantan.

“SUTT ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 90% dan infrastruktur GI dengan TKDN hampir 70% ini merupakan bagian dari pengembangan interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Melalui pembangunan infrastruktur ini akan meningkatkan keandalan listrik di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sehingga masyarakat dapat menikmati listrik dengan kualitas yang lebih baik,“ terang Dahlan.

See also  Gunakan REC, Institut Teknologi PLN Jadi Kampus Energi Hijau Pertama di Jakarta

Adapun, GI tersebut memiliki kapasitas transformator sebesar 30 mega volt ampere (MVA) yang didukung oleh 191 tower SUTT 150 kV dengan panjang mencapai 129,762 kilometer sirkit (kms).

Dahlan juga menjelaskan pada proses pembangunan GI dan SUTT ini harus melewati sebelas desa, tiga kecamatan dan dua kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

“Penyelesaian proyek ini tentunya tak lepas juga karena adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah serta masyarakat sekitar proyek pembangunan, Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada PLN sehingga proyek ini dapat selesai dengan baik,” ujar Dahlan.

“Saat ini PLN UIP KLB menargetkan untuk penyelesaian pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah dan sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat yaitu melalui proyek SUTT 150 kV Sandai – Tayan dan SUTT 150 kV Kendawangan – Sukamara,” ungkapnya.

Dahlan menambahkan bahwa infrastruktur ini dapat memberikan dorongan positif pada sektor ekonomi dan investasi secara khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Pasalnya, gardu induk ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan memberikan peluang bagi investor untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Sebagai bagian dari proyek interkoneksi Kalimantan, tentunya wilayah Sandai dan Sukadana dan sekitarnya perlu pasokan listrik yang andal sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” pungkas Dahlan.

Berita Terkait

Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut
Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas
Bank Mandiri-Paramount Perkuat Sinergi, Dorong Ekosistem Properti Berkelanjutan
Bank Jakarta Investasi Talenta Digital, Kejar Transformasi Berkelanjutan
Bank Mandiri Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Generasi Difabel
Indonesia dan Arab Saudi Tingkatkan Sinergi Promosi serta Fasilitasi Investasi
InfraNexia Moncer! Transformasi TelkomGroup Makin Terasa Hasilnya

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 10:42 WIB

Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Wednesday, 12 August 2026 - 00:02 WIB

Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas

Monday, 10 August 2026 - 17:31 WIB

Bank Mandiri-Paramount Perkuat Sinergi, Dorong Ekosistem Properti Berkelanjutan

Monday, 10 August 2026 - 10:40 WIB

Bank Jakarta Investasi Talenta Digital, Kejar Transformasi Berkelanjutan

Thursday, 6 August 2026 - 16:41 WIB

Bank Mandiri Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Generasi Difabel

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Thursday, 13 Aug 2026 - 10:42 WIB