Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan di Tengah Pandemi COVID-19

Friday, 31 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Mobilitas pelaku ekonomi masih terbatas sejalan dengan penerapan protokol kesehatan. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2020 yang diperkirakan mengalami kontraksi.

“Bank OCBC NISP terus bekerja keras agar dapat memberikan dukungan terbaik untuk nasabah dan masyarakat pada situasi pandemi ini. Hal ini kami lakukan dengan memperkuat posisi keuangan bank, menjaga kecukupan modal, ketersediaan pembiayaan dan likuiditas dengan tidak melupakan pentingnya kesehatan dan keselamatan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai inisiatif yang kami sediakan untuk mendukung nasabah individu dan korporasi telah memberikan dorongan positif dan kami terus merespon kebutuhan nasabah sehingga bisa terus #BergerakMaju bersama menggerakkan perekonomian Indonesia,” ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP.

Dengan strategi yang difokuskan pada peningkatan CASA, produktivitas, efisiensi dan konsistensi menjaga kualitas kredit, Bank OCBC NISP terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan pada kuartal II 2020. Pada semester 1 2020 ini, Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp1,6 Triliun naik dari Rp1,5 Triliun pada semester 1 2019. Laba sebelum pajak bertumbuh sebesar 3% YoY menjadi Rp2,1 Triliun. Upaya peningkatan pendapatan non bunga tercermin dari pertumbuhan pendapatan operasional lainnya menjadi sebesar Rp1,2 Triliun pada semester 1 2020, naik sebesar 24% dari Rp1 Triliun pada semester 1 2019. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan transaksi valuta asing dan surat berharga

“Peningkatan pendapatan operasional lainnya ini sejalan dengan konsistensi Bank OCBC NISP dalam mendorong nasabah memanfaatkan solusi perbankan digital. Kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan di tengah keterbatasan mobilitas masyarakat mendorong pertumbuhan e-channel Bank OCBC NISP, mulai dari jumlah pengguna, frekuensi transaksi dan nilai transaksi. Secara keseluruhan nilai transaksi di e-channel Bank OCBC NISP meningkat 69% YoY hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan ONe Mobile – mobile banking dari Bank OCBC NISP – masing-masing meningkat lebih dari 45% YoY. Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat 2 kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” ujar Parwati.

Komitmen Bank OCBC NISP Jalankan Fungsi Intermediasi Dengan beragam perubahan dan penyesuaian operasional bisnis, Bank OCBC NISP tetap menjalankan fungsi intermediasi. Pada akhir Juni 2020, Bank OCBC NISP menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp135,3 Triliun atau tumbuh sebesar 4% dari Rp130,4 Triliun pada akhir Juni 2019. Per Juni 2020, dana CASA Bank OCBC NISP tumbuh 21% YoY sehingga mencatatkan rasio CASA sebesar 43,8% dari total dana pihak ketiga. Peningkatan CASA didorong oleh tren penurunan konsumsi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk menabung. Hal ini juga didukung kemudahan yang ditawarkan Bank OCBC NISP untuk membuka rekening secara online melalui ONe Mobile. Lebih jauh, untuk mendorong habit ini, Bank OCBC NISP meluncurkan gerakan #SAVE20 by Nyala untuk mengajak generasi muda Indonesia memulai new habit di era next normal dengan konsisten menabung dan berinvestasi setiap hari dengan jumlah yang terjangkau mulai dari Rp20 ribu.

Pada akhir Juni 2020 ini, Bank OCBC NISP menyalurkan kredit sebesar Rp117,6 Triliun. Fungsi intermediasi dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian. Di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.

“Penurunan permintaan kredit sejalan dengan perlambatan penyaluran kredit di industri perbankan, termasuk di Bank OCBC NISP. Walaupun demikian, Bank OCBC NISP tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mempertahankan likuiditas yang kuat dengan LDR sebesar 86,6% dan LFR 84,1%. Posisi keuangan yang kokoh ini juga merupakan dasar Bank OCBC NISP menghadapi dan #BergerakMaju di tengah pandemi COVID-19. Kesehatan keuangan Bank masih terjaga pada kuartal II 2020, terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 20,7% dan rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban (Liquidity Coverage Ratio) yang mencapai 170,1%” tutup Parwati

See also  Jokowi: Kita Harus Berani Ubah Channel Bekerja Dari “Channel Ordinary’ Ke ‘Extraordinary’

Berita Terkait

Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara
Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp44 Triliun dalam 100 Hari
Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Progres Pembangunan Stadion H. Agus Salim Garapan Hutama Karya
Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Flyover Sitinjau Lauik
Sulap Air Berkarat Jadi Layak Minum, TEP Unpad Bangun 6 Instalasi Air di Fakfak
Kado Hari Listrik Nasional ke-81, PLN EPI Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam
JRF 2026 dan Konser Ye Live Gerakkan Ekonomi Jakarta Rp625 Miliar

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 18:14 WIB

Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara

Friday, 30 October 2026 - 00:05 WIB

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Thursday, 29 October 2026 - 16:37 WIB

BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp44 Triliun dalam 100 Hari

Thursday, 29 October 2026 - 08:38 WIB

Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Progres Pembangunan Stadion H. Agus Salim Garapan Hutama Karya

Wednesday, 28 October 2026 - 12:25 WIB

Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Flyover Sitinjau Lauik

Berita Terbaru