BNPB Simulasi Evakuasi Peringatan Dini Tsunami di Nias

Saturday, 12 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com -BNPB bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan melakukan simulasi geladi evakuasi peringatan dini tsunami. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemasangan alat peringatan dini bencana tsunami di wilayah Nias Selatan.

Simulasi geladi evakuasi ini menitikberatkan pada prosedur standar operasi ketika merespons peringatan dini tsunami. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, Jumat (11/12) melibatkan puluhan personel dari berbagai pihak. Simulasi geladi evakuasi dilakukan oleh tim siaga bencana yang telah dibentuk bersama dengan masyarakat sekitar. Sebelum geladi, dinas terkait beserta masyarakat menerima sosialisasi potensi bencana gempa bumi dan tsunami oleh BMKG Stasiun Geofisika Gunung Sitoli yang dilakukan di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Selatan.

Saat berlangsungnya geladi, Kepala Seksi Diseminasi BNPB Dian Andry Puspita Sari mengatakan geladi ini sekaligus menguji alat peringatan dini tsunami yang dikembangkan BNPB bekerjasama dengan UGM.

“Maksud kegiatan ini adalah sebagai pengenalan alat peringatan dini tsunami dan melatih masyarakat merespon peringatan dini yang ada untuk peningkatan kapasitas agar nantinya mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan, seperti jatuhnya korban jiwa,” ujar Dian di Nias Selatan, pada Jumat (11/12).

Ia menambahkan bahwa sejauh ini, delapan dari sembilan subsistem TEWS ini telah dilakukan. Kedelapan subsistem tersebut yaitu persiapan, penilaian risiko, sosialisasi bencana tsunami, pembentukan tim siaga, pembuatan denah evakuasi, penyusunan prosedur tetap, pemantauan peringatan dini dan geladi serta membangun komitmen pemerintah daerah dan masyarakat.  Satu subsistem lagi yang akan secara periodik dilakukan yaitu monitoring status keberfungsian alat.

“Pada tahun ini, TEWS dibangun di kawasan rawan tsunami, seperti di Nias Selatan, Mandalika, Mentawai dan Banyuwangi,” lanjutnya.

Dian menambahkan, alat peringatan dini dibutuhkan agar informasi disampaikan secara cepat dan tepat tentang adanya potensi ancaman bencana tsunami, khususnya saat malam hari karena bencana tidak mengenal waktu.

See also  Pemerintah Siap Laksankan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Nias Selatan Gayus Duha S. Gayus Duha dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas hibah alat TEWS dari BNPB dan berharap alat dapat dijaga bersama karena memberi manfaat bagi masyarakat. Sebanyak 70 personel bergabung dalam kegiatan ini termasuk Lantamal Nias, Danramil Teluk Dalam, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Satpol PP, RRI Nias, Perwakilan Media, Kepala Lingkungan, Tim Siaga Bencana dan masyarakat setempat.

Pemasangan alat peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) tidak terlepas dari wilayah Nias Selatan yang memiliki potensi tsunami. Berdasarkan kajian risiko, Nias Selatan termasuk kategori sedang hingga tinggi untuk potensi bahaya tsunami.

Sistem peringatan dini tsunami ini merupakan sistem yang pemantauan status bahaya dilakukan secara wireless dan jarak jauh. Sistem ini terdiri dari dua bagian, yaitu (1) Warning System Controller dan Sirine, (2) Remote Control System. Dua bagian utama ini saling terintegrasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bahaya tsunami melalui sinyal atau tanda peringatan.

Sistem ini terintegrasi antara BMKG dan BPBD. BMKG akan melakukan monitoring kondisi laut dan akan memberikan informasi kepada BPBD setempat apabila terdapat potensi bencana tsunami. BPBD akan menerima informasi dari BMKG dan mengirimkan data ke warning system secara manual (push on) menggunakan remote control yang berada di BPBD.

Selanjutnya sinyal peringatan dini tsunami tersebut kemudian dikirim melalui jaringan GSM dan atau melalui komunikasi radio yang akan diterima oleh warning system controller yang berada di daerah rawan bencana atau terdampak. Warning system akan memberikan peringatan dalam bentuk suara sirine.

See also  Selesai Direvitalisasi Kementerian PUPR, Pasar Legi Surakarta Diresmikan

Sejarah mencatat Nias Selatan yang berada di Provinsi Sumatera Utara mengalami tsunami pada 2005 setelah dipicu oleh gempa M8,7. Akibat bencana itu, lebih dari 5.000 rumah warga hancur dan lebih 100 orang meninggal dunia.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 19:42 WIB

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:26 WIB

HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir

Berita Terbaru

News

Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Denpasar Go Global

Wednesday, 7 Oct 2026 - 08:23 WIB