Menteri PANRB Ingin Peserta Pelatihan Kepemimpinan Wujudkan Pemerintahan yang Lincah

Wednesday, 29 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemimpin harus mampu memperkuat jejaring, kolaborasi, dan sinergi dengan instansi lain. Ini merupakan karakter penting future civil service. Karakter tersebut juga merupakan ciri kepemimpinan yang tanggap menghadapi revolusi industri 4.0 dimana kebutuhan akan kerja sama semakin tajam.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, dalam acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV (45) Tahun 2020 secara daring, di Jakarta, Rabu (29/04). Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo mendorong para peserta PKN untuk merumuskan dan menciptakan inovasi-inovasi yang baru dalam tata kelola pemerintahan. “Ini tujuannya jelas untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan percepatan pengambilan keputusan, sehingga terbentuk birokrasi yang dinamis, efektif dan efisien,” jelas Tjahjo.

Tidak berhenti sampai di situ, Mantan Menteri Dalam Negeri ini juga mengungkapkan pentingnya peran pemimpin dalam berbagai situasi. Sebagai contoh, saat ini Indonesia berada situasi yang “tidak normal” karena sedang menghadapi dan mengantisipasi meluasnya pandemi Covid-19. Banyak pakar mengatakan bahwa pasca pandemi ini akan membuat Indonesia menghadapi “the new normal”, yaitu suatu kondisi global yang merupakan akumulasi bagaimana umat manusia berperilaku menuju kondisi normal yang baru. “Sehingga kalau di kemudian hari ada hal-hal semacam ini kita selalu siap, tanggap, gotong royong, dan cepat menciptakan sesuatu hal yang bisa mengantisipasi hal tersebut,” katanya.

Sebagaimana telah disampaikan melalui beberapa Surat Edaran, Menteri Tjahjo menegaskan bahwa ASN harus tetap berkinerja secara optimal agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik, meskipun harus bekerja dari rumah (work from home). Di sinilah fungsi kepemimpinan dan manajerial diuji. Setiap pemimpin di semua sektor harus terus melakukan supervisi kepada para pegawai, baik secara kolektif lewat rapat-rapat online atau pun pengarahan secara individual kepada setiap pegawai. “Pemimpin harus memastikan setiap pegawai bertugas secara optimal pada masa work from home. Ini merupakan wujud akuntabilitas atau tanggung jawab kita,” jelas Tjahjo.

See also  Dirut BULOG Tinjau Kondisi Panen Padi di Kawasan Blora

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo mengucapkan selamat kepada peserta yang mengikuti PKN Tingkat I. Tidak lupa pula, Tjahjo berpesan agar situasi saat ini tidak menurunkan semangat untuk terus membangun percepatan refomasi pemerintahan yang lebih baik lagi. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan kepada kita semuanya. Tetap sehat, semangat dan tetap optimis membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tutupnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional merupakan salah satu cakupan dari pengelolaan manajemen talenta nasional, yaitu peningkatan keahlian, kapasitas, dan kinerja, serta pengembangan karier, dan prestasi talenta. Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan ASN ditetapkan sebagai profesi yang memiliki tiga kewajiban. Tiga kewajiban tersebut antara lain mengelola dan mengembangkan dirinya, wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya, serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen ASN.

Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto mengungkapkan tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat I ini adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif pada JPT Madya yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata. PKN Tingkat I Angkatan XLV (ke-45) diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari 7 kementerian, 11 Lembaga Pemerintah Non Kementerian/Lembaga Tinggi Negara, dan Kepolisian.

Pembelajaran PKN Tingkat I akan dilaksanakan secara virtual dengan metode Distance Learning (pembelajaran jarak jauh). “Peserta mengikuti pembelajaran dari tempat kedudukan masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi (Learning Management Sistem/LMS) dan aplikasi online video meeting/conference,” pungkas Adi.

Berita Terkait

Banjir Kembali Terjang Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU Sigap Pulihkan Akses
Kementerian PU Siapkan Pembangunan Bendungan Pelosika, Terbesar di Sulawesi Tenggara
Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Kemendes Bakal Lindungi Pekerja Informal Desa
Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh
Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin
Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 23:30 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU Sigap Pulihkan Akses

Wednesday, 16 September 2026 - 17:18 WIB

Kementerian PU Siapkan Pembangunan Bendungan Pelosika, Terbesar di Sulawesi Tenggara

Tuesday, 15 September 2026 - 19:38 WIB

Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Kemendes Bakal Lindungi Pekerja Informal Desa

Tuesday, 15 September 2026 - 19:33 WIB

Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel

Tuesday, 15 September 2026 - 17:57 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

Berita Terbaru

foto ist

Energy

BPH Migas Ajak Mahasiswa Kawal Subsidi BBM Tepat Sasaran

Thursday, 17 Sep 2026 - 15:20 WIB

foto ist

Megapolitan

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai

Thursday, 17 Sep 2026 - 14:39 WIB