Menteri BUMN Diminta Fokus Sehatkan Perusahaan ‘Plat Merah’

Tuesday, 5 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. Foto Istimewa

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. Foto Istimewa

DAELPOS.com – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyoroti tentang sepuluh perusahaan ‘plat merah’ yang memiliki utang terbesar. Nevi mendorong agar Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju bisa fokus untuk lebih menyehatkan kondisi yang ada dalam waktu satu tahun ke depan.  Menurutnya, perusahaan dengan utang terbesar itu, merupakan perusahan-perusahaan besar menjadi andalan negara.

Adapun perusahaan pemilik utang terbesar yang dimaksud legislator Fraksi PKS itu adalah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT. Bank Mandiri Tbk, PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pertamina, PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Taspen, PT. Waskita Karya Tbk, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT. Pupuk Indonesia.

“Perusahaan Perbankan, Energi, Telekomunikasi dan Infrastruktur, semua adalah andalan negara sebagai perwajahan kekuatan bangsa dalam mengelola sumber daya. Ini perlu penyehatan yang kuat agar lebih mandiri, merdeka dari hutang sehingga mampu memberikan sebesar-besarnya kontribusi dan manfaat untuk mayoritas rakyat Indonesia,” ucap Nevi dalam berita rilisnya, Senin (4/11/2019).

Nevi mengatakan, Kementerian BUMN agar terus waspada terhadap utang BUMN ini.  Tercatat lima tahun terakhir, utang BUMN telah melonjak sangat besar. Pada Juli 2019, Utang Luar Negeri (ULN) BUMN Indonesia mencapai 52,8 milyar dollar Amerika Serikat (AS).  Meski hutang-hutang BUMN ini masih belum mengganggu arus kas, namun keadaan ini sangat mengkhawatirkan karena akan berdampak pada adanya risiko kontijensi atau ketidakpastian untuk RI.

Utang luar negeri BUMN RI telah mengalami peningkatan sehingga tergambar sebagai tren. Kenaikan lebih dari 6,3 miliar dollar AS atau sekitar 13,8 persen hanya dalam waktu 6 bulan saja di periode Januari sampai Juli 2019. Angka ini memiliki proporsi sebesar 26,7 persen bila dibandingkan dengan total utang luar negeri swasta pada Juli 2019, tambahnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini hutang dan Kinerja buruk BUMN itu yang menjadi salah satu faktor mengapa hanya 2 BUMN Indonesia yang berhasil menembus deretan 500 perusahaan terbesar di dunia versi majalah Fortune. Padahal, Indonesia memiliki size ekonomi di peringkat 16 besar dunia dalam kategori Negara dengan perekonomian terbesar. Indonesia pun masuk anggota G20.

“Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) senilai 862 miliar dollar AS (tahun 2016), diperkirakan tahun 2030 nanti ekonomi Indonesia akan menduduki ranking 7 besar dunia, sejajar dengan Amerika Serikat dan China,” katanya.

Sayangnya, sambung Nevi, size korporat (BUMN) tak merefleksikan size ekonomi Nasional yang besar itu. Dari ratusan BUMN, hanya Pertamina dan PLN yang masuk majalah Fortune 500. Sayangnya, BUMN harusnya cerminan aset yang dibanggakan sebuah Negara. Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat disebuah Negara, ditandai dengan performa BUMN nya sebagai The True Player In The World.

“Untuk mengurus BUMN ini, Menteri BUMN perlu dukungan banyak pihak, karena ini sebagai salah satu penyebab, apakah negara akan maju atau akan hancur tergantung cara mengelolanya.  Utang memang tidak salah, tapi harus tetap waspada. Bukan saja masalah harga diri bangsa, namun ini menyangkut masa depan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

See also  Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

(dpr.go.id)

Berita Terkait

Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan
Tamsil Linrung Pimpin Delegasi DPD Pantau Langsung Pemilu Rusia
Nono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Bangsa
Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa
Warga Transmigrasi Senggi Bergerak Bersama Lawan Stunting
Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 10:26 WIB

Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Saturday, 26 September 2026 - 18:23 WIB

Tamsil Linrung Pimpin Delegasi DPD Pantau Langsung Pemilu Rusia

Saturday, 26 September 2026 - 07:35 WIB

Nono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 16:36 WIB

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 September 2026 - 00:27 WIB

Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa

Berita Terbaru