Pakar Pendidikan: Wacana Kebangkitan Komunis Tumbuh Subur di Kalangan Mahasiswa

Saturday, 6 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pakar pendidikan dan peradaban, Prof Daniel M Rasyid menuturkan, komunis cukup berkembang subur di kalangan mahasiswa, apalagi setelah lulus mereka difasilitasi ke dalam berbagai saluran politik. Hal ini ditambah kecenderungan sistem kapitalistik yang menyebabkan kesenjangan dan penguasaan ekonomi tidak seimbang, tema tersebut selalu menarik menjadi bahan diskusi kelompok kiri.

Dia menyebutkan, pendidikan saat ini banyak yang terbengkalai dan jauh dari cita-cita pendiri bangsa. Sekolah sudah sangat teknokratik dengan bertujuan memfokuskan peserta didik pada profesinya setelah lulus, bukan untuk menjadi warga negara yang baik.

“Menjadi warga negara yang baik adalah memahami dasar bernegara dan bahasa Indonesia yang baik. Jadi, kalau sekarang ada wacana kebangkitan komunis, itu hanya subur di kalangan kampus yang suka dengan hal baru dan berpikir kritis,” kata Prof Daniel dalam diskusi virtual bertajuk ‘Ancaman Kebangkitan Komunisme dan Arogansi dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila?’, Sabtu (6/6).

Dia mengakui, dalam realitanya peserta didik banyak yang tidak kritis. Mereka hanya mendapatkan indoktrinasi dan menerima apa adanya ketika kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara siswa yang pintar akan selalu kritis dan mencari hal baru.

“Maka, jika kita melakukan rekrutmen legislator yang tidak memahami sejarah dengan baik, ini berbahaya dan menjadi momentum penyusup asing memasukan naskah akademik yang jauh dari nilai berbangsa dan bernegara. Jadi, bisa dibilang pendidikan sejarah kita gagal dan pendidikan kewarganegaraan kita gagal,” katanya.

Jika sistem pendidikan ini tidak diperbaiki, dia khawatir banyak produk undang-undang yang bermasalah oleh wakil rakyat yang tidak memahami sejarah dengan baik. Selain itu, ideologi komunis akan tetap berkembang subur.

“Saya khawatir banyak undang-undang yang aneh-aneh, tapi ini memerlukan ketajaman pandangan dan kepekaan tertentu. Jangan sampai ada agenda yang aneh-aneh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya. (*)

See also  ICP Februari 2024 Naik ke USD80,09 per Barel, Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Berita Terkait

Dorong Ketahanan Energi Kawasan, Bahlil Dampingi Prabowo di KTT ASEAN
Akses ke IKN Makin Singkat, Hutama Karya Targetkan Tol 3A-2 Rampung Akhir 2026
AHY Pimpin Penanganan Pantura, Giant Sea Wall Disiapkan
Kementerian PU Kebut Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes, Rampung Juni 2026
Tol Riau Ditargetkan, Hutama Karya Pacu Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru Tahun Ini
Kementerian PU Perkuat Pengendalian Banjir di Maluku Utara, Bangun Sabo Dam dan Tanggul Sungai Tahun 2026
Bangun Negeri dari Kawasan Transmigrasi, Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot Resmi Dibuka
Proyek EPC Talavera Tuntas, Indonesia Punya Dermaga Ekspor Semen Berkapasitas Besar

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 18:41 WIB

Dorong Ketahanan Energi Kawasan, Bahlil Dampingi Prabowo di KTT ASEAN

Wednesday, 6 May 2026 - 14:52 WIB

Akses ke IKN Makin Singkat, Hutama Karya Targetkan Tol 3A-2 Rampung Akhir 2026

Wednesday, 6 May 2026 - 11:07 WIB

AHY Pimpin Penanganan Pantura, Giant Sea Wall Disiapkan

Wednesday, 6 May 2026 - 10:44 WIB

Kementerian PU Kebut Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes, Rampung Juni 2026

Tuesday, 5 May 2026 - 20:59 WIB

Tol Riau Ditargetkan, Hutama Karya Pacu Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru Tahun Ini

Berita Terbaru

Berita Utama

Dorong Ketahanan Energi Kawasan, Bahlil Dampingi Prabowo di KTT ASEAN

Thursday, 7 May 2026 - 18:41 WIB

Nasional

Mendes Yandri Ajak BPD Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Thursday, 7 May 2026 - 18:08 WIB