Ahmad Sahroni Colek KPK: Rp 5,6 Triliun di Kartu Prakerja Itu Uang Rakyat

Thursday, 30 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

DAELPOS.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi secara ketat program Kartu Prakerja di tengah pandemik virus corona.

Sebab, menurutnya ada Rp5,6 triliun di program pelatihan kerja itu merupakan uang rakyat.

“Ini jumlah anggarannya besar sekali. Enggak main-main. Makanya KPK harus dengan tegas mengawasi penggunaan anggaran Kartu Prakerja. KPK harus memastikan duit rakyat dimanfaatkan dengan semestinya, dan jangan ada sekecil mungkin celah untuk korupsi,” kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Politikus Partai Nadem itu menyebut, KPK harus dengan cermat mengawasi segala tahapan dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja, mulai penunjukkan vendor penyedia layanan, hingga pencairan dananya dari peserta.

Selain itu, Sahroni juga meminta lembaga yang dipimpin Firli Bahuri menelisik proses penunjukan vendor Kartu Prakerja yang dilakukan tanpa tender.

“Nah coba diselidiki, apakah prosedur itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku? Karena setelah saya baca-baca lagi kok ada vendor yang baru berdiri tahun ini, ada yang namanya baru kita dengar, dan lainnya,” sambung Sahroni.

Politikus asal Tanjung Priok, Jakarta Utara mengatakan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan munculnya tindak pidana korupsi dari program Kartu Prakerja, KPK seharusnya memiliki tim khusus yang bertugas untuk memelototi program tersebut.

“Karena itu saya meminta KPK untuk membentuk tim khusus yang berfokus pada pengawasan atas anggaran sebesar Rp 5,6 triliun tadi. Ini duit rakyat banyak sekali di sini. Jadi pemerintah wajib menggunakannya dengan efektif, transparan serta akuntabel. KPK wajib mengawasi,” tegas Sahroni.

Selain Kartu Prakerja, dia juga meminta KPK mengawasi program lain seperti bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, sehingga bantuan itu tepat sasaran dan diterima oleh warga yang berhak. []

See also  Pesan Presiden kepada Menkes Kabinet Indonesia Maju

Berita Terkait

Di Komisi V, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa dan Desa Ekspor
Paralympic Training Center Siap Cetak Atlet Difabel Kelas Dunia
Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia
Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah
Hutama Karya dan Bappenas Perkuat Sinergi Konektivitas Sumatra Barat
Sekolah Berasrama untuk Anak Maluku Utara Disiapkan di Halmahera
Latsarmil Komcad Perkuat Mental dan Integritas ASN
Menag Ajak Pesantren Terus Berbenah Hadapi Tantangan Zaman

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 00:00 WIB

Di Komisi V, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa dan Desa Ekspor

Tuesday, 9 June 2026 - 18:06 WIB

Paralympic Training Center Siap Cetak Atlet Difabel Kelas Dunia

Tuesday, 9 June 2026 - 00:31 WIB

Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia

Tuesday, 9 June 2026 - 00:29 WIB

Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Sunday, 7 June 2026 - 16:15 WIB

Hutama Karya dan Bappenas Perkuat Sinergi Konektivitas Sumatra Barat

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan

Thursday, 11 Jun 2026 - 08:08 WIB

Berita Utama

Di Komisi V, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa dan Desa Ekspor

Thursday, 11 Jun 2026 - 00:00 WIB