daelpos.com — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi perusahaan BUMN konstruksi dan pengembang infrastruktur nasional. Implementasi ESG kini semakin terintegrasi tidak hanya pada pelaksanaan proyek konstruksi, tetapi juga dalam aktivitas operasional perusahaan, penguatan budaya kerja, pengambilan keputusan bisnis, hingga tata kelola perusahaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Penguatan tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN yang mendorong perusahaan negara membangun bisnis yang lebih sustainable, responsible, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.
Pada aspek lingkungan, Hutama Karya terus memperkuat pengelolaan energi, emisi, dan limbah operasional perusahaan sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi dan penguatan budaya kerja berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Berbagai implementasi keberlanjutan telah dilakukan, di antaranya penggunaan panel surya untuk mendukung penerangan jalan umum (PJU) pada jalan tol serta kebutuhan energi di proyek konstruksi sebagai bagian dari upaya transisi energi dan efisiensi operasional. Perusahaan juga mulai melakukan perhitungan emisi perjalanan dinas penerbangan dari aktivitas kantor pusat serta mengimplementasikan verifikasi emisi gas rumah kaca sesuai standar ISO 14064-1:2018 pada pilot project JORR-S dan HK Tower guna memperkuat sistem inventarisasi, pengukuran, dan pelaporan emisi perusahaan. Penguatan tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mendukung agenda Net Zero Emission 2060 serta pengelolaan dan pelaporan lingkungan yang mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI).
Dari aspek sosial, Hutama Karya memperkuat implementasi ESG melalui peningkatan kualitas keselamatan kerja dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Perusahaan menerapkan sistem Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) yang terintegrasi dengan berbagai standar internasional serta memperkuat digitalisasi pengawasan keselamatan kerja melalui sistem HK SHIELD untuk monitoring dan pelaporan QHSSE Performance secara real time. Implementasi tersebut mendukung pencapaian Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,22 per satu juta jam kerja pada 2025 sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Selain itu, Hutama Karya juga terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui HK Peduli Pendidikan, HK Peduli Lingkungan, HK Peduli Kreatif, serta Infrastruktur Masuk Desa yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam aspek tata kelola perusahaan, Hutama Karya memperkuat implementasi governance melalui penguatan manajemen risiko, penerapan anti korupsi, serta peningkatan pengawasan keberlanjutan di tingkat manajemen. Perusahaan juga memperkuat sustainability governance melalui penerapan berbagai standar manajemen berbasis ISO, di antaranya ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan, ISO 45001:2018 terkait keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO 37001:2025 terkait sistem manajemen anti penyuapan guna mendukung pengelolaan risiko ESG yang lebih adaptif, terukur, dan akuntabel di tengah transformasi industri konstruksi nasional.
Penguatan ESG tersebut menjadi bagian dari transformasi jangka panjang Hutama Karya dalam membangun model bisnis infrastruktur yang lebih berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan konektivitas wilayah, perusahaan juga terus mendorong terciptanya pembangunan yang mampu memberikan keseimbangan nilai sosial, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis secara berkelanjutan. Infrastruktur masa depan tidak lagi hanya diukur dari pembangunan fisik yang dihasilkan, tetapi juga dari bagaimana pembangunan tersebut mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa implementasi ESG kini menjadi bagian penting dalam transformasi perusahaan sebagai BUMN infrastruktur yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Penerapan ESG di Hutama Karya tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalankan bisnis yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Perusahaan terus mendorong keseimbangan antara percepatan pembangunan infrastruktur dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas sosial masyarakat, serta penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel,” ujar Hamdani.
Ke depan, Hutama Karya akan terus memperkuat transformasi ESG melalui pengembangan konstruksi rendah emisi, peningkatan efisiensi energi, optimalisasi teknologi digital konstruksi, serta penguatan pengelolaan risiko keberlanjutan secara lebih terukur guna mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan nasional berkelanjutan.








