DAELPOS.com – Pasiops Kodim 0808/Blitar Kapten Inf Taufikurrahman Firdaus mengikuti Parade Santri Cinta Damai bertempat di depan Kantor Kantor walikota Bliatr jlan merdeka, sabtu (19/10/2019).
Ribuan santri dari berbagai lembaga dan pondok pesantren mengikuti Parade Santri Cinta Damai di Kota Blitar. Parade tersebut untuk menyambut peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.
Plt Walikota Blitar Santoso dalam sambutan yang dibacakan Sekda Rudi Wijanarko, menyampaikan Pemkot Blitar menyambut dengan positif parade santri cinta damai dalam memperingati Hari Santri Nasional 2019.
“Peringatan Hari Santri merupakan tanda entitas santri di Indonesia. Santri yang satu kesatuan dengan pesantren telah mendelegasikan dirinya sejak jaman pra kemerdekaan hingga menjadi bagian penting mengawal pembangunan di Indonesia hingga saat ini,” tegas Plt wali kota dalam sambutan yang dibacakan Sekda Rudi.
Lanjut Plt Walikota menegaskan dirinya merasa bangga dengan sifat, sikap dan tindakan yang telah diteladani oleh santri, dimana santri selalu menjaga keberagaman, keindonesiaan dan kebhinekaan.
“Sejak awal berdirinya republik ini santri telah sepakat bahwa pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah suatu yang bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.
Pasiops Kodim 0808/Blitar Kapten Inf Taufikurrahman Firdaus saat bersamaan juga mengucapkan selamat Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.
Parade Santri Cinta Damai tahun ini mengusung tema ‘Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia’. Di era milenial ini, santri di Indonesia juga menunjukkan sikap-sikap keteladanan yang banyak dipelajari dan dicontoh oleh Negara lain.
“Di pesantren santri dikader untuk keilmuan yang mendalam dan dibekali karakter humanis, inklusif, toleran dan moderat, sehingga santri di Indonesia benar-benar menerangi dan memberi cahaya bagi Bumi Nusantara dan Dunia, ucap Pasiops (DAE).







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
