DAELPOS.com – Presiden Joko Widodo meminta kontingen SEA Games Indonesia yang akan berlaga di SEA Games ke-30 tahun 2019 di Filipina bisa meraih peringkat dua besar. Keinginan Presiden itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara pelepasan kontingen Merah-Putih ke SEA Games Filipina tahun 2019 di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat.
Menurut Presiden sebanyak 841 atlet yang akan berlaga di SEA Games Filipina 2019 adalah mewakili 267 juta masyarakat Indonesia. Presiden berharap para atlet terus semangat untuk membawa nama dan reputasi negara yang berada di tangan seluruh atlet. “Kita tahu di Asian Games kita dulu berada di rangking ke-15 bahkan ke-17 tapi bisa meloncat ke rangking 4,” kata Presiden didampingi Menpora Zainudin Amali, Rabu (27/11) sore.
“Di SEA Games yang sebelumya kita berada di rangking 5 sebelumnya lagi 5 lagi tapi saya minta di SEA Games ke-30 di Filipina tahun ini kita harus masuk ke rangking 2 besar, siap…siap…siap,” ujar Presiden yang langsung dijawab ‘siap’ oleh para atlet.
Meski dirasa berat Prsiden optimis kontingen Merah-Putih mampu meraih hasil maksimal seperti yang dimintakan Presiden Joko Widodo. “Hati-hati ini bukan rangking yang mudah diraih tapi saya melihat dari wajah, dari wajah, dari wajah saudara-saudara memperlihatkan semangat yang tinggi yang kita harapkan apa yang tadi saya sampaikan betul-betul bisa kita raih meski saya tahu bukan hal yang mudah, bukan hal yang gampang,” tambah Presiden.
“Tapi saya tahu dan optimis perjuangan saudara-saudara yang didukung oleh 260 juta rakyat Indoneisa akan memberikan sebuah semangat tersendiri bagi perjuangan saudara-saudara meraih medali yang sebanyak-banyaknya di SEA Games yang ke-30 di Filipina,” tutup Presiden. (humaskemenpora)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

