Wiranto Jadi Wantimpres, Pengamat: Yang Lebih ‘Ngawur’ dari Dia Saja Dapat Jatah

Saturday, 14 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pengamat politik dan militer, Harits Abu Ulya, menganggap wajar masuknya Wiranto dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pasalnya, Presiden Jokowi menurut dia kadang kala tidak menimbang aspek moral dan pola komunikasi calon pejabat yang hendak direkrutnya ke dalam lingkaran kekuasaan.

“Pada aspek moral dan pola komunikasi yang lebih ‘ngawur’ dari dia (Wiranto) saja bisa dapat kedudukan, seperti Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama). Kenapa tidak untuk Wiranto? Kira-kira begitu,” kata Harits saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/12).

Semasa menjabat sebagai menko polhukam di Kabinet Kerja, sosok Wiranto memang dikenal cukup kontroversial. Dia berulang kali membuat pernyataan ‘ngawur’yang membuat kegaduhan publik. Salah satu contoh adalah pernyataannya yang menyebut pengungsi gempa Ambon beberapa bulan lalu sebagai beban pemerintah.

Tak hanya itu, beberapa kebijakan Wiranto selama menjadi menteri juga kerap disoroti karena dianggap mengekang hak kebebasan berpendapat warga negara Indonesia. Sebagai contoh di sini adalah keputusannya membentuk Tim Asistensi Hukum Menko Polhukam pada Mei lalu. Belum lagi kegagalannya dalam menangani berbagai demonstrasi yang menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa, petugas medis, dan wartawan.

Presiden Lantik 9 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Harits menuturkan, banyak publik yang tak ‘sreg’ dengan para pejabat pilihan Jokowi. Namun, sejauh ini kritik publik hanya dianggap angin lalu oleh mantan wali kota Solo itu.

Harits mengibaratkan Jokowi berjalan di track atau jalan yang dia mau. Dan butuh orang-orang yang loyal dengan situasi dan kondisi politik sekarang. Profil seperti itulah yang dicomot untuk menyokong rezim Jokowi saat ini.

“Jadi jika Wiranto belum pensiun, dan masuk kembali ke lingkaran kekuasaan rezim Jokowi sebagai Wantimpres, bukan hal yang mengejutkan. Dan istana juga tidak lagi peduli dengan sinisme publik,” ujar Harits.

See also  Menteri Rini Buka Pameran Fotografi The Colours of Art Sekaligus Berpartisipasi Sebagai Peserta

Jokowi disebutnya sangat akomodatif terhadap orang-orang yang dianggap berjasa untuk kelangsungan rezimnya. Ketika Wiranto ditunjuk menjadi anggota Wantimpres, Harits menilai keputusan itu tak lebih dari sekadar bagi-bagi kue kekuasaan untuk representasi kelompok atau orang yang belum mendapatkan bagian.

“Apalagi Wiranto dianggap inheren dengan visi misi presiden. Dengan masuknya Wiranto, bisa jadi yang diharapkan oleh Jokowi lebih memberikan penguatan terhadap visi misinya sebagai presiden,” kata Harits. (*)

Berita Terkait

JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira
Mendes Yandri Akan Gandeng New Hope Fintech untuk Berikan Akses Pembiayaan ke BUM Desa
Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif
BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR
PNBP Jebol Target, Kementerian ESDM Kembali Sabet Opini WTP
Potensi Ekonomi Biru Diburu, KKP Gandeng Tim Ekspedisi Patriot

Berita Terkait

Wednesday, 12 August 2026 - 13:08 WIB

JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Tuesday, 11 August 2026 - 15:09 WIB

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Monday, 10 August 2026 - 16:49 WIB

Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira

Monday, 10 August 2026 - 14:02 WIB

Mendes Yandri Akan Gandeng New Hope Fintech untuk Berikan Akses Pembiayaan ke BUM Desa

Saturday, 8 August 2026 - 10:19 WIB

Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Thursday, 13 Aug 2026 - 17:59 WIB