MenKopUKM Optimis Rungkun Awi Cisarua Menjadi Titik Ekonomi Baru Masyarakat

Friday, 31 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sehari jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Menteri Koperasi dan UKM,Teten Masduki mengunjungi Rungkun Awi yang berada di Desa Tugu Selatan, Cisarua. Kawasan hutan bambu, bekas pembuangan sampah tersebut, kini sudah mulai menjadi titik ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

MenKopUKM Teten Masduki optimis, jika dikelola dengan baik, kawasan yang menjadi tempat “kongkow” musisi jazz Idang Rasjidi itu, akan mulai berubah menjadi kegiatan kebudayaan dan kesenian masyarakat. Menurut Teten, wilayah tersebut dekat dengan Jakarta dan diharapkan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan memberdayakan produk unggulan UMKM setempat.

“Kang Idang mengajak saya kesini pasti punya ide. 17 tahun sebelumnya tempat sampah. Jika diliat ini dekat Jakarta. Kita akan buka semacam kegiatan kebudayaan, pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tegas MenKopUKM Teten Masduki usai melihat kawasan konservasi Rungkun Awi di desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020).

Teten menjelaskan, jika dikelola dan digarap dengan baik, maka Rungkun Awi akan memiliki nilai ekonomi yang luar biasa. Pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat disekitar lokasi, untuk menghargai potensi, daerah dan alamnya. Karena hal itu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian bagi masyarakat setempat.

“Misalnya di hari Sabtu dan minggu kita akan buka pasar rakyat. Dimana para petani bisa menjual hasil bumi, makanan. Ini bakal menarik. Saya optimis. Asal digarap dengan baik,” katanya.

Teten juga mengaku kagum, dengan hutan bambu alamiah Rungkun Awi, yang bisa juga dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. KemenKopUKM menurutnya, akan merumuskan langkah pemerintah untuk bisa bersinergi, agar sektor UMKM bisa tumbuh di kawasan tersebut.

See also  Kemenkop dan UKM Diharapkan Bisa Memperkuat Pasar Domestik

“Kita sudah jarang sekali lihat bambu yang masih alamiah dan lengkap seperti ini. Disuatu daerah perlu ada pusat ekonominya. Ini akan menjadi titik-titik tumbuh ekonomi masyarakat. Embrio baru. Kami akan segera merumuskah langkah dari KemenKopUKM,” tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mendorong tumbuhnya entrepreuneurship masyarakat, melalui sektor-sektor yang selama ini tidak dilirik, yaitu memanfaatkan alam untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Teten mencontohkan, disejumlah negara, banyak dikembangkan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi masyarakat.

“Yang penting kita harus tumbuhkan entrepreneurship masyarakat. Kalau tadinya dengan modal besar, dengan usaha dikota. Kita tunjukkan bisa mulai usaha dikampungnya sendiri. Apa adanya. Jadikan bisa memiliiki nilai ekonomi. Disitulah pentingnya pemberdayaan, ditengah kekuatan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata Teten.

Sementara itu, musisi jazz yang juga Inisiator Rungkun Awi, Idang Rasjidi mengaku, sangat bangga dan senang dengan kehadiran MenKopUKM di kawasan Rungkun Awi. Karena menurutnya, negara hadir di wilayah yang selama ini dilupakan masyarakat.

“Dengan hadirnya MenkopUKM, maka negara hadir ditempat yang sebelumnya dilupakan. Saya dorong terus untuk memanfaatkan alam sebagai pusat kegiatan kesenian, kebudayaan dan UMKM masyarakat,” kata Idang.

Idang menjelaskan, hadirnya MenkopUKM Teten Masduki akan menjadi “magnet” hadirnya banyak pihak untuk bersinergi menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Menurut Idang, dirinya ingin mewujudkan impian dan cita-cita anak bangsa.

“Ini akan membuat gairah. Kita tidak sendirian. Masa depan anak-anak mulai kelihatan. Kita buat cita cita anak anak terwujud,” tambahnya.

Idang juga mengaku, tengah membuat produk UMKM, yaitu alat musik Ronteng, yang terbuat dari bamboo yang berasal dari kawasan setempat. Alat musik ini seperti angklung pukul, dikhususkan dengan pelod dan slendro, yang telah memiliki paten Indonesia.

See also  71 Ribu Kendaraan Padati Trans Jawa, JTT Jamin Keamanan Perjalanan

“Pelod dan slendro ini milik Indonesia sudah patenkan,” katanya.

Berita Terkait

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar
Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI
Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa
Jalur Tol Palembang-Indralaya Sempat Berlakukan Sistem Buka-Tutup
Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan
Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang
Siswa MA Purwakarta Baru Tahu Al-Aqsa Diganggu Israel
Hutama Karya Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Dengan Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar

Monday, 7 September 2026 - 00:01 WIB

Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI

Sunday, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa

Sunday, 6 September 2026 - 14:40 WIB

Jalur Tol Palembang-Indralaya Sempat Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Saturday, 5 September 2026 - 22:47 WIB

Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Monday, 7 Sep 2026 - 16:22 WIB