Komisi IX Berjuang Iuran BPJS Tidak Naik

Monday, 18 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

nggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi / Foto Istimewa

nggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi / Foto Istimewa

DAELPOS.com – Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi menegaskan, pada prinsipnya Komisi IX DPR RI senantiasa berpihak pada rakyat kecil. Hal itu terlihat pada perjuangan seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR RI agar iuran BPJS Kesehatan tidak mengalami kenaikan yang rencananya akan berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.

“Insya Allah kita masih terus berjuang, setidaknya sebelum kenaikan iuran berlaku pada Januari 2020. Jika memang terpaksa, Pemerintah tidak punya cara lain untuk menutupi defisit, alangkah baiknya jika iuran BPJS kelas III tidak mengalami kenaikan,” tegas Kahfi saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (15/11/2019).

Dalam Kunspek ini, Komisi IX DPR RI menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sulsel, Direktur RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, BPJS Kesehatan Devisi Regional IX Sulawesi dan Maluku, BPJS Kesehatan Makassar, ARSADA, PERSI, BPRS, dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, bahwasanya Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto juga cukup responsif atas masukan Komisi IX DPR RI terkait iuran BPJS Kesehatan ini. “Bahkan Menkes sudah bersurat ke Kementerian terkait, agar menunda kenaikan iuran BPJS kelas III. Atau jika tidak bisa dihindari, maka Pemerintah seharusnya memberi subsidi. Kita apresiasi niat baik dr. Terawan,” ungkapnya.

Kahfi mengungkapkan, hal penting yang perlu dibenahi dalam perbaikan sistem jaminan kesehatan nasional salah satunya adalah data kepesertaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kemiskinan terus menurun, tapi peserta BPJS Kesehatan yang menikmati fasilitas Penerima Bantuan Iuran (PBI) terus bertambah.

See also  Komisi III DPR Cecar Kepala PPATK Soal Pemblokiran Rekening FPI

“Dalam rapat, teman-teman dari Serikat Rakyat Miskin menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat miskin yang seharusnya berhak mendapatkan BPJS PBI, namun belum terdata. Artinya, salah satu PR besar BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial adalah perbaikan data, agar program ini tepat sasaran,” analisis Kahfi.

Kahfi juga mengungkapkan kendala yang dihadapi penerima PBI, yang sebelumnya berstatus BPJS Mandiri. “Banyak peserta PBI mengeluh, ternyata kartu mereka tidak bisa digunakan. Ternyata setelah dicek, sebelum terdaftar di PBI, mereka adalah pengguna BPJS Mandiri yang masih memiliki tunggakan. KIS PBI mereka tidak bisa terpakai sebelum tunggakan BPJS mandiri terbayar,” tambahnya.

Merespon hal tersebut, Kahfi berpandangan bahwa idealnya peserta BPJS PBI tidak perlu dibebani dengan beban tunggakan tersebut. “Mereka beralih ke PBI, karena mereka tidak mampu. Seharusnya BPJS merubah kebijakan yang menyusahkan masyarakat kecil. Mesti diingat, jaminan kesehatan itu hak setiap warga negara,” tegas legislator dapil Sulsel I ini.

Kahfi juga menyoroti pelayanan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) bagi para pasien BPJS Kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Saya sering mendapati keluhan pasien BPJS, mereka sudah mengeluhkan sakit yang tak tertahankan, namun harus menunggu pelayanan, karena administrasi belum selesai diurus,” jelasnya.

Keluhan lain, kata Kahfi, disampaikan pasien BPJS yang rawat inap. Mereka kerap mendapatkan penolakan dari rumah sakit, dengan alasan kamar penuh. “Resep yang diberikan dokter bagi pasien BPJS, juga sering tidak tersedia di apotek rumah sakit. Akibatnya keluarga pasien harus mencari obat ke apotek luar rumah sakit dengan biaya sendiri. Ke depan, semua ini tidak boleh lagi terjadi,” harap mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini. (RED)

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Keumala–Geumpang, Akses Jalan Kembali Dapat Dilalui
Kementrans dan DPR RI Bersinergi Sejahterakan Warga Transmigrasi Anawua
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026
Ketua BPK Dorong Penguatan Auditor Forensik Cegah Korupsi
Telkom Raih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026
BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng
Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Perlu Didukung Kesempatan yang Setara
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus DSSA, BREN, dan CUAN

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 12:36 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Keumala–Geumpang, Akses Jalan Kembali Dapat Dilalui

Tuesday, 27 October 2026 - 09:57 WIB

Kementrans dan DPR RI Bersinergi Sejahterakan Warga Transmigrasi Anawua

Monday, 26 October 2026 - 13:36 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026

Monday, 26 October 2026 - 13:29 WIB

Ketua BPK Dorong Penguatan Auditor Forensik Cegah Korupsi

Monday, 26 October 2026 - 13:21 WIB

Telkom Raih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026

Berita Terbaru