3 Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia, Polri : Bukan Terkait Terorisme

Saturday, 23 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Tiga suporter Indonesia ditahan oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) sebelum menyaksikan pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2024 antara Malaysia melawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Beredar informasi penangkapan dan penahanan 3 WNI itu terkait aksi terorisme.

Mabes Polri mengkonfirmasi bahwa penahanan ketiga WNI itu tak terkait terorisme. Hal itu dipastikan usai Polri melakukan cek ulang ke PDRM.

“Jadi kita lakukan pengecekan ulang ke sana bahwa yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan berkaitan dengan terorisme. Jadi tidak benar kalau yang bersangkutan termasuk jaringan terorisme,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat (22/11/2019).

Brigjen Argo mengatakan ketiga WNI tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh aparat keamanan setempat.

“Saat ini masih kita komunikasikan dengan LO di Malaysia. Jadi yang bersangkutan masih dimintai keterangan di sana. Hasil dari keterangan nanti seperti apa akan kami sampaikan berikutnya, urainya.

Di media sosial, viral video pengeroyokan suporter Indonesia oleh suporter Malaysia. Dalam video tersebut,tampak suporter Indonesia bernama Fuad Naji dan seorang temannya mendapat perlakuan tidak terpuji dengan dipukuli dan dinjak-injak oknum suporter Harimau Malaya.

Akibat insiden ini dilaporkan dokumen imigrasi suporter Indonesia tersebut hilang. Sementara, kabar lainnya menyebut tiga suporter Indonesia yaitu Andreas Setiawan, Iyan Ptada Wibowo dan Rifki ditahan oleh pihak kepolisian Malaysia. Ketiganya ditahan karena unggahan di media sosial mengenai teror bom di bukit Jalil. (humaspolri.go.id)

See also  Jokowi Tekankan Peran Sentral Bawaslu Wujudkan Pemilu Berkualitas dan Berintegritas

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru